ISTRI TAK DI INGINKAN

ISTRI TAK DI INGINKAN
Kabar Mengejutkan


__ADS_3

Happy Reading 😘😘


Jangan lupa komen dan like ya dears😘Sebab beberapa bab lagi, Tania dan Lian akan segera Tamat😘 Jangan lupa juga mampir di karya baru author yg sudah publish, yg pastinya tak kalah seru dari Tania dan Lian. judul nya. JODOHKU PILIHAN MAMA😍jangan lupa ramaikan ya🙏😘😘


"Loh, Mbok. Kok Mbok yg nganter? Tania nya kemana?" Tanya Papi Arya saat melihat Mbok Yem yg mengantar makan malam.


"Maaf Tuan. Nona Tania tadi perut nya keram. Jadi Mbok yg nganter."


"Ya Allah! Terus kandungan nya gak papa kan?" Cemas Papi dan Mami.


"Alhamdulillah, kandungan Nona Tania baik baik saja Tuan."


"Alhamdulillah...."


"Kalau begitu saya pamit dulu ya Tuan, Nyonya!" Ucap Mbok Yem.


Mami dan Papi mengangguk. Mereka lalu melakukan via telfon pada Tania, tapi ponsel nya gak aktip.


Akhirnya mereka menelfon Lian. Kebetulan Lian baru saja selesai mandi.


"Hallo, assalamu'alaikum Ian. Tadi kata Mbok Yem Tania keram perutnya? Gimana keadaan nya Ian?" Tanya Mami dengan panik.


"Iya Mi. Tadi sempat keram, tapi sekarang udah lebih baik kok Mi."


"Tania nya mana?"


"Tania sudah istirahat Mi." Jawab Lian.


"Begitu! Yasudah, Mami titip Tania ya."


Setelah telpon terputus, Lian kembali melanjutkan kegiatan nya untuk berganti pakaian..


🌹


🌹


🌹


Tak terasa sudah 1 minggu Mami Amanda di rawat. Kini dia sudah pulang ke rumah, dan keadaan nya juga sudah jauh lebih baik.


Bahkan Tania dan Lian dan keluarga nya sudah berada di sana.


"Mi, Mami makan dulu ya! Ini Tania bikinin Mami sop iga."


"Eeuum, wangi banget sayang?" Puji Mami saat mencium aroma sop di panci.


"Iya dong. Kan Tania bikin nya pakai cinta!" Jawab Tania

__ADS_1


"Kalau masak buat aku, pakai apa sayang?" Tanya Lian.


"Kalau kamu mah, pakai nya tuh bumbu mesyum." Timpal Papa Wahyu saat masuk keruang makan.


Semua terkekeh mendengar ucapan Papa Wahyu.


Setelah di taruh di mangkok, pelayan membawa sop iga spesial itu ke meja makan.


"Waaah, kayaknya enak nih?" Ucap Clara


"Pasti dong!" Ujar Tania.


Akhirnya semua pun makan siang bersama.


"Ian, si pembunuh nya gimana? Apa dia di hukum mati, atau bagaimana?" Tanya Papi


"Dia di penjara seumur hidup Pi." Jawab Lian


🌹


🌹


🌹


Pagi ini, Lian dan Tania masih berada di kediaman Dwipangga. Sedangkan Mama Rena dan Papa Wahyu sudah pulang dari semalam.


"Jangan cape cape sayang." Ucap Lian sambil memberikan air putih untuk Tania.


"Makasih Pupu."


Tania pun duduk di samping Lian. Lalu meminum air yg di berikan Lian.


Kriing


Kriiing


Anggaplah bunyi telfon ya🤣🤣


Lian mengambil ponsel di saku celana nya, lalu dahi mengkerut heran.


"Siapa Pu?" Tanya Tania


"Kantor polisi sayang." Jawab Lian lalu menggeser tombol hijau.


"Hallo...." Ucap Lian


...........

__ADS_1


"Apa! Bunuh diri? Lalu gimana keadaan nya Pak?" Tanya Lian dengan wajah yg begitu terkejut. Bahkan dia sampai berdiri dari duduk nya.


..........


"Baik Pak! Saya akan kesana."


Tania melihat ke arah Lian dengan wajah penasaran.


"Siapa yg bunuh diri Ian?" Tanya Mami yg baru saja datang ke teras, dan mendengar ucapan Lian.


"Iya Pu. Siapa yg bunuh diri?" Tanya Tania.


"Itu Bu, Mami. Ibu Kus. Kata polisi, dia bunuh diri di sel tahanan nya."


"Innalillahi...." Ucap Tania dan Mami serempak.


Bahkan Tania sampai membekap mulut nya karena syok.


"Bagaimana bisa Ian? Kan di sel, tak ada apa apa?" Heran Papi.


"Gak tahu Pi! Kita kerumah sakit sekarang."


Mereka pun akhirnya kerumah sakit untuk melihat keadaan Bu Kus. Sebab kata polisi, BU Kus dalam keadaan kritis saat di bawa kerumah sakit.


Sesampai nya di sana, Lian memapah Tania dan masuk kedalam rumah sakit.


"Pak! Bagaimana bisa beliau bunuh diri?" Tanya Lian saat sampai di depan UGD pada 2 polisi di hadapan nya.


"Bu Kus membawa pisau saat makan siang. Dia membawa pisau dari dapur sepertinya! Dan beliau menggores lehernya sendiri." Jelas salah satu polisi.


Tania langsung menegang erat tangan Lian.


"Innalillahi. Lalu bagaimana keadaan nya pak?" Tanya Lian


"Kami masih menunggu dokter nya."


Tak lama dokter pun keluar dari ruang UGD.


"Dok, bagaimana keadaannya?" Tanya polisi.


"Maaf Pak! Kami tak bisa menyelamatkan nyawa pasien. Sebab luka di leher nya sangat dalam, dan pasien juga banyak kehilangan darah." Ucap dokter itu.


Tania memeluk Lian saat mendengar penjelasan dokter tersebut.


Setelah mengetahui kematian Bu Kus. Lian dan keluarga nya yg bertanggung jawab untuk pemakan BU Kus.


Setelah mengurus semua nya, jenazah Bu Kus di bawa kerumah nya Bu Kus, dimana prosesi semua nya akan di laksanakan.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2