
Happy Reading๐๐
"Sayang, kita makan siang dulu yuk! Tadi Mama sudah telfon Lian agar nyusul ke sini." Ucap Mama saat Tania sudah balik dari toilet.
"Iya Ma. Kita cari restoran nya dulu."
Mereka pun berjalan ke lantai 4 dimana pusat makanan berada, sebab dari lantai dasar sampai 3 itu, semuanya pusat perbelanjaan dari baju sampai elektronik dan kendaraan.
Mereka pun masuk kedalam salah satu Restoran dan duduk di meja sebelah kaca yg mengarah langsung ke jalan.
๐น
๐น
๐น
Double J baru saja sampai di Restoran yg sudah Jojo siapkan.
Dengan gentleman nya Jojo membuka pintu mobil Juwi dan mengulurkan tangan nya seperti pangeran.
Wajah Juwi tersipu malu mendapat perlakuan itu dari Jojo.
"Loh, kok Resto nya sepi banget ya Jo?" Tanya Juwi saat mereka tiba di dalam restoran.
Jojo tak menjawab dan malah mempersilahkan Juwi untuk duduk di kursi.
"Kita makan dulu yuk!" Ajak Jojo
Juwi mengangguk walaupun sebenar nya dia sangat penasaran kenapa Resto nya begitu sepi. Tapi, terkesan sangat romantis. Apalagi banyak hiasan di sekitar Juwi.
'Sepertinya tempat ini bekas ada acara? Buktinya aja, banyak hiasan indah dengan bunga bunga. Seperti bekas acara lamaran? Atau jangan jangan..... Ah, gak mungkin Juwi. Mana mungkin ini semua buat Lo!' Batin Juwi.
"Kenapa bengong?" Tanya Jojo saat melihat Juwi melamun sambil celingukan
"Gak papa, hanya saja tempat ini seperti habis di pakai acara lamaran kayak nya?"
__ADS_1
Jojo hanya tersenyum tipis mendengar ucapan Juwi.
'Ini memang untuk mu montok.' Batin Jojo
Mereka pun melanjutkan makan siang nya, tanpa ada pembicaraan.
Setelah makan selesai Jojo memberi kode pada pelayan di sana, kemudian dia berdiri.
"Wi, berdiri dan lihatlah ke belakang." Ucap Jojo
Juwi pun berdiri walaupun dia bingung, lalu dia menengok ke belakang. Mata nya membulat dengan satu tangan menutup mulut.
Di belakang Juwi ada tulisan yg di bawa para pelayan dengan tulisan.
WILL YOU MARRY ME
Juwi berbalik menatap Jojo, dan tak kalah terkejut dengan apa yg dia lihat. Kini Jojo sedang berjongkok dengan sebuah cincin di tangan nya.
"Juwita Maharani, maukah engkau menjadi Istri dan ibu dari anak anaku?" Ucap Jojo
Air mata Juwi tak bisa di bendung lagi, dia sungguh terharu melihat semua itu. Terlebih saat Jojo bersimpuh di hadapan nya dan melamar nya.
Jojo tersenyum senang, lalu memasangkan cincin itu di jari manis Juwi kemudian mengecup nya.
Setelah Jojo berdiri mereka pun berpelukan hangat, membuat semua orang yg ada di sana bertepuk tangan.
Juwi masih terisak dalam pelukan Jojo. Ia tak menyangka jika Jojo melamar nya saat ini.
"Jangan menangis beby." Ucap Jojo sambil mengusap air mata Juwi
"Kamu jahat, udah bikin aku nangis." Rengek Juwi sambil memukul dada bidang Jojo.
Kemudian mereka kembali berpelukan. Jojo lega dan bahagia sebab Juwi mau menerima lamaran nya. Begitupun dengan Juwi, dia amat sangat bahagia sebab Cinta nya tak bertepuk sebelah tangan.
๐น
__ADS_1
๐น
๐น
Di sebuah rumah besar nan megah, tiga orang baru saja turun dari mobil dan masuk kedalam rumah tersebut.
"Mi, Pi, aku senang banget karena sudah kembali ke sini?" Ucap Clara
"Iya sayang. Gimana kuliah kamu di LA?"
"Baik Pi! Semua aman, dan sekarang aku mau di sini bantuin Papi saja!"
"Mi, Mami kenapa? Kok sedari pulang dari Mall tadi, Mami banyak diam?" Tanya Sang suami.
Tante Amanda menengok ke arah suaminya. Lalu berjalan dan duduk di sofa.
"Mi, Mami kenapa sih?" Tanya Clara yg sudah duduk di samping Mami nya.
"Gak Papa, Mami hanya kelelahan saja sayang. Sebaiknya kamu istirahat saja ya! Mami juga mau istirahat, kepala Mami sedikit pusing."
Clara pun mengangguk lalu mengecup pipi sang Mami dan berjalan menuju kamar nya.
Pak Arya yg melihat istrinya sedang memikirkan sesuatu, segera duduk di samping nya.
"Mi, ada apa? Apa ada barang yg Mami gak sempat beli?" Tebak pak Arya
Tante Amanda menggeleng cepat.
"Lalu...."
"Pi, tadi pas Mami di toilet di Mall. Mami gak sengaja bertabrakan dengan seorang gadis. Lalu, barang belanjaan Mami itu tumpah! Kemudian dia membantu Mami memungut belanjaan Mami, tapi...... Saat dia menunduk, Mami melihat tanda lahir di pundak kanan nya Pi. Tanda lahir itu, persis sekali dengan tanda lahir milik anak kita Putri? Mami yakin Pi. Mami sangat yakin jika dia Putri anak kita!" Jelas Tante Amanda dengan air mata yg sudah menetes.
"Mi, mungkin hanya mirip saja!"
"Gak Pi, Mami sangat yakin. Pi, ayo kerahkan anak buah Papi untuk mencari anak kita di mall itu? Mami yakin itu dia Pi."
__ADS_1
Pak Arya pun mengangguk, lalu menghubungi anak buah nya untuk mencari keberadaan anak nya di mall itu.
Bersambung ......