
Happy Reading😘😘
Jangan lupa vote like dan bungan Mawar nya dears👍🌷😘biar Tania makin semangat Up💪💪
''Jadi, bagaimana Tania Putri? Apa kamu bersedia, menjadi istri dan Ibu dari anak anak aku? Mungkin kamu masih kaget! Namun aku sudah tak bisa membendung perasaan ini lagi, aku mencintai kamu sudah lama. Dan ku harap, kamu mau menerima aku!'' ucap Lian
Tania terlihat masih dalam mode diam, dia sangat amat terkejut dengan pernyataan Lian.
'Aku harus jawab apa? Tapi.... Kak Lian pria yg baik.' batin Tania
'' Maaf kak....Aku gak bisa....'' jawab Tania
Lian yg mendengar itu langsung menunduk pasrah, dia memang sudah menyiapkan mental jika Tania menolak nya. Namun ternyata itu sangat sakit.
'' Aku gak bisa menolak kamu Kak.'' sambung Tania lagi.
Lian mengangkat wajah nya, dan menatap Tania tak percaya. Kedua mata nya berbinar bahagia.
'' Ma-maksud kamu... Kamu nerima lamaran aku?'' tanya Lian lagi memastikan.
Tania mengangguk, dengan rona merah di wajah nya.
'' Aaaggghhh, yes.. Yes.....'' teriak Lian dengan senang.
Tania yg melihat itu tersenyum, dia melihat betapa bahagia nya Lian saat lamaran nya di terima.
Kemudian Lian menyematkan cincin itu di jari manis Tania, lalu mengecup tangan Tania.
'' Makasih ya, karena kamu sudah menerima lamaran aku?'' ucap Lian.
'' Seharusnya, aku yg bilang makasih! Karena kak Lian mau menerima aku!''
''Boleh aku tanya sesuatu?'' tanya Tania saat mereka sudah berada di luar mobil, dengan bersender di kap mobil Lian.
''Apa?'' jawab Lian sambil merangkul bahu Tania.
__ADS_1
''Kenapa Kakak mau sama aku? Kakak kan tahu, kalau aku itu seorang janda? Apa kata orang tua kakak nanti?''
Tania menatap lurus ke depan, dimana matahari mulai sembunyi dan berganti dengan gelap nya malam.
Lian yg mendengar itu, berjalan ke depan Tania dan menggenggam tangan nya.
'' Hati itu tak bisa memilih kemana ia akan berlabuh, hati lah yg menentukan kemana dia akan melabuhkan nya! Cinta juga tak memandang status, bahkan kasta! Begitu yg aku rasakan, aku memilihmu, tak perduli kamu janda atau bukan!'' jelas Lian
"Dan bukankah, janda itu lebih menggoda?" goda Lian
Tania langsung mencubit perut Lian, dengan tatapan tajam nya.
Sesaat kemudian Tania menitikan airmata nya. Dia sungguh terharu mendengar ucapan romantis Lian pada nya.
'' Makasih kak!'' lirih Tania
Lian menghapus air mata di wajah Tania, lalu memeluk tubuh wanita itu yg sekatang menjadi calon istrinya.
Mereka sama sama menikmati indah nya matahari yg mulai meredup, berganti malam penuh bintang.
Selama dalam perjalanan Lian tak melepas genggaman tangan nya, bahkan sesekali mencium tangan Tania yg berada dalam genggaman nya.
' Tetimakasih ya Allah, engkau sudah mengirimkan pria yg baik padaku! Semoga kelak Kak Lian bisa menjadi Imam dan Ayah yg baik bagi aku dan anak anaku..' batin Tania
🌼
🌼
Setelah melakukan perjalanan yg begitu melelahkan, mobil pun sampai di rumah Tania.
'' Sayang, kita sudah sampai.''ucap Lian
Namun saat dia menoleh ke samping ternyata Tania masih tertidur.
Lian membuka sabuk pengaman nya, dan menghadap ke arah Tania, kemudian menyingkirkan anak rambut yg menutupi wajah cantik tersebut.
__ADS_1
'' Aku berjanji akan membahagiakan mu!'' lirih Lian.
Dia kemudian membuka pintu mobil nya dan keluar, lalu berjalan mengitari mobil dan membuka pintu mobil Tania.
Lian menggendong tubuh langsing Tania, namun beberapa langkah, Tania membuka mata nya. Dia tentu sangat terkejut saat diri nya berada dalam dekapan pria yg beberapa waktu lalu meminang nya.
'' Kak, turunin aku.'' pinta Tania.
'' Nggak, udah kamu diem! Nanti jatuh...'' jawab Lian
Tania pun diam sampai akhirnya mereka sampai di kamar, lalu Lian membaringkan tubuh Tania.
Tania bisa bernapas lega, saat Lian melepaskan nya. Sebab jantung nya sedari tadi terus berdebar kencang, karena jarak yg begitu dekat.
Apalagi dari jarak sedekat itu, Tania bisa melihat ketampanan dan setiap lekuk wajah tampan Lian.
'' Kamu istirahat ya! Aku pulang dulu..''ujar Lian
'' Iya, Kak! Makasih ya.''jawab Tania
'' Panggil nya jangan kaka sih! Yg enak dikit.'' ucap Lian
Tania mengerutkan dahi nya. ''Apa dong?''
'' Sayang, misalnya?''
'' Sayang!'' kaget Tania, di balas anggukan oleh Lian.
''Baiklah, sa-sayang..'' ucap Tania dengan wajah malu
Lian mengacak gemas rambut wanita itu, lalu mencium kening nya Tania. Dan berlalu pergi
Tania terkejut saaat tiba tiba Lian mencium nya. Tania merasakan aliran aneh dalam tubuh nya, namun dia segera menepis itu. Lalu melangkah masuk kedalam kamar mandi.
Wajah nya bahkan sudah panas, kayak kepiting rebus.
__ADS_1
Bersambung........