
Happy Reading 😘😘
Lian dan Tania pulang kerumah setelah pergi USG tadi sore. Mereka sengaja pulang ke Mansion Atmajaya, sebab mereka ingin memberitahukan kabar bahagia itu pada Mama Rena dan Papa Wahyu.
"Loh, kalian tumben pulang kesini?" Tanya Mama Rena saat berada di meja makan.
Tania melirik ke arah suaminya. Kemudian Lian mengangguk.
Tania pun mengeluarkan sebuah amplop, dan di berikan pada Mama Rena. Dengan wajah bingung Mama Rena menerima surat itu.
"Apa ini?" Tanya Mama Rena
"Mama buka saja!" Jawab Lian
Mama Rena dan Pak Wahyu saling pandang, lalu dengan perlahan Mama Rena membuka amplop itu.
Kedua pasang mata itu menatap Lian dan Tania bergantian, mata mereka memancarkan kebahagiaan.
"Sayang, apa ini benar? Kamu hamil?" Seru Mama Rena dengan antusias.
Tania mengangguk, mengiyakan ucapan Mama mertua nya. Mama Rena langsung memeluk tubuh Tania. Dia begitu bahagia saat mengetahui kabar bahagia itu.
"Pa! Kita akan jadi Oma dan Opa Pa? Kita akan punya Cucu?" Antusias Mama Rena sambil memandang suami nya.
"Iya Ma! Papa juga sangat senang. Selamat ya Tania, Lian. Papa do'a kan agar kandungan Tania sehat selalu!"
"Aamiin....."
Tak lama pelayan membawa makanan ke meja makan, dan seketika Tania menutup hidung nya.
Dia langsung menjauh dari meja makan, dan itu membuat Mama, Papa dan semua pelayan menjadi heran.
"Sayang, kamu kenapa?" Tanya Mama Rena
. "Maaf Ma! Tania gak bisa ikut makan malam kayaknya? Tania mual kalau nyium bau masakan Ma?" Jujur Tania
Mama Rena mengusap kepala menantunya itu, dia paham apa yang Tania rasakan saat ini. Dia pikir pasti Tania sedang ngidam.
"Lalu, kamu mau makan apa? Walau gimana kan kandungan kamu harus ada asupan makanan sayang! Jadi, kamu makan yang kamu mau aja?"
__ADS_1
"Eum, sebenernya aku lagi pengen sesuatu Ma?"
"Apa itu?"
"Tania lagi pengen makan Tekwan yang ada di jalan Subroto itu? Kayaknya enak deh! Seger." Ucap Tania sambil menelan Ludah nya dengan kasar.
Mama Rena yang melihat itu terkekeh kecil. Lalu ia memanggil Lian.
"Ian, istri kamu kan lagi ngidam! Dia gak bisa masuk makanan di Mansion ini. Jadi, kamu turutin kemauan Tania ya? Dia lagi mau Tekwan yang ada di jalan Subroto."
"Apa! Tekwan? Makanan apa itu?" Bingung Lian
"Itu Loh Sayang! Makanan yg dari aci?" Ucap Tania
"Sayang, kamu kalau ngidam yang sehat sih? Biar anak kita juga sehat?" Protes Lian
"Jadi kamu gak mau beliin?" Tania mulai menangis, saat Lian menolak membelikan nya Tekwan.
"Loh, kok nangis sayang? Bukan gitu maksud aku! Aku kan cuma--"
"Kamu ini, timbang turutin istri kamu aja apa susahnya sih Ian? Apa kamu mau, kalau nanti anak kamu lahir, terus ileran?" Ujar Mama Rena
"Yasudah kamu belikan sekarang!"
"Tapi Ma! Aku gak tahu penjualnya sebelah mana?"
"Ada di jalan Subroto, depan Indom*rt Sayang! Terus gerobak nya warna ijo." Jelas Tania.
Dengan langkah gontai Lian pun keluar dari Mansion menuju mobil nya. Jika bukan karena anak yang ada di kandungan Tania. Lian gak akan mau jika Tania makan makanan pinggir jalan begitu.
Dengan kecepatan tinggi Lian pun melakukan mobil nya membelah jalanan. 25 menit, dia pun sampai di tempat tujuan.
Lian melihat gerobak berwarna hijau yang ramai oleh pembeli. Kamudian dia keluar dari mobil dan mengantri bersama pembeli yang lain.
'Jika bukan karena Tania yang meminta, aku sudah pasti malas mengantri di sini!' Batin Lian.
Setelah 10 menit mengantri, Lian pun memesan 2 porsi tekwan. Dia takut jika nanti Tania akan meminta nya lagi, jadi Lian membeli dua porsi.
"Berapa pak?"
__ADS_1
"20 ribu saja Mas!" Lian mengeluarkan uang berwarna merah satu lembar.
"Gak usah pak! Kembalian nya ambil saja." Ucap Lian saat pak Tua itu mau memberi kembalian.
"Ya Allah, makasih Mas."
Lian mengangguk, lalu masuk kedalam mobil nya lagi. Kemudian melaju meninggalkan tempat itu untuk pulang menuju mansion.
Saat Lian sampai di Mansion, dia tak melihat istrinya di bawah. Lalu Lian menaruh makanan itu di meja makan, dan menyuruh pelayan menyiapkan nya dan membawa nya ke kamar.
Krieeet
Pintu kamar terbuka, nampak Tania sedang duduk di depan laptop yg sedang melakukan panggilan Video bersama Juwi.
"Udah dulu ya Wi. Misua ku datang!" Ucap Tania sambil melambaikan tangan nya ke arah Juwi.
Tania menatap Lian dan menengadahkan tangan nya.
"Mana tekwan nya sayang?" Pinta Tania
Tok
Tok
Tok
"Masuk!" Ucap Lian
Pelayan pun masuk membawakan dua porsi tekwan, tapi di jadikan satu mangkok. Tania yang melihat itu menatap Lian dengan heran.
Sebab setahu Tania porsi nya tidak sebesar dan sebanyak itu.
"Sayang, ini banyak banget?"
"Iya, aku sengaja beli dua porsi." Jawab Lian sambil duduk di samping Tania.
Tania dengan tak sabar segera memakan tekwan di mangkok itu, sedangkan Lian hanya diam melihat sang istri makan.
'Sederhana nya kamu sayang!' Batin Lian
__ADS_1
Bersambung.......