
Happy Reading 😘😘
Tania turun dari mobil dan langsung melangkah menuju ruang ICU. Tapi sesampainya disana ruangan itu sudah kosong.
"Sus, pasien di ruangan ini kemana ya?" Tanya Tania pada suster.
"Oh, Bu Amanda sudah di pindahkan ke ruang rawat inap Mbak."
"Dimana ruangan nya Sus?"
"Di kamar anggrek VVIP Mbak."
Tania pun mengucapkan terimakasih dan langsung menuju ruangan Mami nya berada.
Dia sudah tidak sabar ingin segera memeluk sang Mami tercinta. Rasa bahagia sekaligus lega membuncah menjadi satu.
"Sayang, jalan nya pelan pelan." Pesan Lian, saat melihat Tania sedikit berlari.
"Iya Pu. Aku ingin segera bertemu dengan Mami."
"Iya, aku tahu! Tapi kan kamu harus ingat, kalau kamu lagi hamil."
Tania pun memperlambat jalan nya, hingga mereka sampai di ruangan Anggrek tempat Mami nya di rawat.
Kkrieeet
"Assalamu'alaikum..." Ucap Tania dan Lian bersamaan.
"Waalaikumsalam..."
Tania melihat sang Mami yg sudah sadar, langsung menghambur memeluk tubuh yg terbaring itu.
Dia menangis dalam pelukan sang Mami. Tania merasa bahagia sebab Mami nya kini sudah kembali pada nya.
"Mi, jangan lakuin itu lagi. Tania gak mau kehilangan Mami, hiiikkss...."
Mami Amanda mengelus rambut putrinya itu dengan sayang.
"Nak, jika Mami tak melakukan itu. Maka kamu dan cucu Mami dalam bahaya! Anggaplah ini, sebagai penebusan dosa Mami yg tak merawat kamu dari bayi. Mami hanya tidak mau, jika kamu celaka. Apalagi kamu sedang hamil, cucu Mami." Jelas Mami dengan suara lirih.
Tania meregangkan pelukan nya, lalu mengusap air mata nya.
"Mi, jika Mami kenapa napa. Justru aku yg akan merasa bersalah. Aku gak mau kehilangan Mami lagi. Cukup! Cukup hanya satu kali, kita berpisah Mi. Aku masih ingin bersama Mami."
"Mami tahu Nak! Mami juga bahagia, sebab bisa kembali memeluk anak anak Mami yg cantik cantik. Clara, sini sayang." Panggil Mami Amanda.
__ADS_1
Clara mendekat, lalu berdiri di sebelah kiri sang Mami. Sedangkan Tania ada di sebelah kanan.
"Dengarkan Mami. Kalian itu, adalah permata bagi Mami dan Papi. Kalian adalah cahaya untuk Mami bertahan! Kalian adalah bintang, yg selalu bersinar saat bulan tak ada.
Mami bahagia bisa memiliki kalian dalam hidup Mami. Jika pun nyawa yg harus Mami korbankan untuk kalian, Mami rela.
Karena cinta seorang ibu itu, amat sangat besar bagi anak nya." Jelas Mami sambil mengusap Pipi Tania dan Clara.
Grep
Tania dan Clara langsung memeluk tubuh sang Mami, mereka berdua menangis terisak di pelukan hangat itu.
Cinta seorang ibu memang sangatlah besar, hingga ia rela melakukan apapun asal anak nya baik baik saja. Itu kenapa syurga nya anak, ada di telapak kaki ibu.
🌹
🌹
🌹
"Mi, Tania pulang dulu ya! Mau bikin makanan buat Mami dan Papi nanti malam. Nanti, Tania akan temani Papi menginap di sini." Ucap Tania.
"Nggak usah sayang. Kamu kan lagi hamil? Jangan kecapean ya! Papi gak mau, jika kamu dan cucu Papi kenapa napa?" Ujar Papi Arya sambil mengusap rambut Tania.
Tania dan Lian pun mencium tangan Mami dan Papi. Lalu mereka keluar menuju tempat parkir.
Blum
Pintu mobil pun tertutup, Tania langsung menyenderkan tubuhnya di kursi mobil.
"Sayang, kamu gak papa?" Cemas Lian
"Gak papa Pu."
"Bener?"
"Iya Pupu sayang."
Lian pun menjalankan mobil nya keluar dari rumah sakit.
🌹
🌹
🌹
__ADS_1
Tania baru saja selesai menata makanan untuk di bawa kerumah sakit, untuk Mami dan Papi nya. Tapi saat dia selesai menata makanan, tiba tiba perut nya keram.
"Aawwhhh.... Sashhh, aduh ya Allah. Perut aku, aaaahh..."
"Astaghfirullah, Non. Non kenapa?" Panik Mbok Yem
"Gak tahu Mbok. Perut aku sakit banget."
Lian baru saja masuk ke ruang makan, dan melihat Tania sedang meringis kesakitan.
Sedangkan Mbok yem langsung mengambil air putih hangat untuk Tania.
"Ya Allah sayang. Kamu kenapa?" Panik Lian
"Gak tahu Pu! Ini perut aku keram, sakit sekali." Ringis Tania.
Mbok Yem menyerahkan air putih hangat buat Tania, dan langsung di minum.
"Sayang, kamu sebaiknya jangan ke rumah sakit dulu ya! Aku melarangnya." Ucap Lian dengan tegas.
Dia tak mau jika terjadi apa apa dengan Tania dan calon anak mereka.
Dengan sigap Lian menggendong Tania kedalam kamar. Lalu menelpon dokter untuk kerumah nya.
40 menit dokter pun datang dan langsung memeriksa keadaan Tania.
"Bagaimana keadaan istri saya Dok?" Tanya Lian
"Kondisi Nona Tania tidak papa Tuan Muda. Hanya saja, Nona Tania kelelahan Tuan. Saya sarankan, agar Nona Tania jangan cape cape dan banyak pikiran dulu ya Tuan. Biar kandungan nya sehat." Jelas dokter tersebut.
Lian mengangguk, lalu dokter itu memberikan resep vitamin untuk Tania.
Setelah itu Mbok Yem mengantar dokter itu ke luar.
"Bagaimana keadaan Tania Ian?" Tanya Mama
"Tania cuma kelelahan Ma."
"Sayang, kamu gak boleh kecapean dulu ya! Jangan banyak pikiran." Ucap Lian sambil mengecup kening Tania
"Iya Nak. Kamu jangan kecapean, sebaiknya kamu jangan kerumah sakit dulu ya?" Timpal Mama
Tania mengangguk, dia begitu bahagia karena memiliki keluarga yg begitu menyayangi nya.
Bersambung.......
__ADS_1