
Happy Reading😘😘
Setelah Hana pulang, Mama dan Tania menatap Lian dengan pandangan menyelidik meminta penjelasan
"Lian, are you crazy? Kamu membawa seorang racun dalam hidupmu! Apa yg kamu lakukan sih?" Kesal Mama tak habis pikir dengan keputusan anak nya.
Dia cuma tidak mau jika rumah tangga Lian dan Tania hancur berantakan, gara gara ulah ulet keket itu.
Tapi Lian malah tersenyum miring, sambil menyandarkan tubuh nya di sofa.
"Kenapa malah tersenyum sih Mas?" Ucap Tania menatap curiga.
"Oh, atau jangan jangan, kamu naksir Hana? Iya!"
Lian malah terkekeh mendengar ucapan istrinya itu. Dia langsung merangkul pinggang Tania, dan mencium kening nya.
"Aku gak mungkin membiarkan kotoran kambing masuk kedalam rumah tangga kita sayang! Kamu tenang saja, gak usah khawatir. Aku memang sudah menyiapkan pekerjaan yg cocok untuk dia!" Jelas Lian dengan senyum seringai di bibir nya.
"Apa yg kamu rencanakan?" Tanya sang Mama, sebab ia sangat penasaran dengan rencana Lian. Dia melihat senyum devil di bibir Lian, membuat nya tahu jika Lian sedang merencanakan sesuatu.
"Mama dan Tania gak usah tahu! Ini, biar aku yg urus." Ucap Lian
Tania menggeleng cepat, ia benar benar penasaran dengan apa yg di rencanakan oleh suami nya itu.
"Kalau Mas gak mau ngasih tahu, maka aku gak akan kasih jatah Mas selama 1 minggu." Ancam Tania sambil melipat tangan nya di dada.
Lian yg mendengar itu seketika menjadi panik, dia gak mau jika tak di beri jatah oleh Tania.
Sebab semalam saja ia tak melakukan nya, bagi Lian seperti ada yg kurang. Setelah Lian merasakan bagaimana nikmat nya syurga dunia, dia terus menerus ketagihan.
Sedangkan Mama hanya terkekeh melihat wajah puas anak nya.
"Sayang, masa gitu sih?" Protes Lian tapi Tania kekeuh dengan keputusan nya.
Bukan dia gak mau menceritakan nya sama Tania dan Mama nya. Hanya saja Lian takut jika mereka tak setuju dengan rencana nya.
"Mas...." Panggil Tania saat melihat Lian malah melamun.
Huuuuuftt
Lian membuang napas nya dengan kasar, lalu dia memberi tahu pekerjaan apa yg akan di berikan pada Hana nanti.
"Baiklah, aku akan bicara! Aku bukan akan mempekerjakan Hana di kantorku sayang. Mana mungkin aku biarkan kotoran masuk kedalam kantorku? Melihat nya saja sudah membuat ku mual dan ingin muntah! Apalagi jika harus menerima nya bekerja di kantor? Iiih, gak akan terjadi.
Aku akan mempekerjakan dia di sebuah club malam milik temanku. Aku rasa itu cocok buat dia, yg seorang jal*ng yg suka celap celup sana sini, merasakan banyak batang pisang." Jelas Lian
Mama dan Tania saling pandang saat mendengar penjelasan Lian. Mereka seakan satu pemikiran.
"Lian, jangan bilang kamu mau jual Hana?" Tebak Mama, di jawab anggukan juga oleh Tania.
__ADS_1
Tapi Lian menggeleng, membuat dia wanita itu menjadi heran.
"Lalu! Jika bukan buat di jual, terus buat apa di tempat begituan?" Heran Tania
Lian mengedipkan kedua bahu nya.
"Aku sudah serahin semua sama teman aku! Dia yg akan memberi pelajaran pada wanita itu? Aku mah hanya membantu memberi pekerjaan saja! Selebihnya nya, ya urusan temanku. Mau menempatkan dia di mana dan bagian apa!" Jelas Lian
Padahal aslinya Lian tahu kerjaan apa yg akan di lakukan wanita itu. Sebab Lian lah yg menyuruhnya. Tapi Lian tak mau mengatakan nya pada kedua wanita di hadapan nya itu.
Biarlah hanya dia dan Jojo yg tahu, balasan apa yg akan dia berikan.
🌹
🌹
🌹
Malam ini Lian izin keluar untuk meeting pada Tania. Padahal aslinya dia keluar bersama Jojo menuju club dimana Hana berada sekarang.
Lian dan Tania tidak pulang ke rumah. Mereka akan menginap di rumah Mama nya sampai Papa nya Lian pulang dari padang.
Sementara itu, satu jam yg lalu Lian memerintahkan Jojo menjemput Hana dan membawa nya ke Club dimana ia akan bekerja nanti.
Mobil pun sampai di depan club, Lian langsung masuk kedalam dan menuju ruangan VVIP.
Telinga nya di sambut dengan dentuman musik dan liak liuk semua wanita berpakaian kurang bahan
Pintu ruangan terbuka, ternyata sudah ada Hana di dalam sana dengan pakaian drres ketat tanpa lengan dan belahan dada yg rendah.
Lian berdecih jijik menatap nya.
'Benar benar jal*ng.' batin Lian
Hana yg melihat Lian masuk segera menyilangkan kaki nya, bermaksud menggoda Lian dengan paha mulus nya. Sayang nya Lian tak tertarik.
"Kenapa kita kesini Tuan?" Tanya Hana dengan nada manja dan sedikit mendesah
Lian dan Jojo berpandangan, rasanya mereka ingin sekali muntah mendengar ucapan wanita jal*ng di hadapan mereka.
"Kau bilang mau bekerja kan? Aku akan memberimu pekerjaan!" Jelas Lian
Hana tersenyum manis, dia pikir jika Lian membawa nya kesini karena mau tidur bersama nya.
"Apa kau bisa memuaskan?" Tanya Lian
Hana yg mendengar itu mengangguk cepat, dia yakin jika Lian ingin di puaskan oleh nya di atas ranjang.
'Tania, Tania. Kau begitu bod.oh. Sekarang suamimu bahkan jatuh dalam pelukan dan pesona ku! Hahaha....' batin hana
__ADS_1
Lian bisa melihat senyum kemenangan itu di wajah Hana. Tapi Hana tak tahu saja, kejutan dan hukuman apa yg akan di berikan buat dia.
Tiba tiba pintu terbuka, masuklah sahabat Lian pemilik club malam itu. Dia menyerahkan sebuah surat yg akan di tanda tangani oleh Hana.
"Kalau kamu setuju, maka tanda tangan!" Ucap Lian sambil menaruh pulpen di depan Hana
"Ini apa?" Tanya Hana dengan dahi mengkerut.
"Surat kontrak kerja."
Hana membaca surat itu, memang isinya surat kontrak kerja.
"Apa sudah paham!" Jelas Lian
Hana mengangguk lalu menandatangani surat itu. Dia tergiur dengan gajih yg akan di berikan.
"Ingat, jika kau melanggar kontrak itu! Maka nyawa mu dan ibu mu taruhan nya." Ucap Lian dengan seringai di wajah nya.
"Gak akan! Aku pasti akan membuat Tuan ketagian dengan servis dariku." Jawab Hana tanpa malu.
Lian memberi kode pada Anton sahabat nya. Anton mengerti lalu membuka pintu ruangan itu. Masuklah 3 pria berbadan kekar ke dalam ruangan.
Hana sangat heran melihat 3 pria berbadan kekar itu, dengan kepala botak dan kulit hitam dan tentunya wajah sangar.
Gluk
Entah kenapa perasaan Hana menjadi tak enak, saat melihat Lian tersenyum sinis ke arah nya.
"Me-mereka si-apa?" Tanya Hana dengan gagap
Lian dan Jojo berdiri dan menepuk pundak Anton. Kemudian Lian menatap Hana.
"Kau kan suka pisang! Dan kau butuh yg jumbo jumbo kan? Karena kau sudah tanda tangan kontrak, jadi kau tak bisa kabur. Kau harus memuaskan mereka bila ingin nyawa mu selamat." Ucap Lian dengan seringai jahat di wajah nya.
Hana terlihat sangat syok mendengar ucapan Lian. Kaki nya seketika bergetar hebat saat melihat tiga badan kekar di hadapan nya.
3 pria itu menatap Hana dengan tatapan lapar dan siap menyantap.
Sedangkan Lian dan Jojo keluar dari ruangan itu setelah mengatakan kata kata yg membuat Hana seketika bergetar takut.
"Tuan, anda tidak bisa meninggalkan saya di sini? Tuan......" Panggil Hana sambil menyusul Lian.
Tapi tangan Hana segera di cekal oleh salah satu pria pelontos itu. Hana menatap takut pada ketiga pria di hadapan nya.
"Gw serahin dia sama Lo! Ingat, jangan biarin dia keluar." Ucap Lian pada Anton
"Siap! Lo kayak baru kenal gw aja." Jawab Anton.
Lian dan Jojo pun pergi meninggalkan tempat terkutuk itu. Lian pergi dengan hati puas dan bahagia.
__ADS_1
'Karma baru di mulai, wanita sampah.' batin Lian
Bersambung.......