ISTRI TAK DI INGINKAN

ISTRI TAK DI INGINKAN
Mencari


__ADS_3

Happy Reading 😘😘


Pengantin baru itu baru saja bangun setelah jam menunjukkan pukul 9 pagi. Tak ada yang membangunkan mereka, begitupun ibu nya Juwi.


Sebab mereka tahu jika pengantin baru pasti suka bangun siang, dan itu sudah hal lumrah.


Tak beda jauh dengan Juwi dan Jojo.


Tania dan Lian pun baru bangun tidur, mereka tak mau kalah oleh pengantin baru yg sedang mereguk asmara itu.


Lian juga semalam minta jatah nya pada Tania. Tapi hanya 3 ronde saja, sebab Tania sedang hamil muda. Itu pun Lian melakukan nya dengan hati hati, tapi mak jleb.


"Sayang, kamu kemarin kasih kado apa sama sahabat kamu?" Tanya Lian pada istrinya itu.


"Eeum, biasa lah sayang! Baju dinas.."


Lian mengangguk paham, kemudian mereka turun ke lantai bawah untuk sarapan.


"Anak Mami udah bangun? Sini sarapan dulu. Mami sudah buatin sandwich spesial buat kalian." Ucap Mami Amanda.


Semalam memang Tania dan Lian pulang kerumah kediaman Dwipangga. Sebab Mami yang meminta nya.


"Waaah, kayaknya enak Mam?" Seru Tania dengan wajah berbinar.


"Pasti dong kak! Kaka tahu gak? Mami itu paling jago dalam hal masak? Mangkan nya nurun nya ke Kakak!" Ucap Clara yg baru gabung di meja makan.


"Mami udah sarapan belum?" Tanya Tania


"Udah sayang! Tadi bareng sama Papi."


"Oh, Papi nya mana?"


"Papi udah berangkat ke kantor."


Lalu mereka pun sarapan bertiga, tak lupa Mami Amanda juga membuatkan susu buat anak nya.


Dia ingin memanjakan Tania, sebab selama 24 tahun ini dia belum pernah memanjakan anak sulung nya itu.

__ADS_1


"Oh ya Ra! Kapan kamu akan menikah dengan Riel?" Tanya Tania di sela kunyahan makan nya.


"Bulan depan kak! Mangkan nya Riel di sini, karena acara kami akan di adakan di sini."


"Orang Tua Riel masih ada?"


"Nggak Kak! Riel anak yatim piatu. Dia di tinggal orang tua nya pas umur 15 tahun! Dan Riel lah yg mengelola perusahaan ayah nya." Jelas Clara


"Kasihan ya! Terus kamu mau di sini atau ikut suami kamu setelah menikah?"


"Di sini aja kak! Riel juga sudah membeli rumah di sini."


Kedua nya pun larut dalam obrolan hangat seputar rencana pernikahannya Clara. Sedangkan Lian hanya menjadi pendengar yg baik sambil fokus memakan sarapan nya.


🌹


🌹


🌹


Dia masih kepikiran soal kejadian tadi pagi yg sedikit banyak nya membuat dia sangat syok.


Saat dia akan pergi ke kantor, tiba tiba ibu nya Hana datang dengan pakaian yg acak acakan. Dia menanyakan tentang keberadaan Hana.


"Niko.... Niko, tolong kembalikan Hana pada ibu! Ibu sangat merindukan dia Nik? Tolong bantu ibu cari dia Nik? Tolong...."


Masih teringat jelas bagaimana wajah sedih nan keriput itu meminta dan memohon ke padanya.


Bahkan setelah memohon, ibu nya Hana tertawa bagaikan orang kurang obat.


"Hahaha..... Anaku Hana jadi orang kaya! Hahaha..... Hana dimana kamu Nak? Hana..... Hahaha..... Hahaha......"


Miris. Kata itulah yg pantas di gambarkan oleh Niko. Dia tak menyangka jika mantan mertua nya bakal menjadi seperti itu.


"Aku harus kesana! Aku harus bertemu dengan Hana." Gumam Niko


Lalu dia menyambar kunci mobil nya dan melangkah menuju parkiran. Niko hanya tidak tega melihat ibu Kus seperti itu.

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹🌹


"Ada perlu apa ya?" Tanya Anton pada Niko, saat Niko sudah sampai di Club milik Anton.


"Saya mencari wanita yg bernama Hana! Dia bekerja di sini kan?"


Degh


Seketika wajah Anton menjadi tegang, tapi dia mencoba rilex, agar Niko tak curiga.


'Buat apa nih Cowo nyari jal*ng itu?' Batin Anton.


"Dia sudah tidak di sini!" Ucap tenang Anton.


Dahi Niko mengkerut heran.


"Kemana dia?" Anton mengangkat bahu nya.


"Dia kabur! Dan anak buahku sudah mencarinya, tapi tak ketemu!"


"Apa kau sedang tidak berbohong?" Selidik Niko


"Buat apa aku bohong? Kalau kau tak percaya, silahkan cek sendiri ke dalam! Apakah dia ada atau tidak?" Tantang Anton


"Sudah berapa lama dia pergi?"


"Hampir sebulan yg lalu."


Mata Niko membulat, dia sangat terkejut mendengar nya. Berarti tak lama setelah pertemuan nya dan Hana waktu itu.


Niko pun keluar dia Club milik Anton. Dia duduk merenung di dalam mobil, memikirkan keberadaan Hana.


"Apa dia pergi bersama selingkuhan nya itu? Iya, aku yakin itu! Tak mungkin jika dia bisa pergi jika tak punya uang?" Gumam Niko dengan yakin.


Niko merasa bodoh karena sudah mencemaskan Hana. Dia pun kembali ke kantor nya.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2