
Dimas menatap pak bagas dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Dimas, jangan pernah katakan itu pada Siska, papa tidak mau ingkar janji dengan mama mu dia akan sangat sedih nantinya " ucapnya lemah.
"tapi pah, mau sampai kapan papa menyembunyikan ini semua dari Siska, cepat atau lambat siska akan mengetahui semuanya " Pak Bagas menghela nafas.
"biar nanti papa bicarakan saat waktunya sudah tepat" Dimas menghembuskan nafasnya kasar.
"terserah papa saja, yang jelas aku tidak akan pernah menerima dia sebagai adiku, dia bukan adiku karena dia tidak terlahir dari rahim mama"
"Dimas, kenapa kamu begitu keras kepala. mungkin sekarang saat nya papa meluruskan kesalahpahaman ini" pak bagas menarik nafas sejenak dan menghembuskan nya secara perlahan.
flasback on
"papa" Kania memeluk erat Bagas saat sudah mendengar ucapan dokter yang memvonis nya mengidap kanker serviks stadium 3.
"tenang lah mah, papa akan usahakan yang terbaik untuk kesembuhan mama, papa gak akan membiarkan Dimas kehilangan mama, papa juga sangat membutuhkan mama" ucapnya menenangkan sang istri yang masih terguncang , dan terisak dalam dekapan nya.
"dokter apa masih ada harapan untuk saya bertahan hidup?" tanya Kania dengan suara serak.
"tentu nyonya, anda masih bisa menjalan kan pengobatan, banyak pengobatan yang bisa anda lakukan salah satunya kemoterapi"
setelah berkonsultasi dengan dokter Bagas membawa Kania pulang, sepanjang perjalanan Kania hanya terdiam dan merenung, sampai akhirnya mereka tiba di halaman rumah Kania masih tetap tak merubah posisinya. menatap kosong ke arah depan.
"sayang kita sudah sampai ayo kita turun" Kania melihat ke arah suaminya air matanya kembali menetes. "ma, jangan begini apa yang mau kita katakan pada Dimas kalau sampai Dimas melihat mama menangis" Kania menghapus air matanya dan memaksakan untuk tersenyum.
mereka turun dari mobil dan masuk kedalam rumah di lihatnya Dimas tengah makan dengan di suapi oleh baby sitternya.
"sayang anak mama makan apa sayang? Kania datang sambil tersenyum lembut Dimas kecil langsung menghampiri ibunya dan memeluknya dengan erat.
" kenapa mama baru pulang? " tanya nya.
__ADS_1
"mama habis ada kerjaan sayang, jadi mama pulang nya agak sore, Dimas sudah mandi? tanyanya. yang langsung di jawab anggukan kepala oleh Dimas.
" ya Sudah sekarang mamam lagi yah, mama mau ke kamar dulu, mau mandi udah bau acem" Dimas mengangguk dan kembali menghampiri baby sitternya.
Kania berjalan menaiki tangga menyusul suaminya yang sudah masuk lebih dulu ke kamarnya. "papa" Bagas membalikan tubuhnya dan menatap Kania yang berjalan ke arah nya.
"pah, mama takut," Bagas menarik lembut istrinya membawanya kedalam dekapannya berusaha untuk menenangkan hati juga pikiran Kania yang tengah kalut.
"semua akan baik baik saja mah, kita akan berobat keluar negri dan kita akan cari rumah sakit terbaik di sana, papa rela kehilangan harta kekayaan papa untuk pengobatan mama asalkan tidak kehilangan mama" Kania semakin merapatkan tubuhnya pada sang suaminya untuk mencari ketenangan.
waktu malam tiba, Kania kembali dengan rutinitas nya menidurkan Dimas kecil sambil membaca kan nya dongeng pengantar tidur.
"dongeng nya selesai, sekarang tidurlah sudah malam." Dimas kecil pun memejamkan matanya dan tak lama kemudian terdengar suara dengkuran halus, Kania yang sedang dalam masa melankolis pun kembali terisak di pinggir ranjang sambil menatap wajah putra nya.
"mah, Dimas sudah tidur kan? ayo kembali ke kamar kita, mama harus istirahat agar segera sehat" ucapnya dengan lembut.
Kania pun menarik selimut dan menyelimuti anak nya agar tidak kedinginan, melihat anaknya sudah tertidur dengan nyenyak juga nyaman Kania segera beranjak mengikuti suaminya keluar dari dalam kamar.
***
5 bulan berlalu Kania masih terbaring di rumah sakit yang terkenal di negara S, kondisi nya tidak ada perubahan meski sudah menjalani kemoterapi.
"mama bosan di rumah sakit terus pah, mama mau pulang saja ke indo, menetap dan berobat disana, kita berobat di sini juga tidak ada kemajuan" ucapnya lemah, sungguh Kania sekarang sudah pasrah dengan keadaan nya.
"iya nanti kita pulang ke indo kalau itu kemauan mama" kania menganggukan kepalanya.
"papa pulang sebentar ya mah, mau lihat Dimas nanti papa kesini lagi"
Bagas berjalan keluar dari dalam ruangan tempat Kania di rawat, Dia bergegas menaiki mobilnya dan melajukan nya dengan kecepatan sedang di tengah perjalanan Bagas melihat seorang perempuan tengah berlari dan hampir saja dia tabrak kalau saja tidak segera bagas injak rem.
Bagas keluar dari dalam mobil dan berjalan menghampiri perempuan yang tengah menekuk lututnya sambil menangis.
__ADS_1
"mba, " wanita itu mendongkak lalu menunduk kembali dan terus terisak. "mba ada yang luka, perlu saya bawa ke rumah sakit? tanya nya khawatir karena wanita di hadapannya terus saja menangis.
" tuan, tolong bawa saya tuan, saya takut bawa saya pergi dari sini saya mohon " ucapnya dengan tubuh bergetar.
Bagas menyisir penampilan wanita di hadapannya terlihat kusam dan tak terawat bajunya sudah banyak yang sobek dan tak karuan.
Bagas mengulurkan tangan nya dan segera membantu wanita itu bangkit, setelah membantunya masuk kedalam mobil Bagas juga masuk dan duduk di kursi kemudi.
"sepertinya mba bukan asli orang sini? tanyanya.
" saya dari Indonesia tuan, saya di bawa kesini oleh laki laki yang cinta buta sama saya, padahal saya sedang menajalankan kuliah semester terakhir di indo" ucapnya sambil menunduk.
"lalu kenapa kamu kabur?" tanya nya penasaran.
"saya tidak menyukai nya tuan, meskipun dia baik terhadap saya tapi hati tidak bisa di paksakan, saya tidak suka di paksa, saya tidak suka di kekang, dan kurung tidak boleh pergi kemana mana,makannya saat semuanya lengah saya memutuskan untuk kabur meski saya tidak tau harus pergi kemana, ingin pulang ke indo pun saya tidak punya uang untuk beli tiket nya" Bagas melirik wanita di hadapannya, sepertinya wanita itu baru berusia sekitar 20 tahunan.
"lalu sekarang mau saya antar kemana? tanya nya.
" kemana saja yang penting saya tidak ditemukan oleh laki laki gila itu" ucapnya.
Bagas pun menjadi kebingungan dia bukan orang yang mudah menolong orang tapi entah kenapa melihat wanita dj samping nya hatinya menjadi terenyuh, dia ingin menyelamatkan gadis itu dan ingin melindungi nya.
Bagas pun membawa wanita itu ke apartemen miliknya di negara S, karena hanya itu tempat yang aman untuk wanita di sampingnya ini sementara waktu pikirnya.
Bagas membawa wanita itu masuk kedalam apartemen dan menyuruhnya untuk tinggal di sini sementara.
"ini apartemen milik siapa tuan? tanyanya.
" milik saya, untuk sementara waktu tinggalah di sini saya pastikan kamu aman di sini, karena penjagaan di sini sangat ketat"
"Terima kasih tuan, nama saya Arumi"
__ADS_1