
Siska menyingkap tirai penutup pintu kaca dan membuka pintu kaca yang menghubungkannya ke balkon. siska menaiki tangga yang ada di dekat balkon untuk naik ke atas genteng dan duduk bersantai menikmati malam di sana. Siksa sangat menikmati sensasi dingin nya malam hari Terlihat malam ini langit sangat cerah Siska melihat banyak nya bintang-bintang malan ini bulan pun terlihat bersinar sangat terang.
Siska menunjuk salah satu bintang yang bersinar sangat terang "mah, apa mama bisa melihat dan merasakan apa yang Siska rasakan sekarang? maaf kan Siska, Siska gak sekuat itu mah, Siska hanya seorang wanita biasa yang punya perasaan sakit hati, meski selalu Siska tutupin dengan keceriaan " gumam nya. Siska memejamkan matanya merasakan hembusan angin malam menyentuh lembut kulit wajahnya.
"Do'akan Siska ya mah, smoga kedepan nya kehidupan Siska lebih baik dari sekarang,Siska juga ingin di sayangi oleh orang yang Siska sayangi" Siska jadi teringat sang kakak yang masih menutup diri terhadap nya, Siska selalu berpikir kapan kakaknya akan membuka diri pada dirinya dan mau menerima siksa menyayanginya Siska sepenuh hati.
_____
Sementara di bawah sana para pelayan juga pengawal di buat kewalahan mencari nyonya mereka. Tuan Devan yang tadi sudah merebahkan tubuhnya pun langsung bangun setelah mendengar kegaduhan dari luar kamar nya.
"Ada apa ini? Kenapa kalian ribut sekali, lihat sekarang sudah jam berapa dan kalian malah membuat kegaduhan " Ucapnya tegas sambil menatap tajam para pelayan dan pengawal di rumah nya. Bagaimana tidak marah di lihat nya sekarang jam sudah menunjukan pukul 23:45 hampir tengah malam tuan Devan yang tadinya sudah merebahkan tubuhnya dan bersiap untuk menjelajahi alam mimpi harus terbangun kembali karena kegaduhan yang mereka buat.
"Maaf kan kami tuan, kami tidak bermaksud menggangu waktu tidur anda, kami sedang mencari nyonya yang tidak ada di dalam kamarnya tuan" Ayu meminta maaf dan memberitahu kan bahwa mereka sedang mencari nyonya mereka, meski ayu menyampaikan berita nya dengan tubuh gemetar ketakutan.
"Apa? Siska tidak ada di kamarnya ?" Tanya nya dengan suara dingin menusuk sampe ketulang. Mereka semua tertunduk dan gemetar, mereka takut dengan tuan nya karena Devan tidak akan mengampuni mereka yang membuat kesalahan sekecil apapun.
"Maaf kan saya tuan, tadi saya pikir nyonya sudah tidur pas saya tinggal, karena memang nyonya sudah memejam kan matanya makanya saya berani keluar, tapi saat saya masuk lagi untuk memeriksa nyonya sudah tidak ada di dalam kamar nya. Tolong ampuni kesalahan yang saya perbuat tuan" Ayu sangat ingin menangis sekarang tubuhnya sudah gemetar keringat dingin sudah mulai membasahi pelipis nya.tapi sebisa mungkin ia tahan untuk tidak mengeluarkan air mata juga isakan. karena tuan nya akan lebih murka kalau ada pelayan yang melakukan kesalahan tapi malah menangis untuk memohon pengampunan. Ayu sudah pasrah karena memang nanti dia harus menyiapkan dirinya untuk siap di beri hukuman.
"Kalian ini memang tidak becus, menjaga rubah kecil saja tidak bisa, apa yang kalian lakukan hah sampai tidak mengetahui kepergian nyonya kalian " Bentak nya dengan amarah yang sudah memuncak, Devan sangat marah waktu istirahat nya sudah terganggu di tambah lagi dengan berita istrinya melarikan diri.
Para pelayan juga pengawal menundukkan kepalanya, tidak ada yang berani membuka suara lagi karena memang mereka sudah lalai.
"Sekarang cari rubah kecil itu sampai ketemu, kalau tidak ketemu juga. Pilih saja hukuman apa yang ingin kalian dapatkan" Ancam nya dengan nada tegas.
__ADS_1
Setelah Devan membubarkan mereka untuk berpencar mencari Siska dia pun masuk ke ruang kerja nya untuk menenangkan pikirannya. "Memang perempuan pembuat masalah" Ucapnya sambil menyalakan rokok dan menghisap nya perlahan " Bisa bisa nya momy suka dengan gadis seperti itu, apa mata momy sudah mulai rabun" Devan tidak habis pikir dengan Siska tadi dia yang bersikeras untuk mempertahankan pernikahan mereka tapi sekarang Siska pula yang melarikan diri.
flashback
"Devan, sampai kapan kamu akan terus seperti ini hidup dalam kesendirian, kamu lihat momy sama dady sudah sangat menginginkan cucu" momy Celine duduk di sopa bersebrangan dengan anak sulung nya itu, sementara Dady Mario duduk dekat dengan istrinya sambil melihat lihat majalah yang biasa istri nya baca.
"Devan bisa saja menikah mom dan memberikan mom cucu yang banyak, tapi Devan hanya ingin menikah dengan jesica, momy tau devan hanya mencintai jesica bukan yang lain, bahkan 4 istri Devan yang dulu gak ada yang bisa membuat Devan jatuh cinta" ucapnya sambil meminum kopi.
momy Celine mendengus mendengar ucapan anak nya. "pokonya keputusan momy sudah bulat momy tidak ingin kamu menikah dengan jesica, dia bukan perempuan yang tepat untuk kamu devan, dia bukan calon istri yang baik" momy Celine sedikit menaikan volume suara nya.
"Devan dengar momy sudah menyiapkan calon istri lagi untuk mu momy berharap pernikahan mu yang sekarang bisa awet sampai maut yang memisahkan, momy tidak ingin ada perceraian untuk kelima kalinya apa kamu tidak malu hah?" momy Celine berkata dengan bersungguh sungguh.
"tapi mom, mau momy cariin Devan istri sebanyak apapun gak akan pernah ada yang cocok hati Devan sudah untuk jesica seorang, maaf mom Devan menolak rencana momy yang sekarang" ucapnya tegas.
"Tapi Dad" ucapnya.
"tidak ada tapi tapian!
" kalau gitu Devan mau buat kesepakatan dengan momy dan juga dady, kalau pernikahan Devan yang ini gagal lagi, Devan tidak bisa jatuh cinta pada gadis pilihan kalian, Devan mau kalian restui devan menikah dengan jesica" ucapnya.
"oke momy setuju" momy Celine langsung menyetujui apa yang anak nya ingin kan, momy Celine bertekad dalam hatinya akan membuat devan membuka hatinya dengan untuk wanita lain dan melupakan jesica, momy Celine sangat tau bagaimana jesica sebenarnya di belakang anaknya.
"momy apa apaan, ko malah di setujui" ucap Dady Mario keberatan.
__ADS_1
"sttttt, sudah Dady diam saja oke " ucapnya sambil tersenyum.
_____
Siska masih anteng tiduran di atas genteng sambil menghayal dirinya bisa hidup bahagia dengan anak dan suaminya kelak , juga sang kakak yang akan membuka dirinya tak membuat benteng yang menghalangi mereka.
Saat tengah melamun, Siska mendengar orang orang tengah pada ribut di bawah dia melongok kan kepala nya melihat ke bawah. "Apa yang mereka lakukan malam malam begini" Gumam nya. "Hey apa yang kalian lakukan"? Siska berteriak dari atas genteng. Pengawal yang mendengar suara orang berteriak langsung mendongkakan kepala nya melihat ke arah sumber suara.
Pengawal pun di buat terkejut melihat sang nyonya yang berada di atas genteng rumah tuan Devan.
" Astaga, nyonya apa yang anda lakukan di atas sana hati hati jangan bergerak diam di situ" Teriak salah satu pengawal dari bawah.
" Jo, cepat kasih tau tuan Devan kalau nyonya sedang berada di atas genteng hendak bunuh diri" Ucapnya dengan cepat. Bejo pun tak kalah terkejut melihat nyonya muda mereka tengah berada di atas genteng. Setelah mendengar perintah dari teman nya bejo berlari masuk kedalam mansion untuk memberi tahu tuan nya.
Siska yang melihat para pengawal panik saat melihat nya ada di atas genteng jadi merasa heran. "Ada apa dengan mereka, ko pada panik gitu. Apa ada maling? " Gumam nya, Siska belum sadar kalau dirinya lah yang sudah membuat keributan dan membuat semua orang panik. Siska masih mematung di tempat nya sambil mengamati apa yang para pengawal lakukan.
Tok
Tok
Tok
Tanpa menunggu sahutan dari dalam ruangan, Bejo langsung membuka pintu ruang kerja tuan Devan "tuan nyonya sudah di temukan dia ada di atas genteng hendak bunuh diri" Devan yang tadi duduk santai pun langsung menegakan tubuhnya.
__ADS_1
"Apa bunuh diri?