
Happy Reading 😘😘
"Bubu..... Udah belom?" Teriak Lian memanggil Tania di dalam kamar mandi.
"Iya Pupu...."
Kriieeet
Pintu kamar mandi pun terbuka, keluarlah Tania dengan gaun berwarna pink muda selutut.
Lian terpana memandang kecantikan istrinya itu. Setiap hari Lian tak pernah bosan mengagumi kecantikan Tania.
"Bubu.... Kamu cantik sekali?" Puji Lian
"Aku memang selalu cantik sayang!"
"Yuk, semua sudah nunggu di bawah. Pengantin Pria juga sudah mau datang." Ucap Lian
Tania mengangguk, lalu mereka pun turun kebawah dimana acara di langsungkan. Dan semua orang sudah berkumpul.
Hari ini adalah hari pernikahan Clara dan juga Riel. Hari dimana bersatunya cinta Clara dan Riel.
Pajangan bunga yg besar pun terpajang di depan pintu gerbang, dengan tulisan C&G.
Banyak juga para kolega bisnis dari Papi Arya dan juga Tania yg datang ke acara sakral itu.
Rombongan dari mempelai pria sudah datang. Gabriel datang dengan keluarga Lian dan juga Jojo, sebab ia tak punya keluarga lagi.
Tania sudah duduk di kursi di belakang Clara. Dia mengusap pundak adiknya yg akan berganti peran.
"Kak, aku gugup nih. Aku takut Riel salah ucap ijab?" Cemas Clara sambil berbisik.
"Kamu tenang saja. Kakak yakin kok, kalau Riel pasti bisa."
Riel pun sudah duduk di samping Clara. Dia mencoba menarik napas untuk menetralkan degup jantung nya yg berdebar kuat.
Bahkan dia tak bisa menutupi rasa gugup nya, dan keringat pun sudah mengalir di dahi putih nya.
__ADS_1
Pak penghulu sudah menjabat tangan Riel. Dan sangat ketara jika tangan Riel bahkan bergetar saat berjabat tangan dengan pak penghulu.
'Aku harus bisa. Aku sudah berlatih semalaman! Dan aku tak boleh gagal.' Batin Riel
Penghulu pun mulai mengucapkan ijab, dan dengan satu tarikan nafas. Riel mampu menyandang gelar menjadi suami, dan memperistri Clara.
Semua yg ada disana tersenyum bahagia dan juga lega, saat Riel mengucapkan ijab dengan lancar.
********
"Selamat ya dek! Kakak do'akan supaya keluarga kamu menjadi keluarga yg SAMAWA dan juga harmonis."
"Aamiin.... Makasih ya kak!"
Setelah mengucapkan selamat pada adik nya itu. Tania mengajak Lian untuk makan ice krim yg ada di perasmanan.
"Pupu. Kita ke kamar yuk!" Ajak Tania
"Why? Apa ada yg sakit? Atau kamu mau kita anu..." Goda Lian sambil menyatukan kedua jari nya.
Plak
"Udah... Yuk!" Ajak Tania sambil menarik tangan Lian.
Lian pun menurut dan mengikuti istrinya untuk menaiki tangga. Tapi langkah mereka terhenti saat Mama Rena memanggil mereka.
"Kalian mau kemana?"
"Gak tahu nih Ma? Tania ngajak aku kemar?"
"Sayang, kamu kenapa? Apa ada yg sakit?" Cemas Mama Rena.
"Nggak ada Ma! Aku hanya kelelahan saja."
Setelah berbicara pada Mama Rena, Lian dan Tania pun melanjutkan langkah nya lagi menaiki tangga. Bahkan Tania menarik nya dengan cepat, hingga membuat Lian merasa cemas.
"Bubu. Kamu ini kenapa?" Tanya Lian saat berada di dalam kamar.
__ADS_1
Lian benar benar heran sama tingkah istrinya itu. Sebab Tania seperti terburu buru.
"Bubu, kamu kenapa?" Bingung Lian
Tania duduk di ranjang dengan wajah tegang dan juga cemas. Dan itu membuat Lian menjadi heran.
"Pupu, a-aku.... Aku, tadi lihat Bu Kus Pu!"
"Apa! Bu Kus? Tapi kan dia ada RSJ sayang?"
"Aku yakin Pu, kalau tadi itu dia? Dia berdiri di tiang deket jendela, sambil mengacungkan sebuah pisau Pu sama aku! Pu, aku takut deh Pu. Aku takut kalau dia kabur dari RSJ?" Jelas Tania
Jujur Lian sangat terkejut mendengar itu. Dia bahkan tak melihat Bu Kus tadi. Sebab pandangan nya hanya fokus ke Tania saja.
"Apa Bubu yakin?"
"Sangat yakin Pu! Aku sangat yakin."
Lian pun menelfon Jojo untuk masuk kedalam kamar nya. Tak lama pintu di ketuk, dan Lian langsung menyuruh Jojo untuk masuk.
"Jo. Apa kamu kemarin sudah bawa Ibu nya Hana ke RSJ kan?" Tanya LiLoan
"Iya Tuan. Saya sudah bawa dia kesana!"
"Apa dia kabur?"
"Setahu saya tidak Tuan? Sebab tak ada telfon dari sana." Jelas Jojo
"Jo. Tadi Tania melihat dia di bawah! Dan dia mengacungkan sebilah pisau pada nya? Sekarang kamu cari tahu, apa dia masih disana atau tidak?"
"Apa! Nona muda melihatnya di bawah?" Kaget Jojo
"Iya! Dan kamu harus cari tahu itu."
"Baik Tuan. Saya akan segera mencaritahu nya! Kalau begitu saya pamit dulu Tuan. Permisi.. "
Tania masih terdiam di atas kasur. Lian yg melihat itu segera memeluk tubuh nya, agar Tania menjadi lebih tenang.
__ADS_1
Bersambung......