Istri Tengil Ceo Dingin

Istri Tengil Ceo Dingin
Bab 40


__ADS_3

hari minggu tiba Siska sudah duduk dengan manis di samping Devan. mereka sudah masuk kedalam jet pribadi milik keluarga Nicholas untuk terbang ke Bali.


"makan dulu, nanti kamu lapar " Devan menyodorkan makanan ke hadapan istrinya. tapi Siska tak ada nafsu mau makan, dia masih kepikiran kemana papa nya.


"sayang, makan dulu sebentar lagi kita mau take off " Siska menggelengkan kepalanya. "nanti saja mas, aku belum lapar. kan bisa nanti saat pesawat udah terbang aku sambil makan" ucapnya. Devan pun tak bisa memaksakan kehendaknya, Siska menyender di bahu suaminya kemudian memejamkan matanya. semalam Siska tidak bisa tidur kepikiran papa juga kakak nya.


***


Sesampainya di tempat yang di tuju Siska menatap rumah nya dengan tatapan sedih, harusnya dia datang ke sini dengan bahagia karena akan bertemu dengan papa nya tapi sekarang keadaannya lain.


"mas, ko banyak pengawal di sini?" tanya nya dengan heran.


"mereka pengawal ku, aku sengaja tugaskan mereka di sini untuk menjaga rumah papa" ucapnya sambil merangkul pundak Siska. "mau masuk?" tanya nya.


Siska mengangguk, mereka pun masuk kedalam rumah dengan perlahan Air mata Siska jatuh saat sudah masuk kedalam rumah nya. rumah yang dia tempati selama 19 tahun lamanya, semuanya masih tertata dengan rapi tidak ada yang berubah. lantainya juga masih bersih terawat ternyata Devan sudah menyewa asisten rumah tangga khusus untuk membersihkan rumah ini seminggu 3 kali.


"aku mau ke kamar ku dulu ya mas" ucapnya. Devan pun mengangguk, setelah melihat istrinya naik ke lantai atas Devan segera keluar menemui para pengawal nya.


melihat tuannya datang para pengawal pun langsung menundukan kepalanya. "apa ada sesuatu yang mencurigakan setelah kepergian papa mertua?" tanya nya dengan raut wajah yang sulit untuk di tebak.


"waktu itu sempat ada seorang laki laki yang mengintai rumah ini tuan, saat kami akan mengejarnya dia pun pergi dan kami kehilangan jejaknya. " ucap salah satu pengawal.


"mencurigakan, kalau seperti ini apa papa mertua pergi sendiri atau di culik" gumam nya.

__ADS_1


"Seperti apa ciri ciri orang yang mengintai rumah ini?


" dia berpakaian serba hitam tuan, juga memakai topeng hanya kelihatan dua bola matanya saja" jawab salah satu pengawal yang melihat dengan jelas orang yang mengintai rumah mertua tuan mereka.


Devan langsung diam mematung ciri cirinya sama dengan yang mengintai rumah nya di jakarta, sebenarnya siapa yang dia incar apa istrinya?


deg


"****, jaga di setiap penjuru rumah ini, juga pintu depan dan belakang, ada yang tidak beres " Devan langsung berlari kedalam rumah dan naik ke lantai dua "sayang, Siska " teriak nya sambil masuk kedalam kamar yang pintunya terbuka.


Devan masuk kedalam kamar itu, terlihat kamar yang masih rapi hanya kusut di bagian pinggir dekat laci, dan lacinya pun terbuka dengan lebar sepertinya bekas istrinya tadi. "Siska, sayang kamu di mana" panggilnya, "sepertinya ini kamar papa mertua " gumamnya, saat hendak keluar dari kamar Devan menghentikan langkah nya saat kakinya tak sengaja menginjak foto, Di ambilnya foto itu dan di lihat sepertinya itu foto lama, foto seorang wanita sedang menggendong seorang bayi perempuan yang tengah tersenyum dengan manis. tak ada tulisan apa apa di belakang nya yang bisa memecahkan misteri ini.


Devan segera memasukan foto itu kedalam kantong jaket nya dan keluar dari dalam kamar mertuanya untuk mencari di mana letak kamar Siska.


"sayang, Siska kamu di dalam?" Devan membuka pintu kamar itu, terlihat cat dinding kamar berwarna pink, dan ada foto Siska di sana sepertinya dirinya tak salah masuk ini kamar Siska pikirnya.


"Sugi," teriaknya. Devan berlari menuruni anak tangga mencari pengawal nya yang sedang berjaga di luar rumah.


"ya tuan, " sugi menatap Devan dengan heran.


"kalian ini bagaimana, sudah aku perintahkan untuk menjaga setiap sisi rumah juga semua pintu masuk di depan juga di belakang, tapi kenapa masih saja lengah hah" bentaknya. amarah Devan sudah sangat memuncak sekarang. bugh bugh bugh Devan menendang tiga pot yang ada di hadapannya. pengawal yang ada di depan nya pun sampai terjingkat kaget di buatnya.


"maaf tuan tapi kami berjaga di sini tidak ada apa apa" ucapnya. tak lama kemudian muncul seorang pengawal dengan nafas ngos-ngosan karena berlari.

__ADS_1


"tuan, nyonya siska di bawa oleh seseorang berpakaian serba hitam, maafkan kami tuan kami kehilangan jejak penculiknya" ucapnya dengan gemetar takut kalau tuan nya akan marah. dan benar saja bugh Devan menendang perut pengawal di hadapannya sampai terjungkal.


"dasar gak guna, cari Siska sampai dapat, saya gak mau tau pokonya harus ketemu sekarang juga " Devan kembali menendang barang barang apa saja yang ada di hadapan nya.


******


Sementara di tempat lain Siska masih dalam keadaan pingsan setelah tadi di tembak oleh panah kecil untuk membiusnya. Siska di bawa ke tengah hutan yang sangat asing di tengah hutan sana ada sebuah rumah yang sudah terlihat sangat usang.


setelah sampai di depan rumah itu, orang asing itu langsung menggendong Siska dan segera membawa nya masuk kedalam rumah yang sangat bau juga pengap.


Siska di letakan di kursi, kemudian orang itupun mengikat tangan juga kaki Siska dengan tambang kecil. setelah selesai diapun meninggalkan Siska sendirian di tempat gelap itu.


"emmhhh, hauwhh sakit sekali kepala ku" gumam Siska yang baru tersadar. "hah di mana aku, ko bisa ada di tempat ini, ini lagi tangan juga kakiku siapa yang ikat" ucapnya lemah Siska menggerakan tengan nya mencoba untuk melepaskan tali yang mengikat tangan nya.


"Duh susah sekali " ucapnya. terdengar di luar orang tengah berbicara entah dengan siapa.


"sudah tuan, saya sudah mendapat kan wanita itu, sekarang dia ada di tempat exsekusi" ucapnya.


"jaga dia jangan sampai dia kabur dari sana, aku ingin tangan ku sendiri yang mencabut nyawa nya " terdengar suara dari sebrang sana.


"baik tuan, saya akan menjaga gadis itu dengan baik di sini, anda kapan akan datang ke sini?" tanyanya.


"nanti malam saya datang ke sana untuk menjemput nyawa gadis malang itu "

__ADS_1


lanjutin gak nih,? masih ada yang minat gak sama cerita nya? masih lumayan panjang ini ceritanya, sekarang baru pertengahan 😁


jangan lupa mampir ke novel kedua yah, judul nya Rahimku milik tuan Zayn, terimakasih para readers 🥰🥰


__ADS_2