ISTRI TAK DI INGINKAN

ISTRI TAK DI INGINKAN
Rencana kabur + Visual


__ADS_3

Happy Reading😘😘


Niko duduk di meja makan untuk memakan sarapan nya, dia sekarang tinggal di rumah orang tua nya kembali.


Sedangkan Rumah nya yg dulu, Niko jual. Sebab ia tak mau mengingat Hana lagi, Karena jika ia masih tinggal di sana. Niko akan terus teringat dengan rasa sakit yg Hana berikan pada nya.


Niko juga akan selalu ingat, bagaimana ia sudah menyakiti Tania dulu.


"Nik, apa kamu gak mau mencari istri lagi?" Tanya sang Mama


Niko menggeleng cepat, dia memang sudah cerai secara resmi dari Hana. Tapi, untuk mencari istri lagi Niko belum siap


"Kenapa Nak?"


"Maaf Ma! Niko masih belum siap. Niko takut, jika nanti Niko malah akan membuat istri Niko terluka dan bukan nya bahagia."


Mama menghela napas nya dengan kasar. Dia tahu apa yg di rasakan oleh anak nya Niko.


Dia tahu jika Niko pasti trauma dengan pernikahan, setelah dua kali menikah dan gagal.


"Nak, jika kamu mau membahagiakan istri kamu nanti, dan tak melukai nya seperti apa yg kamu lakukan dulu pada Tania. Maka, istri mu pasti akan bahagia!


Coba bukalah hatimu kembali. Mama dan Papa butuh penerus dan cucu Nak! Kami kesepian." Pinta Mama


"Niko akan pikirkan." Jawab Niko, lalu ia bangkit dan berlalu keluar rumah untuk berangkat ke Mansion.


INI VISUAL NIKOLAS BRAHMA



Sedangkan di tempat Lain Hana sudah bersiap dengan rencana nya. Dia sudah menemukan cara bagaimana bisa keluar dari neraka mengerikan itu.


Bukan Hana tak senang dengan tempat itu. Dia sangat senang sebab bisa merasakan berbagai pisang dengan ukuran yg berbeda beda.


Tapi Hana tak sanggup, jika dia harus melayani 5 orang sekaligus dalam semalam. Tenaga nya terkuras habis.


Pelayan masuk ke kamar Hana, untuk bersih bersih seperti biasa. Pelayan itu pun masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tempat itu.


Tak lama Hana masuk ke kamar mandi dengan mengendap endap. Dia memegang vas bunga di belakang punggung nya.

__ADS_1


Saat pelayan itu membersihkan bathtub di kamar mandi itu, tiba tiba..


Buugh


Hana memukul bagian leher belakang pelayan itu dengan keras hingga ia jatuh pingsan.


Ppyuuuh


Hana mengusap keringat di dahi nya, setelah itu dia membuka seragam pelayan itu dan memakai nya.


Setelah selesai Hana memoles makeup di wajah nya agar terlihat lebih tua, dan membuat tompel di bagian pipi.


"Sempurna." Ucap Hana saat melihat wajah nya yg terlihat lebih tua dan kusam.


Hana pun mengambil alat alat pembersih dan berjalan dengan hati hati keluar dari kamar nya menuju pintu depan.


"Hey kamu...." Panggil Anton saat melihat Hana keluar membawa alat pembersih.


Degh


'Matilah aku! Kalau dia tahu ini aku, maka dia sudah pasti akan mencincangku?' Batin Hana


Anton menatap Hana dengan menyelidik, dan itu membuat Hana semakin menunduk takut.


VISUAL HANA



Tania baru saja selesai mandi, dia memoles sedikit make-up di wajah nya agar terlihat segar dan menutup mata bengkak nya.


Tania dan Lian akan ke makam dimana Papa nya dikubur.


" Kamu sudah siap sayang?" Tanya Lian saat melihat Tania sudah memakai jilbab hitam.


"Sudah! Ayo, keburu sore."


Mereka pun turun ke lantai satu dan menuju mobil. Sedangkan Juwi dan orang tua Lian sibuk menyiapkan untuk tahlilan nanti malam.


Sepanjang perjalanan Tania hanya diam sambil menatap jalanan di luar mobil. Pikiran nya sedang mengingat semua kenangan bersama dengan Papa angkat nya.

__ADS_1


Kenangan manis yg penuh kasih sayang.


'Pa, bahagialah di atas sana! Tania akan selalu mengirimkan Papa do'a, agar Papa bahagia.' Batin Tania


Sampailah mereka di makam Pak Hery. Tania berjongkok dan mengusap batu Nisan Papa nya. Air mata nya kembali menetes.


Tak dia sangka jika ia akan menemui nya saat Papa nya sudah terbujur kaku di dalam tanah.


"Pa, Tania datang! Tania ada di sini. Tania harap Papa bahagia ya, di atas sana! Tania sedih Pa. Sebab Tania tak ada hiiikkss, Tania tak ada saat Papa menutup mata.


Maafkan Tania yg belum bisa membahagiakan Papa selama ini. Dan terimakasih, sudah mau menganggap Tania sebagai anak Papa, dan mau menyayangi Tania.


Tania sungguh bahagia. Tania merasa benar benar Papa lah Ayah kandung Tania selama ini! Semua kenangan kita, Tania gak akan lupa." Ucap Tania sambil mencium batu nisan Pak Hery.


Kemudian Tania menaburkan bunga di atas makam itu, lalu membaca doa untuk sang Papa.


"Sayang, kita pulang sekarang. Langit sudah gelap! Sepertinya mau hujan." Ajak Lian


"Pa, Tania pulang dulu ya! Tania janji. Tania akan selalu datang kesini." Pamit Tania pada makam sang Papa.


Tania pulang dengan hati sedih, dia mencoba mengikhlaskan kepergian Papa nya walaupun itu berat.


VISUAL LIAN ARGANENDRA



VISUAL TANIA PUTRI



Visual JONATHAN (Jojo)



VISUAL JUWITA MAHARANI



Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2