ISTRI TAK DI INGINKAN

ISTRI TAK DI INGINKAN
Wanita Panu


__ADS_3

Happy Reading😘😘


"Sayang, kamu jawab aku dengan jujur! Kamu tahu kan dimana Hana?" Tanya Tania saat Bu Kus sudah pulang.


Lian mendudukan bok.ong nya di sofa, sementara Jojo pamit pulang.


"Sayang, jawab!"


Lian malah mengacak rambut istrinya dengan gemas. Membuat Tania merengut kesal, sebab tak jua mendapat jawaban.


" Jangan ngambek dong! Iya, iya, aku jawab. Aku memang tahu di mana panu itu berada! Tapi, itu bukan urusanku lagi."


"Maksudnya?" Ucap Mama dan Tania serempak.


"Iya, itu bukan urusan ku lagi. Sebab, wanita panu itu sudah menandatangani kontrak kerja bersama teman ku! So, aku gak ada urusan lagi sama dia." Jelas Lian


"Mas, kok kamu nyebut Hana panu sih?" Heran Tania


"Iya, ian. Kok panu?" Timpal Mama dengan bingung.


"Ya, terus apa? Masa malaikat? Ogah banget aku! Dia itu, memang seperti panu. Menjijikan." Telak Lian


Baginya Hana itu seperti panu. Sebab dimana ada singkong ambon, disanalah wanita panu itu berada.


"Terus Hana kerja apa? Beneran kan, kamu gak macem macem?" Tanya Tania dengan mata memicing


"Emang nya kalau aku tempatin dia di tempat sampah kenapa sih? Kamu jangan perduli sama wanita panu itu, aku gak suka!"


"Bukan gitu sayang! Aku hanya gak mau, jika kamu kena masalah nanti nya. Kamu kan tahu sendiri, Hana seperti apa? Dia akan membalas dendam." Ujar Tania


Tania hanya tidak mau jika Hana membalas dendam, sebab Tania sudah hapal betul watak Hana yg pendendam.


Lian merangkul pinggang Tania di hadapan sang Mama. Lalu mengusap rambut nya dengan gemas.


"Kamu jangan takut ya! Aku gak akan biarin dia, macam macam sama kamu. Tenang saja! Aku sudah tempatkan dia di tempat, dimana ia akan menyukai nya?" Jelas Lian dengan senyuman devil nya.


Lian memang sengaja menempatkan Hana di tempat bordil milik Anton. Sebab Lian sudah tahu, masa lalu Hana seperti apa.

__ADS_1


Jadi, Lian pikir tempat itu sangatlah cocok untuk wanita pecinta singkong jumbo seperti Hana.


"Jadi..... Hana kamu tempatkan dimana?" Tanya Mama


Lian menoleh ke arah Mama nya.


"Di club. Seperti yg ku bilang! Sudah, tak usah di pikirkan. Sekarang aku mau mandi dulu! Dan kamu sayang. Ayo temani aku mandi." Ajak Lian sambil menggandeng Tania.


Mau tak mau Tania pun ikut ke kamar, sedangkan Mama menatap Lian dengan tatapan begitu lekat. Dia tahu jika Lian tak mungkin hanya menaruh Hana di club saja.


Pasti ada yg sudah Lian lakukan pada wanita licik itu. Tapi Mama tak mau ambil pusing, karena bagi nya apa yg Lian lakukan pasti demi Tania.


"Sayang, lusa kita jadi ke korea?" Tanya Tania saat membuka baju Lian satu persatu


"Jadi dong! Di sana, nanti aku gak akan melepaskan kamu! Kita akan habiskan seharian di kamar membuat adonan." Jelas Lian


Tania mencubit perut sixpack Lian dengan kesal, sampai sang empu mengaduh kesakitan.


"Aaawwwhhh, aduuh..... Sayang, kamu apa apaan sih? Sakit tahu?" Ringis Lian sambil mengusap perut nya yg habis Tania cubit tadi.


"Ya lagian kamu! Kita kesana itu buat honeymoon sayang. Kalau kamu mau enak enak terus, gak usah ke Korea! Di sini juga bisa." Ketus Tania sambil melipat tangan di dada.


"Iya, iya. Aku kan hanya bercanda sayang."


Jojo mengendarai mobil nya melewati jalan dimana arah resto nya Tania dan Juwi berada.


Dia menyetir dengan pelan sebab badan nya terasa lelah. Perut nya juga sangat lapar, sebab Jojo belum makan malam.


"Loh, itu kan Juwi! Lagi apa tuh cewek?" Gumam Jojo saat melihat Juwi berdiri di pinggir jalan sambil celingak celinguk.


Jojo memberhentikan mobil nya tepat di samping Juwi.


"Sedang apa?" Tanya Jojo saat membuka kaca mobil.


Juwi tadinya sangat heran saat melihat mobil hitam berhenti di depan nya. Tapi saat kaca mobil di turunkan, dan ternyata itu adalah Jojo.


Entah kenapa hati Juwi berdebar sangat kencang.

__ADS_1


"Lagi nunggu taksi, Tuan."


Jojo membuka pintu mobil bagian kiri.


"Masuk! Ini sudah malam, bareng saya saja." Ucap Jojo


Juwi terlihat ragu, tapi karena kaki nya sudah pegal berdiri terus menunggu taxi yg tak kunjung dia dapat. Akhirnya Juwi pun masuk, lagi pula langit juga mulai menitikan air nya.


"Tuan habis dari mana?" Tanya Juwi memecah kecanggungan antara mereka. Sebab beberapa menit setelah Juwi naik, suasana terasa canggung.


"Habis ngater Tuan Lian pulang. Kamu ngapain di sana tadi?"


"Lagi nunggu taxi Tuan! Soalnya motor saya mogok. Jadi, terpaksa naik taksi." Jawab Juwi


Jojo mengangguk, dia melihat Juwi lewat ekor mata nya.


'Duh, kapan ya gw bisa nembak dia? Kenapa susah banget, buat bilang kalau gw suka sama dia?' batin Jojo.


Krruuukk


Kruuukkk


Perut Jojo berbunyi keras, menandakan para cacing di dalam perut nya sedang demo sebab belum di turunkan gajih makan nya.


"Sepertinya para karyawan anda sedang mengadakan demo Tuan?" Ucap Juwi sambil terkekeh.


Jojo menggaruk leher nya yg tak gatal. Dia sungguh malu pada wanita yg di sukai nya itu.


"Iya, saya memang belum makan. Soal nya buru buru dari bandung!" Jawab Jojo


Setelah mobil sampai di rumah Tania yg di tempati oleh Juwi. Juwi pun mengajak Jojo untuk mampir.


"Yuk, mampir dulu! Sekalian makan. Nanti saya masakan. Kebetulan Mbok Yem lagi sakit, jadi gak masak hari ini."


Jojo pun mengangguk, lalu melangkah mengikuti Juwi ke dapur. Dia duduk di meja makan, sementara Juwi sedang menyiapkan bahan bahan makanan untuk buat nasi goreng seafood.


'Wah, cocok nih buat di jadiin istri. Cantik, bahenol, pinter masak pula! Kalau pinter goyang mah, nanti deh gw ajarin di ranjang.' batin Jojo ngeres.

__ADS_1


Bersambung.......


JOJO, JOJO. OTAK NYA SEBELAS 12 SAMA LIAN🤣🤣SAMA SAMA NGEBLANK


__ADS_2