
setelah selesai dari markas karena waktu masih sore Devan tidak langsung pulang tapi dia pergi ke sebuah danau di pinggir kota terlebih dahulu. di sana biasanya dia menenangkan pikirannya.
"Siska kamu di mana sekarang, maaf kan aku karena terlalu bodoh tak pernah menganggap mu, sebenarnya aku sudah merasakan desiran aneh di hatiku saat pertama kali berjumpa dengan mu waktu di cafe terindah. tapi aku selalu menampik perasaan itu, aku terlalu gengsi untuk menyatakan nya sekarang setelah kamu gak ada di samping ku baru aku bisa merasakan nya rasa kehilangan " ucapnya sambil menerawang jauh melihat ke tengah tengah danau.
tak terasa waktu sudah menujukan pukul 6 lebih berarti 2 jam Devan menghabiskan waktu duduk sambil merenung di sana. sudah beberapa hari ini Devan juga tak pokus dengan kerjaan nya semua di handle oleh Marco asisten nya.
karena waktu sudah mau malam Devan menaiki lagi motor nya dan membawa nya pulang, di jalan Devan membawa motor dengan kecepatan sedang sambil melihat sisi kanan dan kiri berharap kalau dia akan bertemu dengan istrinya tapi tak membuahkan hasil sama sekali dia tak menemukan istrinya di jalan.
sesampainya dirumah Devan langsung masuk ke dalam kamar nya dan merebahkan tubuh nya, baru kali ini dia merasakan kesepian dan kehilangan. "bagaimana kalau sampai momy tau menantu kesayangan nya di culik " gumam nya.
_____
Di sebuah rumah sakit jesica masih terbaring lemah di atas bangsal rumah sakit, pintu kamarnya pun terbuka dengan kasar dari luar. jesica yang dalam keadaan sadar pun sampai terkejut dibuat nya dia melihat ke arah pintu.
"papi" ucapnya lirih. papi jesica mendekat ke arah anaknya.
plaakk
wajah jesica yang masih memar karena 2 tamparan dari Devan di tambah lagi dengan tamparan dari papi nya. jesica menatap sang papi dengan mata berkaca kaca dan bibir yang bergetar.
__ADS_1
"papi, kenapa papi tega menampar jesica" ucapnya air mata jesica langsung meluncur di pipi yang semakin terlihat memar merah keunguan.
"anak kurang ajar gak tau diri, dasar ****** gak guna, kamu sama saja dengan ibu mu sama sama ******. tak pernah cukup dengan satu laki laki. apa kamu tau hah kesalahan yang sudah kamu perbuat membuat semua rencana yang sudah papi susun dengan rapi hancur berantakan? " bentaknya papi jesica mencengkram dengan erat rahang anaknya tak peduli jesica sudah merintih kesakitan.
"ampun papi, sakit" ucapnya tertahan. papi nya pun langsung melepaskan cengkraman nya. "maafkan jesica pi, jesica gak pernah menyangka kalau semuanya akan menjadi seperti ini?" ucapnya terisak.
"kalau kamu tau semuanya akan seperti dari dulu kamu gak akan pernah melakukan hal bodoh itu jesica, kalau papi yang berada di posisi Devan sudah pasti papi juga akan murka dengan mu, apalagi kamu selingkuh sampai hamil anak si brengsek Daniel, tapi untung nya bayi sialan itu tidak selamat" ucapnya . jesica masih terisak di atas bangsal nya.
"dengar papi jesica, setelah kamu sembuh kita lanjutkan rencana kita tapi kita ganti strateginya karena kalau masih menggunakan kamu untuk mendekati nya semua sia sia Devan tidak akan pernah menerima mu kembali"
"pi, kenapa papi sangat ingin menghancurkan keluarga Nikholas, apa yang mereka lakukan sampai membuat papi begitu membenci keluarga mereka?" tanya nya dengan penasaran.
"bagaimana kabar mu baby, apa sudah lebih baik?" tanya nya. jesica mengangguk sambil memaksa kan senyum nya.
____
Devan turun ke lantai bawah setelah perutnya terasa lapar di sana mbok yati sudah menata makanan dengan rapi Devan duduk di bangku kebanggaan nya. Devan melihat ke arah biasanya Siska duduk di sana makan dengan lahap dan selalu berbicara dengan ceria. dia menghela nafas nya.
selesai makan malam Devan langsung naik ke lantai atas tapi dia tidak langsung ke kamarnya melainkan ke kamar Siska dia masuk kedalam ketika pintu terbuka aroma strawberry lembut tercium begitu manis di hidung nya. kamar Siska terlihat rapi dan bersih meski orang nya tidak ada. karena mbok yati selalu memerintahkan lastri untuk membersihkan kamar Siska dari debu debu.
__ADS_1
Devan merebahkan tubuh nya di atas ranjang besar yang biasa Siska tempati dia peluk guling yang selalu Siska peluk dengan erat. Devan semakin merasakan kehilangan.
____
Di rumah momy celine Siska belum bisa tidur dia masih gelisah teringat dengan suaminya , hatinya merasa rindu meski kadang Devan bersikap dingin padanya tapi Siska yang sudah menaruh hati dengan suami tampan nya tak memasukan sikap Devan ke dalam hatinya. Siska menghidupkan ponselnya dan mencari nomor telpon suami nya. momy Celine sudah mewanti wanti dirinya agar jangan sampai menelpon Devan terlebih dahulu. tapi rasa rindu nya sudah tak bisa dia tahan Siska ingin mendengar suara suaminya. setelah menyalakan ponsel nya Siska menggeser geser kontaknya mencari nomor telpon suaminya tapi nihil gak ketemu di cari di bekas chat dan telpon WA pun gak ada. "perasaan aku belum halus semua riwayat telpon dengan mas Devan tapi ko kosong semua, nomor nya juga hilang apa ke hapus yah? " gumamnya.
akhirnya dia pun pasrah karena tak menemukan nomor suaminya. tok tok tok terdengar pintu kamar di ketuk tak lama kemudian kamar terbuka dan muncul momy Celine dari sana "kamu belum tidur sayang, kenapa? " tanya nya.
"emmm, mom Siska pengen pulang " ucapnya pelan nyaris tak terdengar.
"kenapa Siska ingin pulang hemm, kangen ya sama suami mu" goda momy Celine yang langsung membuat wajah Siska memerah malu.
"gak usah malu malu gitu sayang momy ngerti ko, momy juga pernah muda, sabar ya nak hanya butuh beberapa hari lagi, nanti Devan akan menjemput mu kesini " ucapnya dengan yakin. Siska mengangguk dia pun merebahkan tubuhnya di samping momy Celine. dengan lembut momy Celine mengelus rambut Siska. tak lama kemudian terdengar dengkuran halus momy Celine tersenyum geli mendengar Siska mendengkur seperti anak bayi.
" momy akan usahakan yang terbaik untuk hubungan mu dengan Devan sayang, momy gak akan biarkan Devan melepaskan mu" gumamnya.
setelah menemani Siska sebentar momy Celine keluar dari kamar Siska dan turun ke bawah menemui suaminya yang sedang duduk santai di sopa ruang keluarga.
"dad" panggil nya pelan. Dady mario melihat ke arah istri nya sambil tersenyum "yes momy, ada apa sayang? " tanya nya. momy celine berjalan mendekat ke arah dady mario dan duduk di sampingnya.
__ADS_1
"bagaimana, apa sudah ada kabar dari Marco?" dady mario mengangguk.