
Happy Reading guys😘😘
Tok
Tok
Tok
Lian menghentikan kegiatan nya di atas tubuh Tania. Napas nya mendengus kesal saat pintu kamar terus di gedor dari Luar.
Tania langsung bangkit dan kembali memakai handuk nya yg setengah terbuka. Dia segera mengambil baju ganti dan masuk kedalam kamar mandi.
Lian mengusap wajah nya dengan kasar, menatap pintu kamar dengan perasaan amat kesal. Hatinya begitu gondok sebab gagal unboxing.
Mangkan nya Lian, sabar dulu😂😂emang enak othor ganggu.
''Kebangetan kamu thor? Kamu kan tahu kalau aku udah gak tahan?''
''Mana othor peduli. Kan itu deritamu😂😂lagian kagak sabaran banget? Kan bisa nanti malam kali ian.''
''Tapi aku mau nya sekarang thor? Apa othor aja yg aku unboxing?''
''Aih, enak aja! Kalau kamu berani sih gak papa ian. Nanti kamu di tonjok suamiku😂''
Lanjuuutt
Lian melangkah dengan gontai ke arah pintu, lalu membuka nya dengan wajah masam. Dan ternyata itu adalah Mama Rena.
''Napa sih Ma?'' tanya Lian dengan muka masam nya.
__ADS_1
Mama Rena terkekeh kecil saat melihat wajah kesal milik Lian. Mama Rena tahu, pasti tadi Lian sedang unboxing Tania namun gagal.
Lian bertambah kesal saat melihat Mamanya tertawa.
''Apa sih Mam? Kok malah ngetawain? Seneng iya, gagalin Lian?'' ketus Lian, bagaimana ia tak kesal coba. Si joni nya sudah siap bertempur tapi seketika langsung meleyot lagi.
''Iya, Mama minta maaf. Unboxing nya di tahan dulu! Nanti kita telat. Cepet siap siap.'' Setelah mengatakan itu Mama Rena pergi sambil terus terkekeh pelan.
Lian menutup pintu dengan perasaan kesal. Saat dia berbalik badan, Lian melihat Tania sudah siap dengan pakaian nya.
''Sayang, kamu mandi gih! Nanti aku tunggu di bawah. Yg tadi siapa?'' Tania menyisir rambut nya dan mengoles lip blam di bibir nya.
Dia tahu jika saat ini Lian sangat kesal, sebab gagal untuk belah duren.
Tanpa menjawab Tania, Lian melangkah ke arah istrinya lalu memeluk tubuh Tania. Menenggelamkan wajah nya di ceruk leher Tania.
''Sudah, kan masih ada nanti malam? Nanti kamu sepuas nya, dan gak akan ada yg ganggu.'' ucap Tania sambil mengelus rambut Lian.
'' Beneran?''
'' Iya! Udah sana mandi dulu.'' Lian seperti di cekoki jamu, menurut akan perintah Tania. Dia berjalan ke kamar mandi sambil bersiul bahagia.
🌷
🌷
🌷
Malam pun tiba, dimana semua tamu undangan sudah hadir dan mengucapkan ucapan selamat untuk pasangan bahagia di atas pelaminan.
__ADS_1
Dari kejauhan datanglah sepasang suami istri, dengan berjalan di atas karpet merah. Mereka adalah Niko dan Hana.
Lian memang sengaja mengundang Niko dan Hana. Dia ingin menunjukan pada Niko, bahwa pria itu sudah salah besar karena dulu sudah menyia nyiakan Tania.
Niko dan Hana berjalan ke atas pelaminan. Tangan Niko terkepal kuat, dengan sorot mata tajam tak suka saat melihat senyum bahagia di wajah Tania.
Sedangkan Hana menatap iri pada Tania. Sebab pesta pernikahan Tania lebih mewah dari penikahan nya dengan Niko. Bahkan Hana iri melihat Tania bisa bersanding dengan orang terkaya se Asia.
'Beruntung banget hidup wanita buluk itu? Pesta nya Mewah, suami ganteng dan super kaya. Di tambah gaun mahal dan dia sangat cantik.' batin Hana kesal.
''Selamat ya, semoga pernikahan kalian langgeng.'' ucap Niko dengan setengah hati.
Terbersit rasa penyesalan di hati Niko, saat melihat wajah cantik Tania malam ini. Niko bahkan berhayal jika dia lah yg di gandeng Tania saat ini.
''Terimakasih pak Niko, dan Buk Hana sudah datang ke pernikahan kami.'' jawab Lian sambil menyambut uluran tangan Niko.
Kedua pria itu sama sama tersenyum, namun tatapan mata kedua nya bagai elang yg sedang berperang batin 1 sama lain.
''Selamat ya Pak Lian, sayang banget loh! Bapak tampan dan tajir, tapi kenapa milih janda buluk? Apalagi miskin dan melarat?'' ejek Hana sambil menatap sinis pada Tania.
Lian sangat emosi saat mendengar hinaan dari mulut busuk Hana. Namun Tania segera menggenggam tangan nya, dan menggeleng pelan.
''Terimakasih, sudah mau datang. Dan saya tidak menyesal kok! Setidak nya Tania janda berkelas, sebab dia bukan wanita perebut suami orang dan mempunyai hati yg cantik! Dan tentu nya tak memiliki hati dan mulut yg busuk." sindir Lian pada Hana, sambil mengusap pipi Tania di hadapan Hana.
Wanita itu mendengus kesal, lalu menarik tangan Niko dan turun dari pelaminan.
Tania tertawa senang dalam hati, sebab melihat wajah kesal Hana. Dia juga senang melihat wajah menyesal dari Niko.
Acara berjalan lancar, tanpa halangan dan kendala apapun. Niko dan Hana juga tak membuat ulah, sebab ada 3 pengawal Lian yg mengawasi mereka. Sehingga mereka tak bisa membuat ulah.
__ADS_1
Bersambung........
Hana hana, kamu itu udah pada dasar nya punya hati iri. gak akan bisa bahagia lihat orang senang, iya gak dears😅Makan tuh iri