Istri Tengil Ceo Dingin

Istri Tengil Ceo Dingin
Bab 64


__ADS_3

Setelah mengantar istrinya kerumah sakit, Devan tak ikut turun dia melajukan kembali mobilnya untuk segera pergi ke kantor karena masih ada beberapa kerjaan yang harus dia selesaikan sebelum pulang ke Jakarta.


"hati hati ya mas"


"iya sayang, nanti mas jemput "


setelah melihat mobil suaminya menjauh, Siska berjalan masuk kedalam rumah sakit, dan segera masuk ke dalam lift yang akan membawanya menuju ke lantai yang ada ruang rawat papa nya.


Siska membuka pintu dengan perlahan di lihatnya pak bagas tengah memejamkan matanya, mendengar suara pintu terbuka pak bagas pun menoleh ke arah pintu, terlihat Siska yang baru masuk sambil tersenyum ke arahnya.


"papa sudah lebih baik? tanya nya sambil berjalan ke arah bangsal sang papa. pak bagas menganggukkan kepalanya.


" Kemana suamimu? Siska mendengus kesal.


"papa ini, ada Siska loh pah malah tanya suami Siska" ucapnya merajuk.


"papa hanya bertanya, kenapa dia gak ikut bersamamu mu kesini"


"tadi mas Dev antar Siska, tapi dia banyak kerjaan di kantornya, jadi Siska masuk sendiri ke sini, nanti malam Mas Dev akan jemput Siska papa bisa ketemu nanti" ucapnya. pak Bagas pun mengangguk mengerti.


"papa belum makan? melihat makanan yang masih utuh Siska bisa menebak kalau papanya pasti belum makan, dia pun mengambil makanan yang masih tertutup dengan rapat itu dan membuka nya.


" papa harus makan yang banyak biar cepet sehat, nanti setelah mas Devan mengurus semuanya, kita pindah ke rumah sakit di jakarta ya pah" ucapnya sambil menyodorkan sendok yang sudah terisi penuh oleh makanan.


"kenapa harus ke Jakarta, gak apa papa di sini saja"


"papa harus ada yang rawat, di sini siapa yang mau rawat papa, Siska di jakarta kuliah pah, udah terlalu lama Siska cuti " ucapnya. pak bagas pun terdiam. "papa mau ya, ikut Siska ke Jakarta, Siska ingin merawat papa sampai sembuh, di sini gak aman pah, Siska gak mau nanti papa di culik lagi " ucapnya dengan raut wajah sedih.


"baiklah papa akan ikut dengan mu ke Jakarta" mendengar ucapan papanya Siska langsung tersenyum bahagia.


"makasih ya pah, nanti mas Devan akan urus semuanya kita hanya tinggal terima beres saja" pak bagas mengangguk, Siska menyuapi papa nya dengan sabar dan telaten sampai makanan di piring nya pun habis tak bersisa, setelah selesai memberikan papanya minum Siska memberikan beberapa butir obat untuk papa minum.


"sekarang papa Istirahat ya, biar keadaan papa segera pulih" pak bagas pun memejamkan matanya, efek obat itu membuat nya menjadi tak bisa menahan kantuk.


Siska benar benar mengurus sang papa, dari memberi nya makan, memberi obat, juga membantu menyeka tubuh sang papa sampai tak terasa haripun sudah berganti malam, Siska duduk di dekat sang papa setelah memberikan papanya obat yang harus di minumnya malam hari.


"kamu sudah ziarah ke makam mama belum nak?" tanya nya.

__ADS_1


"belum pah, waktu Siska datang kesini papa udah gak ada di rumah, jadi Siska belum sempat ke makam mama,"


"maafkan papa ya nak,"


"papa gak usah minta maaf, papa gak salah"


"papa salah Siska, semua masalah berawal dari kesalahan papa"


"maksud papa?" tanya nya tak mengerti. "papa kenal dengan tuan Ghaffar?" tanya nya lagi, pak bagas pun mengangguk.


"papa punya masalah apa dengan dia pah, ko bisa sampai papa di culik dan di Siksa begini?" tanyanya.


"nanti papa akan jelaskan, papa mau istirahat dulu boleh? dengan perasaan kecewa Siska pun mengangguk, membiarkan sang papa tertidur pasti papanya susah untuk menahan kantuk setelah dia berikan obatnya barusan.


Siska menoleh ke arah pintu saat mendengar suara pintu terbuka, di lihat nya Devan datang sambil tersenyum.


"papa sudah tidur sayang?" Siska mengangguk.


"iya mas, baru aja tidur apa kita mau pulang sekarang?


"Sus nanti kalau papa bangun, tolong bilang kalau saya sudah pulang dengan suami saya, barusan saya gak pamit karena gak mau ganggu istirahat papa"


"baik mba" ucapnya ramah.


Siska pun berjalan keluar dari rumah sakit, dan masuk kedalam mobilnya setelah keduanya masuk Devan melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang.


****


Seminggu sudah pak bagas di pindahkan ke rumah sakit yang ada di jakarta Siska pun dengan telaten merawat papanya setelah pulang kuliah.


"papa sudah jauh lebih baik Siska sebaiknya papa di bawa pulang saja" ucapnya.


"nanti kita tanya dokter dulu ya pah, kalau kata dokter papa sudah boleh pulang nanti kita pulang ke rumah " tak lama kemudian pintu pun terbuka muncul Devan juga seorang dokter juga perawat dari balik pintu. melihat dokter akan memeriksa papa nya Siska segera menyingkir dan duduk di sopa dengan suaminya.


"apa masih ada keluhan tuan?" pak bagas menggeleng pelan.


"baiklah sejauh ini kondisi nya sudah jauh lebih baik, "

__ADS_1


"apa papa saya sudah boleh di bawa pulang dokter?" tanya nya.


"tentu nyonya" mendengar hal itu tentu saja membuat Siska menjadi senang.


"pah, kami pulang dulu yah, besok kami akan jemput papa untuk bawa papa pulang" pak bagas mengangguk sambil tersenyum.


setelah menyalami papanya Siska pamit untuk segera pulang dengan suaminya. "mas, aku pengen benget makan soto, boleh kita mampir untuk beli soto dulu"


"boleh sayang, kita cari dulu resto yang ada soto dengan rasa yang enak" ucapnya. Siska tersenyum senang karena Devan menuruti ke inginan nya, entah kenapa dia sangat ingin makan soto, dia sudah membayangkan betapa enak nya soto itu.


sampai di depan salah satu restoran ternama mereka pun turun untuk mencari makanan yang di ingin kan Siska di Sana "kita makan di sini saja ya, gak usah di bawa pulang"


"hemm, baiklah gak apa, aku mau duduk di sana" Siska menunjuk salah satu kursi yang ada di ujung.


"sebaiknya kita pesan ruangan privat saja ya sayang"


"gak mau mas aku mau duduk di sana, ya mas ya" ucapnya sambil menujukan wajah imutnya.


"hemm, ya sudah demi kamu apa sih yang enggak" Siska pun berjalan dengan riang menuju ke tempat duduknya. setelah duduk dengan nyaman Siska mengambil buku menu dan memanggil pelayan untuk memesan makanan yang dia inginkan.


setelah makanan tiba Siska juga Devan pun makan, Devan menatap istrinya yang makan dengan lahap membuatnya tersenyum geli melihat tingkah istrinya.


"kenapa menatap aku seperti itu mas?" tanya nya sambil menatap balik suaminya.


"kamu makin cantik sayang, pipi kamu sekarang lebih berisi " ucapnya. mendengar penuturan suaminya Siska langsung menekuk wajahnya.


"kenapa gak langsung pada intinya saja sih mas, betele tele" ucapnya ketus.


"maksud kamu apa? Devan mengerutkan kening nya heran, dia bertanya tanya kenapa istrinya di puji malah merajuk.


" kamu mau bilang kalau aku gendut iya kan" tuduh nya. Devan yang langsung paham pun menepuk dahinya. ternyata istrinya lagi sensitif, padahal Devan berniat untuk memuji nya bukan membully nya.


"aku niat memuji kamu loh sayang, kamu emang cantik" Siska yang yang sudah terlanjur ngambek pun tak mau lagi melanjutkan makan nya, dia berjalan keluar dari dalam restoran. Devan yang melihat itu pun langsung bergegas membayar makanan mereka dan menyusul istrinya.


saat Siska hendak masuk kedalam mobil ternyata mobilnya terkunci "ah, Devan nyebelin" teriaknya. Siska menoleh ke arah pintu masuk dan keluar resto menunggu suaminya keluar namun tak kunjung datang.


"loh itukan kak Dimas, sama siapa dia?"

__ADS_1


__ADS_2