
Happy Reading😘😘
Budayakan like sebelum baca ya👍👍jangan lupa vote dan gift nya biar Tania semangat Up🌷💪💪
Selama di dalam mobil Tania hanya diam saja, dia masih kepikiran soal kedatangan ibu angkat nya tersebut. Bukan Tania tak tahu balas budi pada nya.
Hanya saja Tania merasa jika ibu angkat nya itu sengaja meminta uang untuk memeras nya, dengan dalih hutang balas budi.
Padahal semasa Tania di urus oleh nya, Tania tak pernah sama sekali di anggap anak sama sekali. Bahkan Tania selalu di peras keringat dan tenaga nya demi uang
Pernah juga dia di suruh mengemis, bahkan menjual kue keliling hingga malam demi bisa makan. Sebab jika sampai dia pulang tak bawa uang, maka Tania tak akan di beri makan.
Penderitaan itu harus berlanjut, saat dia menikah dengan Niko. Ibarat kata, lepas dari kandang macan masuk ke kandang singa. Begitulah yg Tania alami.
Hingga dia bertemu dengan Papa angkat nya, pak Heri. Dari situlah awal kesuksesan dan kebahagiaan Tania di mulai.
''Sayang, kamu kenapa melamun? Masih kepikiran soal wanita tadi?'' Tanya Lian sambil mengusap pipi Tania.
Sedari tadi dia memang terus memperhatikan Tania, dia yakin jika istrinya itu masih kepikiran soal kedatangan tamu yg tak di undang tadi.
__ADS_1
''Nggak Sayang. Aku hanya--''
''Kamu gak bisa bohong, aku ini suami kamu? Aku sudah mulai hapal dengan sifat kamu!'' potong Lian
Tania tersenyum saat mendengar penuturan Lian, dia tahu jika suaminya ini laki laki yg cerdas. Yg bisa dengan mudah membaca gerak gerik lawan bicara nya.
''Aku hanya takut, Sayang. Aku takut, jika ibu datang kembali dan meminta uang lagi? Dia pasti akan membuat senjata balas budi?'' terang Tania
''Kamu gak usah cemas! Aku gak akan biarkan dia, dan adik angkatmu itu? Mengganggu keluarga kita. Aku gak akan biarkan dia memeras kita.'' jelas Lian menenangkan Tania.
Lian tahu jika saat ini istrinya sedang gelisah karena kedatangan wanita itu. Namun Lian memang tak akan segan, bagi siapa saja yg mengusik ketenangan keluarga nya.
Tak terasa mobil sudah sampai di Rumah Mewah yg sudah menjadi milik Tania. Semua pelayan dan pengawal berdiri, menyambut kedatangan tuan dan Nona muda nya.
''Makasih sayang.'' Mereka pun masuk kedalam rumah, dan menuju kamar di lantai 2.
Di rumah itu Lian sudah menyiapkan chef khusus, dan 10 pelayan. Dengan 15 pengawal. Lian sengaja menempatkan para pengawal karena untuk menjaga Tania, jika dia sedang tak di rumah. Sebab Lian selalu pergi karena kerjaan ke luar kota atau negri.
Kamar yg Tania dan Lian tempati, tepat menghadap taman bunga. Lian sengaja membangun taman yg mengarah ke kamar nya, karena dia yakin jika wanita pasti suka bunga.
__ADS_1
''Kamu suka?'' tanya Lian sambil melingkarkan tangan nya di pinggang Tania.
''Suka! Sangat suka. Makasih ya sayang.'' ucap Tania sambil menatap hamparan bunga indah berwarna warni.
''Apa masih sakit?'' tanya Lian ambigu
''Sakit? Apanya yg sakit?'' bingung Tania sebab ia tak paham dengan arah pembicaraan suaminya itu.
''Itu.... Punya kamu, keu apem nya apa masih sakit?'' tanya Lian sambil tangan nya mengelus pelan bagian bawah perut Tania.
''Iiish, Sayang. Kalau ada yg lihat gimana? Malu tahu.'' kesal Tania sambil menepis tangan Lian dari area sana.
''Memang masih sedikit sakit. Emang nya kenapa?'' tanya tania heran.
'' Gak papa! Aku hanya mau minta lagi?'' bisik Lian di telinga Tania.
Ucapan Lian tentu saja membuat mata Tania membulat, dia tak habis pikir dengan gairah suaminya yg tanpa batas itu. Padahal semalam sudah main sampai jam 4 pagi, tapi ternyata masih kurang.
Tanpa menunggu jawaban Tania, Lian segera menggendong tubuh istrinya itu ke kamar dan membaringkan nya di ranjang.
__ADS_1
Bagi Lian tubuh Tania sudah bagaikan candu bagi nya. Sampai sampai otak Lian semua penuh dengan memori lekuk tubuh indah Tania. Dan siang itu pun mereka lewati dengan olahraga yg panas dan menggairahkan. Hingga kedua nya lelah, karena mencapai 3 ronde dalam 3 jam.
Bwrsambung.....