
Happy Reading😘😘
Acara tasyakuran 4 bulan Tania pun sudah di tiba. Kini semua orang sibuk dengan acara yg sebentar lagi akan di mulai.
Bahkan Lian menempatkan 30 pengawal untuk menjaga acara itu. Sebab ia tak mau jika terjadi apa apa sama istri maupun keluarganya.
Tania juga sudah siap dengan gamis putih, di balut pasmina senada. Membuat kecantikan nya 10 kali lipat terpancar.
"Yuk keluar sayang! Sebentar lagi, acara akan segera di mulai." Ucap Mami
Tania mengangguk lalu keluar kamar bersama dang Mami. Mereka menuju ruang tengah dimana acara di lakukan.
Sedangkan Lian dan kedua orang tua nya, serta Papi Arya sedang sibuk menyambut para tamu dari kolega bisnis mereka.
Di gerbang depan, para pengawal sedang memeriksa para tamu undangan. Hingga saat seorang wanita paruh baya masuk dan di hentikan oleh pengawal, sebab akan di periksa.
Pengawal itu memeriksa mulai dari Tas sampai seluruh tubuh, demi menjaga acara dan keselamatan bos mereka.
Wanita itu nampak tegang saat pengawal meraba bagian kaki. Dengan dada berdebar dia berharap pemeriksaan itu berakhir.
"Anda boleh masuk." Ucap Pengawal itu
Wanita itu tersenyum miring, seperti sedang merencanakan sesuatu yg jahat.
Di dalam acara baru di mulai, di pimpin oleh ustadz dari sebuah pesantren. Acara pun di lakukan dengan tenang dan juga khusyuk.
🌹
🌹
🌹
Setelah acara selesai, Tania dan Lian membagikan bingkisan dan juga amplop yg sudah di siapkan untuk para anak yatim yg datang.
"Pu, aku mau ke kamar dulu ya! Kebelet nih?" Ucap Tania saat semua anak yatim sudah pulang.
__ADS_1
Kini hanya ada beberapa kolega bisnis dari Lian dan keluarga nya dan juga Tania.
"Aku temenin ya!" Tawar Lian
"Nggak usah Ian. Kamu kan harus nemenin para tamu? Biar Tania, Mami aja yg temenin!" Ucap Mami
Lian pun mengangguk lalu Tania dan Mami melangkah menuju kamar. Mereka tak sadar jika ada yg mengikuti mereka di belakang.
"Loh, kok pintu kamar mandi nya di kunci? Hallo.... Di dalam siapa?" Teriak Tania sambil mengetuk pintu kamar mandi.
Tok
Tok
Tok
"Ini gw Tan." Jawab seseorang di dalam kamar mandi.
Tak lama pintu kamar mandi pun terbuka, nampaklah Juwi yg baru saja selesai buang air kecil.
"Sorry ya! Tadi kamar mandi tamu rame. Jadi gw kesini deh!" Ucap Juwi
Mereka bertiga gak sadar jika seseorang masuk kedalam kamar, dan bersembunyi di samping lemari. Sebab mereka membelakangi pintu, jadi tidak sadar.
Tania pun masuk ke kamar mandi, dan tak lama keluar dari kamar mandi. Sedangkan Mami dan Juwi sedang duduk di sofa membahas acara tadi.
Tania berjalan ke dekat lemari, untuk berganti pakaian. Sebab ia sangat kegerahan.
"Sayang, kamu mau ngambil apa?" Tanya Mami
"Mau ambil baju Mi. Gerah banget."
Tania membuka lemari, dan mengambil baju daster selutut. Saat dia menutup pintu lemari. Tania di kejutkan dengan kehadiran seseorang di samping pintu lemari.
Aaaghhh
__ADS_1
Tania menjerit, membuat Mami dan Juwi menengok. Mereka berdua sangat terkejut saat melihat seorang wanita berdiri di hadapan Tania dengan sebilah pisau.
"I-ibu..." Gugup Tania dengan wajah terkejut saat mengetahui siapa wanita di hadapan nya, yg sedang tersenyum jahat dengan pisau di tangan kanan nya.
Mami dan Juwi mendekat ke arah Tanja, tapi wanita itu menghentikannya.
"Diam di situ! Atau ku habisi dia, dengan kandungan nya sekaligus. " Ancam bu Kus.
Iya, wanita itu adalah Bu Kus. Dia kabur dari RSJ setelah dia bertemu dengan Tania tempo hari.
Dia sangat membenci Tania, hingga saat melihat Tania bahagia. Dia ingin membalas dendam sebab gara gara Tania, Hana pergi dan kekayaan mereka lenyap
"I-bu... Kapan ibu masuk?" Ucap Tania dengan wajah takut saat melihat pisau yg mengkilat di tangan bu Kus.
"Kamu harus mat* wanita sial*n. Kamu harus ku lenyapkan! Gara gara kamu Niko mengusirku dan Hana. Dan gara gara kamu juga, Hana tak pulang." Ancam Bu Kus sambil mengacungkan pisau itu pada Tania.
"Buk! Tolong singkirkan pisau itu Buk. Tania mohon...."
Bu Kus malah tertawa terbahak bahak, saat mendengar ucapan Tania.
"Kamu bilang apa! Singkirkan? Iya, aku akan singkirkan. Tepatnya menyingkirkan mu. Hahaha........" Tawa Bu Kus menggelegar.
Juwi yg melihat itu segera menelfon Lian dan memvideo call nya.
"Jangan sakiti anak saya! Jika kamu berani menyakitinya secuil saja, maka saya akan pastikan kamu menderita!" Ucap Mami.
Bu Kus melihat ke arah Mami, dengan wajah menyeramkan nya. Dia menunjuk Mami.
"Kau bilang dia anakmu? Hahaha..... Bagus, bagus kalau gitu? Aku bisa habisi kalian berdua?" Ucap lantang Bu Kus sambil menatap Tania dan Mami bergantian.
Dia berjalan semakin mendekat ke arah Tania. Tania yg melihat itu, segera memeluk perut nya. Hingga badan nya terpentok tembok dan tak bisa lari lagi.
"Jauhi anaku." Ucap Mami dengan marah
"Diam! Kau akan dapat giliran nya nanti."
__ADS_1
Bu Kus berjalan semakin mendekat ke arah Tania, dengan senyum menyeringai dan jahat nya. Bahkan dia memainkan pisau yg ada di tangan nya.
Bersambung.....