Istri Tengil Ceo Dingin

Istri Tengil Ceo Dingin
Bab 21


__ADS_3

"emm, tidak aku tidak memberitahu nya tadi aku berangkat ke sini sebelum dia keluar dari kamar nya" ucapnya dengan santai. "gak usah memikirkan dia sekarang kamu mau makan apa hem? " tanya nya penuh perhatian.


"aku mau makan sop buntut yang di resto langganan kita" jesica dengan manja bergelayut di lengan Devan.


"oke bentar aku pesan kan dulu ya, sekarang kamu rebahan, kamu gak boleh terlalu banyak aktifitas dulu" setelah menyelimuti kekasih nya Devan keluar dari kamar dan memesan makanan untuk jesica.


setelah memesan makanan via online Devan pun menghubungi Marco untuk memberi tahu Marco kalau dirinya tidak akan masuk ke kantor hari ini.


"hallo, Marco kamu urus urusan kantor untuk hari ini saya sedang tidak bisa ke sana " ucapnya datar.


"baik tuan, apa nyonya sakit tuan? " tanya nya dengan kepo.


"emm, tidak bukan Siska yang sakit tapi jesica, ya sudah saya mau menemani jesica lagi, kalau ada tamu tidak penting tidak usah di hiraukan dan untuk meeting dengan client hari ini di cansel saja dulu " ucapnya.


"baik tuan,emmm tuan kemarin malam saya dapat informasi dari Mike katanya keluarga pemuda yang kita tawan sudah di ketahui keberadaan nya, dan sudah anak buah kita aman kan di tempat yang aman" ucapnya.


"bagus, nanti malam saya akan pergi ke markas untuk menemui dia" setelah mematikan sambungan telepon nya Devan langsung pergi ke dapur untuk mencari obat yang biasa dia simpan di kotak obat dekat dengan kulkas.


Setelah menyiapkan obat juga air putih untuk jesica, terdengar suara bel yang berbunyi, Devan pun melangkah kan kakinya ke arah pintu dan membuka nya ternyata pesanan nya sudah datang setelah membayar nya Devan langsung membawa makanan yang jesica inginkan ke meja makan untuk dia pindahkan ke mangkuk.


tanpa mengetuk pintu lebih dulu Devan masuk kedalam kamar jesica terlihat jesica tengah memejamkan matanya wajahnya terlihat sangat pucat. "makan dulu baby biar perutnya terisi " Devan menyentuh dengan lembut pipi jesica untuk membangun kan nya. setelah jesica membuka matanya Devan pun membantu jesica untuk duduk bersandar di bantal yang sudah Devan susun agar jesica lebih nyaman.

__ADS_1


Devan membantu jesica makan dengan menyuapi nya sedikit demi sedikit setelah selesai Devan memberikan parasetamol juga obat pereda mual yang selalu dia siapkan di dalam kotak obat nya.


___


Di kampus Siska baru selesai mengikuti pelajaran pertama nya "mba ke kantin yuk, aku mau makan laper " ucapnya sambil mengusap perut nya. bekal nya sudah dia habiskan tadi di jalan.


"baik nyonya" ucapnya sambil menundukan kepalanya.


Siska berjalan dengan santai menuju ke kantin sesampainya di sana bangku sudah pada terisi penuh karena memang ini sudah mau masuk jam makan siang.


"yah penuh mba, apa kita keluar aja yah cari cafe dekat dekat sini, nanti aku ada mata pelajaran kedua jam 2 siang " Deby pun mengangguk setuju mereka berjalan ke parkiran di mana Indra berada.


"mas Indra ayo cari cafe Siska lapar nih, pengen makan di kantin tapi penuh" ucapnya. setelah di buka kan pintu mobil Siska langsung masuk dan mobil pun berjalan mencari cafe yang cocok untuk mereka. setelah menemukannya Indra menghentikan mobilnya.


"kakak" ucapnya pelan Siska tersenyum sumbringah dia pun berjalan menghampiri kakanya yang duduk membelakangi nya.


"kak Dimas" panggilnya sambil mendekat.


Dimas membalikan tubuhnya melihat ke arah sang adik yang tengah tersenyum ke arah nya. "kakak apa kabar, keadaan papa gimana kak? ucapnya sambil terus menatap sang kakak yang menatap nya dengan tatapan dingin. ingin sekali Siska masuk kedalam pelukan kakak nya tapi apa daya Siska tidak seberani itu, hati Siska sakit kalau kakak nya bentak.


" papa baik, kamu boleh pergi dari sini. saya sedang ada urusan " ucapnya dingin.lalu Dimas pun duduk kembali tanpa mempedulikan Siska yang masih mematung di tempat nya. "kenapa kak, kenapa kakak gak pernah mau buka hati kakak untuk Siska, Siska salah apa sama kakak? " ucapnya pelan. Dimas hanya mendengus kesal dia pun berbalik dan berdiri dari duduk nya lalu pergi melangkah menjauh meninggalkan Siska yang masih menatap punggung nya sampai keluar dari dalam cafe.

__ADS_1


"sebenar nya apa yang terjadi di masa lalu sampai kak Dimas begitu membenci ku, gak mungkin kalau gak ada masalah sikap kak Dimas akan dingin seperti ini terhadap ku. apa yang papa sembunyikan selama ini dariku? " gumam nya. Deby menghampiri sang nyonya "nyonya bukan kah anda lapar, sudah menemukan tempat duduk nya ?" tanya Deby basa basi. Deby sangat tau kalau sang nyonya sedang tidak dalam keadaan baik baik saja terlihat dari raut wajah nya yang mulai murung semenjak bertemu dengan kakak nya barusan.


"kita kembali ke kampus saja mba, aku sudah tidak berselera mau makan. aku juga sudah tidak lapar lagi" ucapnya dengan lemah. Deby yang mengerti suasana hati majikan nya pun langsung menuruti apa yang majikan nya ingin kan.


mereka kembali ke kampus tempat Siska menimba ilmu sesampainya di kampus Siska langsung masuk kedalam kelasnya dan berdiam diri di dalam kelas sampai jam pelajaran selesai pun nampak nya Siska masih terlihat murung.


"Sis, Siska " mendengar ada yang memanggilnya siksa menoleh ke arah belakang di lihat nya Rey tengah berlari ke arahnya " kenapa Rey? " tanya nya heran melihat Rey yang sampai ngos ngosan berlari ke arahnya.


"ini untukmu, aku beli kemarin pas ngantar mamy jalan jalan di mall aku melihat kaos ini. aku tau kalau kamu suka sama kaos apalagi warna pink jadi aku belikan untukmu" ucapnya sambil mengatur secara perlahan nafas nya.


"wah Terima kasih, aku jadi repotin kamu deh" Reyhan menggeleng pelan kepala nya. "sama sekali gak repot kalau itu untuk mu " ucapnya sambil menatap wajah Siska. Siska yang di tatap seperti itupun langsung salah tingkah di buat nya.


"jangan menatap ku seperti itu Rey" Siska mengalihkan pandangan nya.


"kenapa dulu kamu suka kalau aku tatap seperti ini" ucapnya menggoda Siska. "dulu dengan sekarang ini sudah jelas beda Rey, ah sudahlah aku pamit pulang dulu sudah sore " Siska langsung menggandeng tangan Deby dan keluar menuju ke tempat parkir.


___


Di apartemen jesica tertidur sambil memeluk lengan Devan tak mau melepaskan nya. waktu sudah menunjukan pukul 5 sore hari. Devan membangunkan dengan lembut jesica yang masih anteng dengan tidur nya.


"baby, bangun sudah sore aku pamit pulang dulu" jesica melepaskan pelukan nya pelan pelan mengerjapkan matanya. "kenapa tidak menginap di sini saja honey kan ini juga apartemen milik mu" ucapnya dengan manja.

__ADS_1


"tidak bisa baby, nanti aku tidur di mana di sini hanya ada satu kamar tidur" Devan mencubit gemas hidung mancung jesica smpai membuat jesica mengaduh manja.


"kita bisa tidur berdua honey, kamu dan aku di sini. mau yang pleaseee malam ini saja temani aku di sini, nanti kalau aku mau sesuatu siapa yang bantu ambilkan?"


__ADS_2