Istri Tengil Ceo Dingin

Istri Tengil Ceo Dingin
Bab 10


__ADS_3

Setelah turun dari pesawat Siska langsung di bawa ke mansion milik keluarga Devan. Siska menaiki mobil nya setelah pengawal membukakan pintu untuk nya setelah Siska masuk devan pun ikut masuk dan duduk di sebelahnya.


"maaf untuk yang tadi, aku memang terbiasa suka ngiler kalau lagi tidur " ucapnya pelan. Siska tidak berani menatap wajah devan karena sudah pasti akan terlihat menakutkan dengan tatapan tajam nya.


Devan hanya mendengus mendengar permintaan maaf nya Siska, dia tadi sempat terpesona oleh kecantikan Siska pas lagi tertidur, tapi sekarang malah jadi ilfil.


"Siska dengar. saya tidak suka wanita yang jorok" ucapnya serius.


"tapi kan itu tadi aku gak sengaja, kan aku tadi lagi tidur mana inget kalau aku membuat sebuah pulau di bahu kamu".


Devan hanya terdiam memasang earphone dan mendengar kan musik sesekali dia pun nampak mengetik di ponsel pintar nya.


" huh di kacangin" dengus nya. Siska pun akhirnya memilih diam dan membuka ponsel nya yang seharian kemarin tidak dia buka sama sekali.


pas di buka, sederet chat dari teman teman nya mulai bermunculan.


"sis, kapan lo mau masuk kuliah? " Rico M


"Siska, lo kemana aja ko gak ada kabar gimana masih lanjut kuliah kan " Aldo V.


"sis, banyak yang nyariin lo nih, lo kemana aja " Amel S.


"beb, kamu jadi nikah, gimana suami nya ganteng gak" Siska langung mendengus sebal setelah membaca chat dari indah. "awas ya ndah ketemu nanti aku akan bikin perhitungan dengan mu" gumam nya.


setalah perjalanan memakan waktu sekitar 2 jam akhirnya mobil memasuki kawasan perumahan elit di sana terlihat dari rumah rumah yang sangat megah juga indah.


mobil pun memasuki gerbang yang terlihat menjulang tinggi setelah masuk di lihatnya mansion yang berdiri kokoh, terlihat sangat mewah juga elegan dengan model modern berwarna putih di padukan dengan warna gold.

__ADS_1


mata Siska langsung bergerak lincah melihat ke arah kanan juga kiri "sangat luas " ucapnya.


mobil pun berhenti tepat di depan pintu utama, di sana sudah terlihat para pelayan juga pengawal berbaris dengan rapi menyambut tuan dan nyonya muda mereka. Devan membawa Siska masuk kedalam rumah, di sana juga momy Celine dan dady Mario sudah duduk manis menunggu anak dan menantu mereka datang.


"selamat datang di rumah kami menantu ku sayang, kita berjumpa kembali" momy Celine langsung berdiri dan menghampiri menantu nya yang masih memantung di tempat . momy Celine langsung memeluk erat Siska.


"i-ibu? kenapa ada di sini? tanya Siska yang kaget karena ada orang yang sangat di kenal nya di rumah ini.


" ini rumah ibu sayang, sekarang jangan panggil ibu yah tapi panggil momy, momy Celine seperti Devan karena kamu sudah menjadi menantu momy di rumah ini " ucapnya sambil melepaskan pelukan nya dari siksa.


"mom, ajak menantu kita untuk duduk terlebih dahulu kasian mereka habis perjalan jauh pasti lelah " momy Celine pun menarik lembut lengan Siska dan membawanya duduk di sopa dengan dady Mario.


"nasib anak tiri begini deh" gumam devandra sambil mengekor di belakang istrinya.


"kamu sudah makan sayang" Siska reflek menggelengkan kepala nya karena memang Devan belum mengajaknya untuk makan siang mau bicara pun masih takut karena kejadian tadi di pesawat.


momy Celine langsung membawa Siska ke meja makan untuk makan malam karena waktu sudah menunjukan pukul setengah 7 malam.


selesai makan momy Celine langsung mengajak Siska untuk duduk bersamanya di ruang keluarga sambil meminum teh hangat. Siska masih sangat canggung di rumah ini apalagi bertemu dengan ibu Celine yang dulu pernah dia tolong 1 tahun yang lalu!


"momy gimana ceritanya ko bisa kenal dengan Siska, padahal kalian baru pertama kali bertemu? "Devan yang penasaran langsung membuka suara.


flashback 1 tahun yang lalu.


seorang perempuan cantik dengan seragam putih abu abunya tengah mengendarai mobil kesayangan dengan santai tapi kemudian.


chiitttt brakkk

__ADS_1


suara decitan ban mobil lalu terdengar menabrak sesuatu, di lihat nya sebuah mobil mewah berwarna merah menabrak pohon di pinggir jalan. perempuan yang melihat kejadian itu pun panik dan langsung menghentikan laju mobil nya memarkirkan nya sembarang arah.


Dia langsung berlari ke arah mobil yang sudah mengeluarkan asap tebal dari arah depan, di lihat nya seorang wanita parubaya tengah pingsan dengan wajah berlumaran darah dan kakinya terjepit dengan susah payah perempuan itu berusaha mengeluarkan ibu ibu yang ada di dalam mobil nya, setelah berhasil mengeluarkan nya dia langsung memapah ibu itu menuju mobil nya. baru beberapa langkah dia pun mendengar bunyi ledakan dari arah belakang. hawa panas pun sangat terasa ke punggungnya.


setelah berhasil memasukan ibu yang dia tolong dengan kecepatan tinggi perempuan itu membawa nya kerumah sakit. sesampainya di depan IGD dia langsung berlari kedalam mencari perawat juga dokter untuk segera menolong ibu yang dia bawa.


"suster, dokter tolong saya di dalam mobil ada ibu ibu yang habis kecelakaan tolong cepat " teriaknya dengan panik.


seorang perawat laki laki dengan sigap membawa bangsal dan membawa ibu ibu tadi yang masih tidak sadar kan diri ke dalam ruang gawat darurat.


setelah menunggu dengan gelisah lebih dari setengah jam seorang suster keluar dari ruangan dan menghampiri perempuan tadi yang membawa korban kecelakaan.


"maaf dek, adek siapanya ibu itu yah apa adek anak nya" tanya seorang perawat.


"sa-saya tidak tau keluarga nya dokter tadi saya menemukan ibu itu kecelakaan di jalan mobilnya menabrak pohon besar di pinggir jalan" ucapnya dengan gugup jujur saja dia sangat sangat takut dan trauma dengan yang namanya darah, tapi demi menyelamatkan nyawa orang dia lawan rasa takut dan trauma yang di alaminya.


"apa ada tas korban, untuk mencari tau siapa keluarga nya?" tanya suster.


"tadi saya hanya sempat menyelamatkan ibunya saja , mobilnya keburu meledak" ucap nya.


"baiklah, tenang kan dirimu nanti biar dokter yang berbicara dengan mu, saya permisi dulu" dia hanya mengangguk dan suster itu pun pergi meninggalkan nya sendiri di sana.


"mari ikuti saya dek" perempuan itu pun mengikuti dokter itu ke ruangan nya.


"apa yang terjadi dengan ibu itu dokter, dia tidak apa apa kan? " tanya nya setelah sampai dan duduk berhadapan dengan seorang dokter muda.


"ibu itu mengalami patah tulang di kaki kiri nya, juga mengalami pendarahan di otak yang mengharuskan nya untuk di lakukan tindakan oprasi" ucap dokter.

__ADS_1


"A-apa oprasi dokter "


__ADS_2