
Happy Reading 😘😘
"Dia siapa nak?" Tanya Mama Amanda sambil menunjuk Niko
"Oh itu, eum kenalin Ma, Pa. Dia Mas Niko, mantan suami Tania!" Ucap Tania
Pak Arya tampak diam menatap ke arah Niko. Ada rasa amarah di hati nya saat mengetahui jika Niko adalah mantan suami yang pernah menyakiti anak nya.
Walau gimana pun dia seorang Ayah, mendengar Anak nya pernah di sakiti bahkan di siksa lahir dan batin, tentu dia akan marah.
Pak Arya mengepalkan tangan nya saat Niko mengulurkan tangan nya untuk berkenalan, tapi bukan nya membalas ukuran tangan Niko, pak Arya malah...
Bugh
Semua yang ada di sana menjerit kaget, tapi tidak dengan Jojo, Lian dan Papa Wahyu.
"Pi, kenapa mukul dia?" Tanya Tante Amanda sambil memegang lengan suaminya.
"Itu adalah balasan untukmu, karena dulu kau sudah menyiksa anaku lahir dan batin? Harusnya kau ku habisi sekarang!" Geram Pak Arya dengan sorot mata tajam.
Niko menunduk diam, dia tahu jika ia pantas mendapatkan itu dari Pak Arya. Niko sama sekali tak ada niatan untuk membalas nya.
Orang tua Niko juga hanya diam tanpa mau membela anak nya. Sebab mereka tahu dulu kesalahan Niko begitu fatal.
"Pi, udah ya! Itu kan masa lalu?" Ucap Tania.
Huuuuf
Pak Arya membuang napas nya dengan kasar, lalu duduk kembali di tempat duduk nya semula.
"Hallo.... Maaf ya, Clara lama!" Ucap Clara yang baru datang bersama pria bule di sampingnya.
Semua yg ada di sana menatap ke arah Clara.
Clara yg di tatap begitu menjadi bingung.
"Eum, ini ada apa? Kok wajah nya pada tegang semua?" Tanya Clara yg kebingungan.
"Gak papa sayang! Sini duduk." Ucap Mama Rena mencairkan suasana.
__ADS_1
"Tania, kalau gitu Mama pamit dulu ya!" Ucap Mama Susi sambil menarik suaminya dan Niko.
Ketiga orang itu pun pergi, Clara hanya menatap kepergian ketiga nya dengan raut wajah bingung.
'Semua orang kenapa sih? Kok kayak pada tegang banget?' Batin Clara
"Mi, Pi. Ketiga orang tadi siapa?" Tanya Clara
"Itu keluarga mantan suami Kakak kamu Ra! Sudah, sini duduk. Kasian tuh Riel?"
Clara mengangguk, lalu mengajak Riel duduk. Tapi sebelum duduk Clara memperkenalkan Gabriel pada semua nya.
Gabriel pun menjabat tangan mereka satu persatu. Lalu makan siang pun kembali di lanjutkan.
"Kak, kenapa gak bilang kalau tadi itu mantan kakak?" Ucap Clara sambil melap bibir nya pakai tisu
"Emang kenapa?"
"Ya, kalau Clara tahu! Clara bakal ulek ulek tuh cowok! Mau Clara lindes pakai buldozer tadi nya." Geram Clara sambil. Meninju ninju tangan nya.
Tania terkekeh mendengar ucapan adik nya itu.
"Udahlah, itu kan masa lalu! Udah lewat juga kan? Sekarang kita tatap masa depan! Dan buang masa lalu?"
🌹
🌹
🌹
Malam ini Tania sedang berada di balkon kamar nya menunggu sang suami pulang. Sepulang dari Restoran tadi siang, Tania tak balik ikut Lian ke kantor.
Dia teringat dengan pertemuan nya tadi siang dengan Niko.
"Mas Niko jadi terlihat kurus? Apa dia masih bersama dengan Hana ya? Apa Hana sudah kembali, atau masih bekerja di tempat nya teman Mas Lian?" Gumam Tania.
Dia bahkan belum tahu jika Niko dan Hana sudah bercerai. Dan bahkan Tania juga Tak tahu tentang kematian Hana. Jangankan Tania, bahkan ibu nya Hana sekalipun tidak tahu jika anaknya sudah mati.
Lian menutup akses tentang Niko maupun Hana dari Tania. Dia tak mau jika Tania di ganggu oleh berita Niko maupun Hana.
__ADS_1
Lian tak mau jika Tania ada sangkutan lagi dengan dua orang itu.
Tania berencana akan menanyakan nya nanti pada Lian.
Tak lama dia melihat mobil Lian datang, dengan tak sabar Tania menunggu suaminya di depan pintu kamar.
Kriieeett
Pintu kamar terbuka, masuklah Lian dengan wajah lesu nya dan sedikit pucat. Dengan langkah gontai Lian masuk kedalam kamar.
"Akhirnya pangeran keteku kembali?" Ucap Tania sambil memeluk tubuh Lian.
"Pangeran ketek?" Bingung Lian dengan suara lirih.
"Iya sayang! Kamu kan pangeran ketek aku?" Jelas Tania sambil mengendus ketek Lian.
Tania bingung sebab Lian seperti sedang lemas tak bertenaga.
"Sayang, kamu kenapa? Kok wajah kamu pucat, lemas lagi?" Tanya Tania dengan heran.
"Aku gak tahu sayang? Sepulang dari makan siang tadi, aku terus terusan muntah! Biasanya juga nggak gitu?" Lirih Lian sambil bersender di dipan ranjang.
Tania mengetuk dagu nya tengah berpikir.
"Sampai berapa kali sayang?"
"Tiap 10 menit sekali sayang! Bahkan tadi di bawah juga aku sempat muntah di dapur."
"Sekarang gimana? Apa masih mual?"
Lian diam, dia bingung kenapa dia sudah tidak muntah muntah lagi. Padahal setengah hari tadi Lian terus muntah, tapi sekarang mual itu bahkan hilang begitu saja.
"Aneh! Mual pun aku tak merasa lagi?" Bingung Lian
Tik
Tania menjentikan jari nya, lalu dia kembali beringsut ke ketek Lian.
"Berarti kamu akan mual jika berjauhan dengan aku? Kalau dekat aku kamu gak bakal mual? Buktinya, sepulang makan siang kamu muntah terus karena aku gak ada di samping kamu? Sekarang kamu gak mual kan?"
__ADS_1
Lian nampak berpikir mendengar ucapan istrinya. "Kamu bener sayang!" Seru Lian
Bersambung......