Istri Tengil Ceo Dingin

Istri Tengil Ceo Dingin
Bab 31


__ADS_3

Dady Mario mengangguk, sebelum istri nya datang Marco sudah menelpon nya memberitahukan kabar terkini kondisi anak nya.


"Devan masih berusaha mencari tau di mana keberadaan Siska tapi seperti nya anak kita itu mulai curiga setelah memeriksa sendiri komputer di markas " ucapnya. "kalau masalah seperti ini Devan itu cerdas mom, dia sudah bisa mencium adanya kejanggalan. tapi kalau masalah percintaan devan itu berubah menjadi sosok orang bodoh" momy celine tertawa mendengar ucapan suaminya. benar kata suaminya kalau Devan itu sangat pintar dalam masalah bisnis, dia juga pintar dalam urusan komputer dan hacker. tapi Devan itu bodoh kalau masalah percintaan.


"apa kita serahkan saja Siska dad, nampak nya menantu kecil kita itu sudah sangat merindukan suaminya " ucapnya sambil tersenyum.


"jangan dulu mom, tunggu beberapa hari lagi oke" momy celine pun mengangguk.


"mom,dad" sapa nya saat mereka tengah mengobrol muncul anak bungsu mereka yang baru datang dari luar kota. Farel langsung duduk di dekat momy celine juga dady Mario.


"kenapa gak nginep di hotel dulu kalau cape " momy celine mengelus lembut rambut anaknya.


"pengen cepet ketemu momy" ucapnya manja.


"kamu ini, sudah dewasa sudah seharusnya memiliki istri tapi kenapa masih bisa bersikap manja begini" momy Celine mencubit gemas pipi anak nya.


"kalau nanti Farel sudah menikah, Farel gak akan bisa bermanja seperti ini momy"


waktu sudah semakin larut mereka pun masuk kedalam kamarnya masing masing untuk segera beristirahat.


____


pagi hari nya Siska bangun lebih awal dia ingin berolahraga di halaman rumah mertuanya. setelah siap Siska keluar dari kamar dan turun ke bawah untuk segera berolahraga.


sampai disana ternyata sudah ada orang yang lebih dulu darinya "Farel, kapan kamu pulang? " tanya nya sambil berjalan mendekat.


"kakak ipar, ko ada di sini mana kak Devan? " Farel malah berbalik tanya.


"yehh, orang tanya ko malah balik tanya gimana sih" ucap Siska sambil melakukan pemanasan di samping Farel yang masih menatapnya.


"aku pulang kemarin nyampe malam tadi" ucapnya "terus kak Devan sama kakak ipar menginap di sini? " tanya nya lagi .


"kakak mu lagi banyak kerjaan, jadi aku hanya sendiri nginap di sini " Farel pun mengangguk. Farel agak kikuk dan canggung sebenarnya berdekatan dengan kakak iparnya yang cantik. tapi Farel segera menguasai dirinya sendiri. mereka pun akhirnya olahraga bersama.


matahari sudah semakin meninggi mereka pun menghentikan olahraga paginya "aku masuk duluan yah, mau mandi udah lengket ni badan" Farel mengangguk sambil tersenyum mempersilahkan kakak iparnya untuk masuk terlebih dulu.

__ADS_1


"kamu dari mana sayang, ko bajunya basah gitu " tanya momy Celine.


"habis olahraga mom, biar tubuh Siska tetap sehat dan gak mudah sakit " ucapnya. setelah pamit dengan momy Celine Siska naik ke lantai atas di mana kamarnya berada dia masuk kedalam kamar mandi dan mulai mengguyur tubuhnya.


selesai mandi dan memakai baju santai nya Siska langsung turun lagi kebawah untuk ikut sarapan bersama dengan momy, dady dan adik iparnya.


"sudah terlihat lebih segar nih" ucap momy Celine pas melihat menantu nya berjalan mendekat ke arahnya. Siska tersenyum ke arah momy Celine dan dady Mario.


"sudah dong" ucapnya sambil duduk di kursi samping momy Celine.


_____


Di rumah nya Devan sudah selesai bersiap dia semakin bersikap dingin dan irit bicara setelah kejadian penghianatan jesica terbongkar. Devan turun ke lantai bawah dan langsung melangkah ke arah pintu di sana sudah ada Marco yang menunggunya.


"selamat pagi tuan" sapanya sambil membungkukan tubuhnya.


"hemmm" hanya itu sahutan yang terdengar. Marco mengekor di belakang Devan menuju ke arah mobilnya.


setelah keduanya masuk Marco melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang. sesampainya di perusahaan milik keluarga Nicholas Devan langsung turun dari mobil setelah Marco membuka kan pintu untuk nya.


dengan penuh wibawa Devan berjalan dengan di ikuti Marco dari belakang nya. tatapan tajam dan sikap nya yang semakin dingin membuat para karyawan yang hendak menyapa nya pun menjadi urung dan hanya menundukan kepalanya.


tok


tok


tok


sekretaris Devan masuk kedalam ruangan setelah mendengar sahutan dari dalam.


"apa agenda saya hari ini? " tanya nya tanpa melihat ke arah sekretaris nya.


"hari ini anda ada pertemuan dengan client dari Korea tuan, kemudian setelah jam makan siang sekitar jam 2 siang ada pertemuan dengan tuan ken" setelah membacakan agenda tuan nya hari ini Angelina pamit keluar dari ruangan Devan.


Devan pokus dengan laptop di depan nya sampai kemudian pintu di ketuk dari luar dan muncul Marco berjalan masuk kedalam ruangan nya.

__ADS_1


"tuan ada yang mau saya bicarakan" Marco menjeda ucapan nya.


"ada apa? " tanya nya heran.


"saya sudah mendapatkan info tetang siapa tuan Ghaffar Arsalan dia adalah__"


tok


tok


tok


"maaf saya mengganggu waktu anda tuan, tapi klien sudah berjalan ke tempat, kita akan mengadakan pertemuan" Angelina masuk untuk memberi tahu kan pada atasan nya.


"baiklah, Marco kita lanjutkan nanti saja, sekarang kita berangkat" Devan, Marco juga Angelina pun berangkat ke tempat di mana mereka akan mengadakan meeting.


sepulang dari tempat meeting waktu sudah menunjukan waktu jam 12 siang Devan masuk kedalam ruangan nya dia merebahkan tubuhnya di sopa. Devan selalu bolak balik mengecek ponsel nya untuk melihat kabar perkembangan pencarian istri nya tapi dia masih belum mendapatkan kabar yang memuaskan, saat ingin memejamkan matanya terdengar keributan dari luar ruangan. tak lama setelah itu pintu terbuka dengan kasar dan muncul sosok jesica dari sana.


"honey, lihat apa yang mereka laku kan padaku, mereka tak memperlakukan ku dengan baik " adunya dengan manja sambil berjalan mendekat ke arah Devan.


Devan menatap tajam jesica,, " stop diam di situ, masih berani datang kesini, apa kamu masih punya muka untuk bertemu dengan ku" ucapnya pelan tapi sangat menusuk.


"honey dengarkan penjelasanku dulu, aku bisa jelaskan semuanya" ucapnya dengan percaya diri.


"stop panggil saya honey, saya jijik dan muak mendengar panggilan itu dari orang kotor sepertimu, dan apa tadi kamu mau menjelaskan semuanya, apa yang harus di jelaskan hah? " suara nya semakin meninggi.


"Dev kasih aku kesempatan satu kali lagi, aku akan memperbaiki semua kesalahan ku, aku janji Dev" jesica mulai mengeluarkan air mata buaya nya.


" tak perlu ada yang di jelaskan, karena semuanya sudah sangat jelas dan perlu berapa kali saya katakan, tidak ada kesempatan kedua untuk sebuah penghinaan, Marco panggil security dan usir dari sini, masukkan dia dalam daftar hitam. " ucapnya tanpa melihat ke arah jesica yang terisak.


"kamu gak bisa memperlakukan ku seperti ini Dev, aku yakin di lubuk hati mu yang paling dalam masih ada tersimpan rasa cintamu untukku" ucapnya.


Devan hanya berdecih mendengar ucapan mantan kekasihnya. "seperti nya kamu terlalu pede jes" ucapnya sambil tersenyum mengejek. "bawa dia dari hadapan ku sebelum saya lepas kendali" ucapnya dingin.


tak lama kemudian Marco datang dengan dua orang security yang siap membawa paksa jesica dari ruangan Devan.

__ADS_1


"Dev, kamu gak bisa melakukan ini terhadap ku, Dev Dev. " jesica terus teriak memanggil nama Devan namun tak di hiraukan.


Devan mendudukan kembali bokong nya di kursi kebanggan nya," Marco mengenai yang tadi info apa yang sudah kamu dapatkan tentang Ghaffar Arsalan " ucapnya.


__ADS_2