Istri Tengil Ceo Dingin

Istri Tengil Ceo Dingin
Bab 73


__ADS_3

"Kakak" Mendengar ada orang yang memanggilnya, Devan juga siska menghentikan langkah nya dan menoleh ke belakang melihat siapa orang yang memanggilnya.


"Farel, kamu juga disini?" Tanya siska. Farel mengangguk sambil tersenyum.


"Awas jangan sampai kamu membocorkan sama momy kalau kami sudah disini" Ucap Devan mewanti wanti adiknya agar jangan sampai bicara pada sang momy kalau dirinya sudah sampai di Amerika. Bisa hancur kejutan untuk sang momy kalau sampai Farel membocorkan nya.


" Bisa di atur, tapi kalian kenapa ada di sini, momy ada di butiq sebelah " Ucapnya dengan enteng.


Devan menepuk dahinya, kenapa juga dirinya bisa sampai lupa kalau butiq sang momy ada di sebelah salon kecantikan yang di tujunya "Kenapa kamu gak ngomong dari tadi kalau momy ada di butiq kalau sampai dia melihat kita bagaimana," Devan segera menyuruh siska untuk masuk kembali kedalam mobil.


"Awas jangan sampai momy tau" Farrel mengangguk. "Semua aman " Teriaknya. Mobil yang di bawa Devan pun Melaju meninggalkan salon kecantikan yang tadi akan disinggahi nya.


"mas, kita gak usah ke salon ya, aku lagi malas mas" ucapnya lagi, entah kenapa hari ini siska tak ingin melakukan apa-apa selain tiduran di atas ranjang empuknya.


"kenapa setelah ketahuan hamil kamu jadi pemalas begini hemm" Devan mengacak gemas rambut siska yang dia kuncir.


" bukan malas mas, tapi gak mau ngapa ngapain "


"iya itu kata lain dari malas" ucapnya.


mobil Devan pun sudah berbelok ke salon yang terlihat lebih besar dari yang tadi mereka singgahi pertama kali, "mas" Siska masih diam di dalam mobilnya.


"ayo kita turun" Devan menarik lembut lengan istrinya dan membawanya masuk kedalam salon. tiba di dalam Siska juga Devan di sambut oleh beberapa karyawan di sana.siska di bawa masuk ke tempat di mana biasanya wanita di manjakan. sementara Devan dengan setia menunggunya di tempat khusus.


"ya Marco ada apa?" tanya nya setelah menggeser tombol hijau di layar ponsel nya.


"saya hanya memberi tahu anda tuan, kalau saya sudah mengirim email kepada anda"


"baiklah, nanti akan saya cek, bagaimana perusahaan apa kamu sanggup meng-handle nya untuk beberapa hari kedepan?"


"akan di usahakan tuan,"

__ADS_1


"baiklah jaga perusahaan dengan baik," Setelah mematikan sambungan telpon nya Devan fokus mengecek satu persatu email yang sudah di kirim kan oleh Marco pada ponsel pintarnya.


tak terasa waktupun cepat berlalu 3 jam sudah Devan menunggu sambil mengerjakan tugasnya. Devan melihat ke arah pintu belum ada tanda tanda istri ke luar dari sana.


tak lama kemudian pintu pun terbuka menampilkan Siska yang sudah terlihat lebih segar "mas" Devan masih asyik menatap wajah istrinya yang terlihat bersinar setelah melakukan perawatan.


"mas," Siska memanggil kembali suaminya yang masih bengong di tempat nya.


"beginikan bagus, kamu terlihat lebih segar gak sepucat tadi" ucap nya. Siska tersenyum sambil menatap suaminya.


"sekarang kan sudah selesai, kami lapar " Siska mengusap lembut perut ratanya.


"anak anak papa lapar sayang, ya sudah kita cari makan dulu ya sekarang" Devan mengajak anak istrinya untuk pergi ke restoran yang tak jauh dari salon.


____


sampai di hotel Siska pun merebahkan tubuhnya yang terasa begitu lelah, "mas, nanti kita berangkat jam berapa?" tanya Siska sambil mengambil dan membuka ponselnya.


"jam 8 sayang" jawabnya.


"nanti kita juga datang, biarkan saja, matikan ponselnya biar momy gak bisa hubungin kamu" ucapnya enteng.


Siska pun mematikan ponselnya dan menyimpan nya di atas nakas. "nanti akan ada MUA yang datang, sekarang sebaiknya kamu mandi lebih dulu" ucapnya.


"gak mau mas, aku mager" Devan menggeleng kan kepalanya mendengar ucapan Siska. dia pun berjalan mendekat dan menggendong istrinya membawa Siska masuk kedalam kamar mandi lalu menaruhnya di dalam bathup. "mas ih, kebiasaan deh" Devan terkekeh.


"nanti kalau di biasain kamu akan lebih malas lagi sayang, jangan di biasain ya" ucapnya lembut. Devan membantu Siska membuka pakaian nya, kemudian menyalakan air untuk Siska berendam.


"mas akan tunggu di luar sampai kamu selesai mandi" Devan keluar dari dalam kamar mandi dan duduk di atas ranjang sambil menunggu istrinya selesai mandi.


setengah jam menunggu Siska pun keluar dari dalam kamar mandi sudah dengan penampilan yang terlihat segar. "kamu sendiri gak mandi mas?" tanya nya.

__ADS_1


"ini juga mau mandi sayang" Ucapnya sambil tersenyum ke arah istrinya.


Siska berjalan ke arah lemari untuk mengambil baju juga celana nya sementara Devan masuk kedalam kamar mandi untuk segera membersihkan tubuhnya.


____


waktu sudah menunjukan pukul 7 malam Siska sudah siap dengan gaun warna maroon yang terbelah bagian bawah nya sampai lutut, bagian bahu di biarkan terekspos sempurna, gaya rambut yang di sanggul membuat leher putih dan mulus Siska begitu terlihat menawan, satu kata untuk penampilan Siska malam ini SEMPURNA.


ceklekk


pintu kamar terbuka, Devan yang sudah siap dengan penampilan yang tak kalah menawan pun melihat ke arah istrinya dengan expresi terkejut. "sayang, apa ini kamu?" tanya nya tak percaya.


"kalau ini bukan istri mu, terus istri mas kemana?" tanya nya balik. Devan menatap Siska dengan tatapan takjub melihat Siska sekarang yang penampilan nya begitu terlihat dewasa, juga Elegan.


"kamu cantik banget malam ini sayang" ucapnya.


"baru sadar ya mas, padahal aku sudah cantik dari lahir" jawabnya dengan percaya diri. Devan terkekeh mendengar ucapan istrinya.


"kamu juga tampan mas, kamu gak seperti om om yang hampir berusia 38 tahun, tapi seperti berusia 28 tahun" ucapnya sambil tersenyum. penampilan Devan memang sangat menawan malam ini. Devan memakai kemeja maroon di tutup dengan jas warna hitam sangat serasi dengan penampilan istrinya.


"bisa gak sih tampan nya di kurangin dikit saja, kamu terlalu tampan untuk aku yang biasa saja" ucapnya minder.


"kamu cantik sayang, sangat cantik kenapa harus minder hemm" ucapnya menenangkan sang istri. "sudah hampir malam, sebaiknya kita berangkat sekarang" Siska pun mengangguk kan kepalanya kemudian mengandeng lengan suaminya keluar dari dalam kamar.


*****


sampai di tempat yang di tuju Siska keluar dari dalam mobil dan menunggu suaminya. "mas ayo dong cepat" ucapnya tak sabar ingin segera bertemu dengan momy Celine, Siska ingin melihat bagaimana reaksi mertuanya saat tau mereka bisa datang ke acara ulang tahun pernikahan nya.


"iya sayang, sebentar" Devan turun dari mobil dan menggandeng istrinya untuk masuk kedalam.


"Devan, kamu baru datang" seorang wanita cantik dengan pakaian yang terlihat mahal membuat dirinya menjadi cantik juga elegan datang menghampiri siska juga Devan yang sedang berjalan masuk kedalam gedung.

__ADS_1


Devan menatap wanita cantik yang datang menghampiri nya. "vanesa, kamu di sini juga?" tanya nya tak percaya.


"aku di undang momy mu, oh ya siapa dia Dev?" tanya nya sambil menatap ke arah siska.


__ADS_2