Istri Tengil Ceo Dingin

Istri Tengil Ceo Dingin
Bab 25


__ADS_3

"siap tuan besar" Marco memang sudah mengantongi semua bukti bukti perselingkuhan juga maksud dan tujuan jesica mendekati Devan, Marco sudah menyelidiki jesica dari jauh jauh hari dia ingin memberi tahu kan pada atasan nya tapi Marco menunggu waktu yang tepat untuk memberi tahu kan semua nya. karena cinta buta nya membuat Devan menutup mata juga telinga tentang jesica.


setelah melihat tuan dan nyonya besar nya tak ada lagi di sana, Marco mendengar suara barang pecah dari dalam ruangan atasan nya. Marco membuka pintu dan melihat ke dalam ruangan Devan yang sudah acak acakan juga banyak pecahan kaca pas bunga yang Devan lempar semarang arah.


"tuan, tolong anda tenang " Marco mencoba menenangkan atasan nya yang sedang melampiaskan emosinya.


"pergi, pergi ke luar dari ruangan saya" bentak nya pada Marco. Marco enggan untuk keluar dari ruangan Devan saat melihat tuan nya sedang dalam keadaan kacau seperti ini karena bisa saja tuan nya akan berbuat hal di luar nalar.


melihat Marco yang masih berdiam diri di tempat nya Devan menatap Horor ke arah Marco yang sudah mulai bergidik ngeri melihat tuan nya di kuasai amarah.


"apa kamu tidak dengar, saya bilang keluar Marco" bentak nya. dengan berat hati Marco pun keluar dari dalam ruangan Devan yang masih saja menghancurkan barang apa saja yang ada di hadapannya.


____


Di kampus nya Siska sudah menyelesaikan mata pelajaran kuliah nya hari ini, "akhirnya kelar" Siska berjalan keluar dari dalam kelas disana sudah Deby yang menunggunya.


"mba Deby ayo kita makan dulu, sudah lapar nih abis itu baru kita langsung pulang " Siska melihat jam di tangan nya waktu sudah menunjukan pukul 1 siang.


"ayo nyonya, mau di kantin apa di cafe biasa?" tanya nya.


"sepertinya kita ke cafe aja deh yah, biasanya jam segini di kantin rame " Siska berjalan ke arah mobilnya di parkiran ternyata di sana bukan hanya ada Indra saja tapi juga ada momy Celine yang menunggu nya.


Siska berlari kecil menghampiri momy Celine yang sudah merentangkan tangannya sambil tersenyum manis."mom apa dari tadi di sini? Siska melesak masuk kedalam pelukan momy Celine. momy Celine mengelus dengan lembut rambut panjang menantunya.


"momy baru sampai beberapa waktu yang lalu, oh ya momy mau membawa mu pulang ke rumah momy untuk beberapa hari" Siska mengkerut kan dahinya heran.

__ADS_1


"kenapa pulang ke rumah momy? " momy Celine di buat gemas dengan expresi menggemaskan Siska. " momy ingin menghabiskan waktu bersama mu sayang, sebelum momy terbang ke Amerika, momy sepertinya akan menetap di sana, makan nya momy ingin bersama mu sebelum momy dan dady pergi" ucapnya sambil menatap Siska. Siska pun mengangguk setuju lalu menatap kedua pengawal nya. "lalu mereka? " tanya nya.


"biar jadi urusan momy, sekarang kamu masuk kedalam mobil yah di sana ada dady " ucapnya lembut.


setelah Siska masuk kedalam mobil momy Celine mengajak kedua pengawal Siska untuk berbicara sebentar. Siska juga dady Mario hanya melihat dari dalam mobil tanpa tau apa yang sedang mereka bicara kan. setelah beberapa saat momy Celine kembali masuk ke dalam mobil dan menyuruh sopir nya untuk melakukan mobilnya.


"mom, Siska senang sekali momy jemput Siska ke kampus" sikap kekanak kanakan nya kembali muncul. dia bersender manja di bahu momy Celine sambil memejamkan matanya.


"kamu mau makan siang di luar apa di rumah aja nak? " tanya nya sambil mengusap lembut pipi Siska.


"gimana kalian aja, Siska ikut aja sama momy dan dady" Dady Mario tersenyum mendengar ucapan Siska.


sesampainya di restoran milik keluarga Nikholas mereka turun dari mobil dan masuk kedalam resto. "selamat siang nyonya, tuan" sapa para karyawan menyambut kedatangan mereka. momy Celine menggangguk sambil tersenyum ramah.


momy Celine membawa Siska masuk kedalam ruangan privat " kamu mau makan apa sayang? " tanya dady Mario sambil membuka tiap halaman buku menu di tangan nya.


Siska mencondongkan tubuhnya lebih dekat dengan dady Mario di lihatnya semua menu sangat menggiurkan. "Siska mau ini, ini, sama ini minum nya jus jambu tanpa es " ucapnya sambil menunjuk beberapa menu yang dia inginkan.


setelah makanan datang Siska langsung makan dengan lahap karna memang dia sudah sangat lapar. momy Celine tersenyum geli melihat begitu lahap nya Siska memakan makanan nya.


___


tak terasa siang pun sudah berubah jadi malam Devan masih betah diam di club malam sambil meminum minuman beralkohol Devan sudah menghabiskan beberapa botol minuman sampai membuatnya menjadi teler. saat Devan mengambil lagi sebotol minuman untuk di teguk nya Marco menepis botol itu dengan kasar sampai membuat botol yang Devan pegang terjatuh dan pecah.


"sudah tuan anda sudah begitu banyak meminum minuman keras, itu gak baik untuk kesehatan anda " Marco sungguh geram dengan Devan dia selama ini hanya bisa diam karena kalau menyinggung masalah jesica pasti berujung pertengkaran.

__ADS_1


"saya lagi pusing Marco jangan larang saya untuk melepas beban pikiran saya" ucapnya dengan lemah.


"tapi bukan dengan menyiksa diri anda seperti ini tuan"


" sudah sudah Marco antarkan saya pulang kepala saya lumayan agak pusing! " melihat tuan nya jalan dengan sempoyongan Marco pun tak tega dan berjalan mendekat membantu memapah tuan nya sampai masuk kedalam mobil.


setelah masuk Devan duduk bersandar di jok belakang


Marco segera masuk dan mengemudikan mobil nya berjalan dengan kecepatan sedang.


sesampainya di rumah Marco di bantu oleh pengawal lainnya untuk membawa Devan masuk ke kamar nya. setelah merebahkan tubuh tuan nya Marco keluar dari kamar Devan dan langsung turun ke bawah untuk segera pulang ke rumah nya sendiri.


_


pagi harinya Devan terbangun dengan kepala yang berdenyut dia turun dari ranjang dan menuju ke kamar mandi nya dengan sempoyongan.


setelah mengguyur tubuhnya dengan air dingin kepala nya sudah tak terlalu berdenyut dan lebih terasa ringan. di lihat nya ponsel yang tergeletak di atas nakas nya seperti nya Marco yang menyimpan ponsel nya di sana karena dirinya tidak ingat sama sekali.


Devan menyalakan ponsel nya rentetan panggilan telepon tidak terjawab berjejer rapi di sana. "jesica" gumamnya. Devan pun menyimpan kembali ponselnya dan segera turun ke lantai bawah untuk segera sarapan.


"selamat pagi tuan" mbok yati menyapa Devan yang baru turun ke bawah dan langsung menuju meja makan.


"pagi mbok, Siska belum bangun mbok? apa dia tidak masuk kuliah pagi hari ini?" tanya nya.


"itu anu tuan, nyonya Siska dari kemarin tidak pulang ke rumah ini tuan"

__ADS_1


__ADS_2