ISTRI TAK DI INGINKAN

ISTRI TAK DI INGINKAN
Kritis


__ADS_3

Happy Reading 😘😘


Hanya mau ngingetin, jangan pelit pelit ya siraman mawar dan kopi nya buat Tania dan Lian🤭😘jangan pelit juga bagi Tania Vote nya🙏


"Ya Allah... Tania sayang... Bangun sayang..." Panik Mama saat Tania tak sadarkan diri.


Lian dengan sigap menahan tubuh istrinya agar tak jatuh ke lantai. Kemudian dia segera membaringkan tubuh Tania di kasur.


Mama Rena mengambil minyak angin dan menggosokan nya ke kaki dan perut Tania, tak lupa menggosok di depan hidung Tania juga.


"Sayang, bangun sayang. Jangan bikin aku cemas! Maafkan aku yg gak bisa lindungin kamu tadi. Maafkan aku sayang!" Ucap Lian penuh sesal.


Dia terus mencium dahi dan tangan Tania, dengan air mata yg sudah menetes.


Lian begitu menyesal sebab tadi dia tak menemani Tania ke kamar. Dia benar benar marah pada dirinya sendiri, sebab tak bisa menjaga istri dan calon anak nya.


Eeuughhh


Tania melenguh lalu membuka mata nya dengan perlahan. Tentu saja itu membuat Lian, Mama dan Papa sangat lega.


"Pupu.... Mama..." Panggil Tania dengan lirih


Lian membantu Tania bangun, lalu Mama memberikan minuman yg di bawakan oleh mbok Yem.


Acara tasyakuran pun yg hanya tersisa kolega bisnis nya Lian dan Papa Wahyu, terpaksa di bubarkan.


"Sayang, apa ada yg sakit?" Tanya Lian dengan wajah yg begitu cemas.


Tania menggeleng lemah, dia masih mengumpulkan ingatan nya. Setelah terkumpul, Tania kembali menangis bahkan dia sampai histeris.


"Pupu, Mami Pu! Mami? Aku mau Mami. Dimana Mami Pu? Dimana?" Ucap Tania sambil terisak dan memberontak dalam dekapan Lian

__ADS_1


"Iya sayang. Kita akan melihat keadaan Mami. Tapi, ku mohon sayang! Kendalikan dirimu? Kamu gak mungkin kan, jika melihat Mami dalam keadaan seperti ini?" Ucap Lian


"Betul sayang, apa kata Lian. Kamu harus tenang dulu, jika mau bertemu sama Mami kamu!" Timpal Mama Rena


Tania pun berhenti memberontak. Dia mencoba menenangkan dirinya. Setelah tenang mereka pun menuju rumah sakit dimana Mami dan Juwi di rawat.


🌹


🌹


🌹


Clara terus menangis di pelukan suaminya, dia begitu takut saat melihat Mami nya tak sadarkan diri, dengan bersimbah darah.


Tadi, sesampainya di rumah sakit. Mami dan juga Juwi langsung di bawa kedalam UGD untuk mendapatkan perawatan.


'Ya Allah, selamatkanlah istriku.' Batin Jojo


Sedangkan Papi terus mondar mandir di depan pintu ruang UGD. Dia begitu sangat cemas dengan keadaan istrinya.


"Pi, Clara gak mau Mami kenapa napa Pi? Clara gak mau kehilangan Mami." Ucap Clara di sela isak tangis nya.


"Sayang, kamu tenang ya! Aku yakin jika Mami akan selamat." Ucap Riel sambil mengusap punggung Clara.


Tak lama rombongan Tania datang. Dia berjalan sambil di papah Lian, karena badan nya terasa sangat lemas.


"Papi...." Panggil Tania.


Papi yg melihat kedatangan Tania, langsung memeluk putrinya. Banyak nya kecupan pun di daratkan di pucuk kepala Tania.


Dia juga begitu mencemaskan anak nya, tapi tadi tak sempat melihat kondisi Tania sebab keadaan Mami sudah genting.

__ADS_1


"Nak, kamu gak papa kan? Gak ada yg luka kan?" Tanya Papi dengan raut wajah cemas.


Tania menggeleng cepat, air mata nya kembali mengalir saat melihat ruang UGD.


"Pi, gimana Mami Pi? Mami baik baik saja kan?" Tanya Tania


"Papi juga belum tahu sayang! Kita do'akan ya, supaya Mami selamat." Ucap Papi


Tania mengangguk dalam pelukan Papi nya. Tak lama dokter pun keluar dari Ruang UGD.


"Dok, bagaimana keadaan istri saya? Dia baik baik saja kan?" Tanya Papi saat dokter keluar.


"Keadaan Pasien yg tertusuk pisau, saat ini sedang kritis. Sedangkan keadaan pasien satu lagi tidak papa, hanya luka ringan."


Jojo yg mendengar itu, segera menerobos masuk untuk melihat keadaan istrinya.


"Apa dok! Kritis?" Kaget Clara dan Tania bersamaan.


Mereka terlihat begitu syok saat mendengar ucapan sang dokter.


"Betul, dan beliau belum melewati masa kritis nya."


Bugh


Tania dan Clara pingsan bersamaan saat mendengar kondisi Mami Amanda. Mereka begitu syok hingga membuat kesadaran mereka hilang.


"Astaghfirullah... Tania..." Panik Mama dan Lian


Lian segera menggendong Tania dan membawa nya ke salah satu ruangan, dan meminta dokter memeriksa nya.


Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2