ISTRI TAK DI INGINKAN

ISTRI TAK DI INGINKAN
Jatuh Cinta Sama Es Kelapa


__ADS_3

Happy Reading 😘😘


Sesuai yg Tania ucapkan kemarin, hari ini dia dan Lian sedang berada di pusat kota yg bernama myeongdong.


Tania membeli oleh oleh buat nanti di bawa pulang, dia juga menjelajahi kuliner di sana bersama Lian.


Kebahagiaan nampak terpancar di wajah nya. Dan itu membuat Lian sangat senang, sebab ia bisa membuat istrinya bahagia bersama nya.


Tania juga sudah menghubungi Juwi tadi pagi, dan Juwi bilang jika Pak Hery baik baik saja.


Padahal kenyataan nya, pak Hery sedang kritis.


Di jakarta.


"Dok bagaimana keadaan Papa?" Tanya Juwi pada dokter Irwan.


"Kita berdo'a saja ya Mbak. Supaya Pak Hery cepat sadar dan keadaan nya membaik."


Juwi sangat sedih melihat Papa nya terbaring lemah dengan banyak selang di tubuh nya. Sejak semalam Juwi tak tidur. Dia menjaga Papa nya, berharap Papa nya akan membuka mata.


"Maafkan aku Tania! Aku terpaksa harus bohong padamu, soal Papa. Aku hanya menjalankan permintaan Papa saja! Mungkin, jika kamu tahu keadaan Papa sekarang bagaimana? Kamu akan langsung pulang kesini. Aku gak mau jika honeymoon kamu berantakan." Monolog Juwi sambil duduk di kursi ruang tunggu.


Hari ini dia meliburkan restoran, sebab Juwi tak bisa meninggalkan Pak Hery di sana sendirian.


"Juwi....." Panggil seseorang yg berjalan mendekat ke arah nya.


"Jojo."


Jojo memang sengaja datang kerumah sakit untuk menemui Juwi. Dia tahu saat ini Juwi sedang bersedih dan butuh penyemangat.


"Kamu ngapain di sini?" Tanya Juwi heran


"Menemui kamu!"


Juwi menunjuk dirinya sendiri dengan wajah bingung.


"Aku! Kenapa?"


"Memangnya kenapa? Apa aku gak boleh nemenin kamu di sini?"


"Bu-bukan gitu! Hanya saja, kamu kan pasti sibuk banyak kerjaan. Aku cuma gak mau saja, kalau nanti kerjaan kamu terbengkalai dan pak Lian marah?"


"Nggak bakal. Yuk, makan siang! Kamu pasti belum makan kan?"

__ADS_1


Jojo sangat yakin jika Juwi belum makan siang, dia pasti terlalu pokus pada Pak Hery.


Krruuuk


Kruuukk


Perut Juwi berbunyi keras menandakan rakyat nya minta asupan makanan. Dengan wajah merah menahan malu, Juwi mengangguk.


Kemudian Jojo menggandeng tangan Juwi ke parkiran.


Degh


Jantung Juwi seakan mau meledak karena di pompa begitu cepat saat Jojo menggandeng nya.


Ada desiran aneh yg menjalar di tubuh Juwi saat tangan mereka bersentuhan. Bahkan saat ini Juwi merasa seperti banyak kupu kupu yg sedang beterbangan di sekitar nya.


'Ya ampun, kenapa dia megang tangan gw sih? Kan gw jadi jedag jedug. Apa iya, kalau gw jatuh cinta beneran sama nih es kelapa?' batin Juwi


Mereka pun naik mobil dan makan di resto yg tak jauh dari rumah sakit.


🌹


🌹


🌹


Jadi dia minta supir buat jemput dia dan Tania.


Tania membeli banyak sekali barang, tentunya bukan untuk dirinya saja. Tapi untuk dia bagikan ke karyawan nya yg ada di resto, pelayan di mansion Arganendra,Mbok Yem, Juwi, Mama dan Papa mertua nya, serta Papa Hery juga.


"Sayang kamu lagi apa sih? Sedari tadi ngotak ngatik ponsel terus?" Tanya Lian sambil menyenderkan kepala nya di bahu Tania.


"Ini, lagi kirim pesan pada Juwi. Menanyakan keadaan Papa!"


Lian hanya beroh ria saja.


"Besok mau kemana lagi?" Tanya Lian


"Euuum... Sepertinya gak dulu sayang! Aku cape, mau istirahat dulu. Nanti kita lanjut lusa." Ucap Tania sambil menggerakan kepala nya ke kiri dan kanan


Krek


Krek

__ADS_1


Bunyi tulang pun terdengar nyaring di telinga Lian, menandakan jika Tania benar benar lelah.


"Nanti kita Spa ya!" Ajak Lian dan langsung di setujui ole Tania.


🌹


🌹


🌹


Plak


Plak


Plak


Plak


Di sebuah kamar, seseorang sedang merintih kesakitan sebab di pukul dengan tali pinggang sampai badan nya merah merah.


"Aaaghhhh, ampuun.... Ampuni aku..... Aawwwhh." Rintih Hana saat merasakan tubuh nya remuk.


"Kau bilang ampun! Tidak ada kata ampun buat kau jal*ng. Kau sudah menggigit belalaiku, dan sekarang kau harus menanggung akibat nya?" Bentak Anton dengan penuh amarah.


Plak


Plak


Plak.


Sabetan sabuk pinggang terus menghantam badan Hana yg sudah terkulai lemas di atas kasur.


Dia tadi sedang melayani Anton, tapi karena belalai Anton bekas area bawah dan belum di cuci. Anton menyuruh Hana men servis nya dengan sepoengob.


Karena Hana jijik, dia pun menggigit belalai Anton, hingga lelaki itu kesakitan dan menjadi murka.


Hana benar benar sudah menggali lubang kubur nya sendiri.


"Aaawwhhh... Ampun Bos... Ampun." Rintih Hana sambil menangis.


Tapi Anton tak perduli, dia malah semakin gencar mencambuk Hana hingga wanita itu pingsan dengan badan membiru dan merah merah.


Setelah Hana pingsan, Anton pun keluar meninggalkan Hana dan menyuruh pelayan di sana untuk mengganti baju Hana.

__ADS_1


Bersambung.........


__ADS_2