
Happy Reading 😘😘
Sudah seminggu ini Tania tak merasakan mual, tapi sekarang dia malah ingin selalu dekat dekat dengan Lian. Bahkan Lian mandi pun Tania akan ikut.
Entah dia pun tak tahu kenapa. Tapi jika jauh dari Lian, Tania akan langsung merasa pusing. Mungkin itu yang dinamakan ngidam.
Seperti hal nya sekarang, Tania terus menempel di sisi suaminya itu. Padahal Lian sedang memakai baju.
"Sayang, kamu gak usah ikut ke kantor ya! Takutnya kamu cape setiap hari ikut aku?" Ucap Lian sambil mengelus kepala Tania.
"Nggak mau! Pokoknya aku mau ikut Sayang. Dan jangan pakai parfum."
Selama beberapa hari ini memang Tania menyuruh Lian agar tak memakai parfum. Sebab ia tak suka bau nya.
"Pagi Ma, Pa." Ucap Tania pada kedua mertuanya ituitu saat sudah di meja makan.
"Pagi sayang Mama."
"Bik, tolong buatkan aku rujak ya!" Pinta Lian pada pelayan di Mansion.
Mama dan Papa saling melirik satu sama lain. Mereka heran sebab tak biasanya Lian makan rujak pagi pagi.
"Ian, sejak kapan kamu suka rujak?" Tanya Pak Wahyu.
"Gak tahu Pah! Beberapa hari ini, aku suka banget makan rujak? Padahal dulu aku gak suka kan? Kalau gak makan rujak, lidahku sering asem Pah! Terus aku suka mual mual? Kata dokter sih aku lagi ngidam Pa?" Jelas Lian
"Waaah, jadi anak Mama yang ngidam ya? Bagus dong! Biar kamu juga ngerasain, gimana gak enak nya jadi wanita ngidam?" Ledek Mama
"Mama kok malah ngeledekin aku sih?" Kesal Lian
Tak lama pelayan datang membawakan rujak pesanan Lian, dan tak menunggu lama Lian pun langsung melahap habis rujak itu. Bahkan dia memesan juga untuk di bawa ke kantor.
Mama dan Papa yang melihat anaknya begitu lahap memakan Rujak di pagi hari, hanya bisa meneguk ludah nya dengan kasar.
'Ya ampun, untung dulu waktu Mama hamil Lian, aku gak ngidam!' Batin Pak Wahyu.
🌹
🌹
🌹
Jojo sudah sampai di rumah Juwi, dia akan menjemput calon istri nya itu untuk melakukan foto prewedding.
Tak lama Juwi menuruni tangga dan langsung menuju ruang tamu dimana Jojo sudah menunggu nya.
__ADS_1
"Sudah siap?" Tanya Jojo, Juwi hanya mengangguk lalu mereka pun keluar menuju mobil Jojo.
"Sayang, nanti kita mau honeymoon kemana?" Tanya Jojo saat di dalam mobil
"Iish, apaan sih sayang? Nikah aja belum, udah nanya honeymoon segala?"
"Ya, kan aku mau siapin dari sekarang sayangku!" Ucap Jojo sambil mencium dahi Juwi yg sedang bersender di bahu Jojo.
"Eum, gimana kalau ke Jepang aja? Aku soalnya belum pernah kesana?" Usul Juwi
"Baiklah, apa sih yang nggak buat bidadari semok ku ini!" Goda Jojo sambil mengedipkan sebelah mata nya.
"Dasar buaya Inul."
"Hah! Buaya Inul? Apa tuh?" Bingung Jojo
"Lah iya! Kalau buaya buntung kan lagu nya Inul? Jadi, kamu nama nya buaya Inul aja?"
Jojo menggaruk kepala nya yg tak gatal. Dia bahkan tak tahu Inul itu siapa. Tapi Jojo mengangguk saja tanda mengerti, padahal mah dia gak ngerti sama sekali.
🌹
🌹
🌹
Saat ini Mami, Papi, dan Clara sedang sarapan di meja makan.
"Ra, nanti siang jangan lupa ya! Kita kan mau makan siang bersama dengan keluarganya Lian?" Ucap Papi.
"Iya Pi! Tapi aku agak terlambat dikit kayaknya!"
"Kenapa sayang?" Tanya Mami
"Itu Mi? Gabriel nanti kan datang, dan minta di jemput di bandara? Nanti aku kesana sama Riel aja! Sekalian mau kenalin Riel sama Kak Tania?" Jelas Clara
"Wah, ide bagus sayang. Mami setuju!"
"Ra! Emang kamu gak mau nikah sama Gabriel ya? Kalian kan sudah 3 tahun pacaran?" Tanya Pak Arya
"Mau Pa! Mangkan nya Riel kesini sih? Dia mau minta restu sama Papa!"
Pak Arya dan Tante Amanda sangat bahagia mendengar nya. Bukan apa, mereka hanya tidak mau jika hal yang tak di inginkan terjadi sebelum menikah.
Sebab walau gimanapun, Pak Arya sangat menjaga yang nama nya martabat wanita.
__ADS_1
"Yasudah, Clara pergi ke kantor dulu ya! Assalamu'alaikum..." Ucap Clara sambil mencium kedua tangan Mami dan Papi nya.
"Waalaikumsalam..."
🌹
🌹
🌹
Tania berjalan memasuki kantor sambil terus menggandeng tangan Lian. Dia terus mengendus ketek Lian di depan banyak karyawan.
Sebenarnya Lian malu, tapi dia mencoba tak perduli. Sebab Lian tahu jika Tania sedang mengalami hormon kehamilan.
Sesampai nya di ruangan, Lian langsung duduk di kursi nya, dengan Tania yang duduk di pangkuan nya.
Sebenarnya Lian agak susah jika bekerja dengan keadaan seperti itu. Tapi jika dia melarang Tania, maka istri nya itu akan langsung menangis. Entah kenapa Tania menjadi sangat sensitif.
"Sayang, apa kamu gak bosen nyiumin ketek aku mulu?" Tanya Lian sambil memeriksa berkas di meja nya.
"Nggak! Emang kamu bosen ya?" Mata Tania mulai berembun.
Lian yang melihat itu menjadi gelagapan.
"Eh, enggak sayang! Justru aku suka. Sangat suka... Tapi, maksud aku itu? Apa gak mau nyium yang lain? Misal nya, bibir gitu?" Goda Lian
Tania segera menggeleng.
"Nggak mau!"
"Kenapa?" Heran Lian
"Karena mulut kamu bau jigong?"
Mulut Lian langsung menganga mendengar ucapan istrinya itu. Bagaimana bisa Tania bilang dia bau jigong. Padahal setiap hari Lian selalu rajin sikat gigi.
"Sayang, kok bau jigong sih?" Protes Lian tak Terima.
"Iya, emang bau sayang! Ketek sama mulut kamu aja, wangian ketek kamu!" Jujur Tania.
Wajah Lian menjadi lesu saat mendengar ucapan istrinya itu. Dengan stok kesabaran yang masih ada, dia mengusap dada nya.
'Sabar Ian sabar.... Kalau gak lagi hamil aja! Udah ku gempur 10 ronde kamu sayang.' Batin Lian
Bersambung... ..
__ADS_1