
Hallo semua. Author mau Promosi Novel ya😘Ini Novel Author juga. Tapi adanya di Aplikasi Sebelah😙Nama Aplikasinya Akan Author Sematkan di Kolom Komentar ya😉JADI JANGAN LUPA MAMPIR GUYS🤗🙏🏻😘
Happy reading ....
Sesuai dengan permintaan nya Aisyah, tepat jam 10.00 pagi dia meminta untuk pulang, karena dirinya merasa keadaannya juga sudah baik-baik saja.
Okta menawarkan untuk mengantarkan Aisyah, tetapi wanita itu menolak. Namun, Okta memaksa, sebab dia juga khawatir tentang keadaan wanita tersebut, di mana wajahnya juga masih terlihat pucat.
Akhirnya Aisyah pun tidak punya pilihan lain, sebab untuk mengendarai sepeda juga ia tidak sanggup. Badannya masih terasa sedikit lemas.
Tidak ada obrolan selama dalam perjalanan, wanita itu hanya diam saja, karena dia memikirkan cacian dan makian serta kemarahan yang akan menyambut kepulangannya.
Sudah pasti Andre, Bu Lisa dan juga Putri akan marah, karena kemarin seharian Aisyah tidak pulang ke rumah.
1 jam perjalanan, mobil pun telah sampai di depan pekarangan rumah milik suami Aisyah. Okta melihat di mana rumah yang berdiri sederhana dengan cat berwarna hijau, namun sudah mulai pudar.
"Ini rumah suamimu?" tanya Okta dan langsung dibalas anggukan oleh Aisyah.
"Iya Tuan Okta, ini rumah suami saya. Maaf, saya tidak bisa menawarkan Anda untuk masuk, sebab takut terjadi fitnah."
"Tidak apa-apa, saya mengerti kok."
__ADS_1
"Terima kasih sekali lagi Tuan, karena Anda sudah menolong saya. Kalau begitu saya pamit." Aisyah pun menundukkan kepalanya kemudian dia keluar dari mobil.
Sementara Okta meminta sopir untuk mengeluarkan sepeda Aisyah dari bagasi. "Ini Mbak sepedanya," ucap sopir tersebut.
"Terima kasih ya Pak, maaf jika merepotkan," ucap Aisyah dengan tulus.
"Tidak apa-apa Mbak, kalau begitu saya masuk dulu yax" jawab sopir tersebut.
Aisyah mengangguk, kemudian dia masuk ke dalam rumah. Dan saat Aisyah hampir memasuki pintu, dia melihat Bu Lisa, Andre dan juga Putri sudah menyambutnya dengan wajah yang garang.
Wanita itu hanya menghela nafas dengan pelan. Dia tahu apa yang akan terjadi nanti. Aisyah sudah menerima konsekuensinya, karena pasti kemarahan, hinaan dan juga siksaan akan diterimanya.
"Assalamualaikum," ucap Aisyah.
Okkta dari mobil kaget saat melihat wanita itu disiksa. Dia ingin keluar, akan tetapi seketika pria itu menghentikan langkahnya. Dia tidak mungkin ikut campur dalam keluarga Aisyah, namun dia kasihan saat melihat Aisyah seperti itu.
'Aku ingin menolongnya, tapi aku tidak ingin membuat Aisyah dalam masalah. Pasti mereka akan salah paham.' batin Okta.
Dengan berat hati, dia pun pergi meninggalkan rumah Aisyah. Namun, hatinya merasa tak tenang, karena sedari tadi Okta terus terpikirkan dengan kejadian yang baru saja ia lihat.
"Bagus ya baru pulang kamu, hah! Dari mana aja kamu seharian nggak pulang? Sekarang kamu baru ingat rumah?! Dasar istri tidak tahu diri!" bentak Andre sambil menampar wajah Aisyah.
__ADS_1
PLAK!
Kepala Aisyah yang masih terasa pusing pun makin sakit, saat tamparan yang begitu keras mendara mulus di pipinya. Dia mencoba untuk berpegangan pada tembok, lalu berdiri dan menatap ke arah ketiga orang yang saat ini tengah menatapnya dengan garang.
"Aku kemarin masuk rumah sakit, Mas."
"Halaa! Bohong. Kalau kamu masuk rumah sakit, kenapa tidak mengabari kami, hah?! Alibi mu pintar sekali mengeles seperti bajaj. Oh ... atau jangan-jangan, kau habis menjajakan tubuhmu di pangkalan Gang pada pria-pria lain? Iya!" tuduh Bu Lisa dengan intonasi yang lantang.
Membuat beberapa warga yang tengah melintas di halaman rumah mereka seketika berhenti, dan menatap ke arah keributan tersebut.
"Bu Lisa, ada apa ini? Kenapa ribut-ribut?" tanya salah satu ibu-ibu.
Putri yang melihat ada beberapa kerumunan ibu-ibu gosip pun kemudian tersenyum menyeringai, lalu dia melewati Aisyah dan menubruk pundaknya.
"Ini loh ibu-ibu, si Aisyah ini. Masa baru pulang? Kemarin seharian dia hilang nggak tahu ke mana, dan ternyata dia menjajakan tubuhnya pada pria lain? Benar-benar menjijikan!" sindir Putri sambil menatap sinis ke arah Aisyah.
"Tidak! Itu tidak benar. Kamu jangan berbicara yang tidak-tidak ya, Putri! Itu semua fitnah. Saya tidak pernah menjajakan tubuh ini pada siapapun! Itu adalah perbuatan dosa." bantah Aisyah dengan gelengan kepala.
Dia tidak terima jika dirinya difitnah sedemikian rupa oleh Putri dan juga mertuanya, karena Aisyah tidak pernah melakukan hal sekotor itu.
"Halaah! Mana ada maling mau ngaku? Nih ya, ibu-ibu. Dia itu selama di sini kerjanya tuh cuma tidur aja, yang ngerjain pekerjaan rumah itu saya dan juga Putri. Terus kemarin, dia malah pergi dan nggak tahu ke mana. Sekarang baru pulang? Apa coba kalau tidak bermain dengan laki-laki lain?" tuduh Bu Lisa dengan tatapan yang begitu memancarkan kebencian kepada Aisyah.
__ADS_1
BERSAMBUNG....