Istri Tengil Ceo Dingin

Istri Tengil Ceo Dingin
Bab 43


__ADS_3

"papi" panggilnya sambil berjalan mendekat ke arah sang papi yang tengah di selimuti kabut Amarah. Ghaffar melihat sekilas kedatangan putrinya dan memalingkan kembali wajahnya.


"ada apalagi kamu datang ke sini, saya tidak butuh anak tidak berguna seperti mu" ucapnya dengan ketus.


"pi, jesica mau minta maaf aku tau aku salah" ucap jesica sambil menunduk.


"terus sekarang apa mau mu datang ke sini?" tanya nya, Tuan Ghaffar menatap tajam putrinya.


"aku berubah pikiran, aku mau bantu papi, aku juga ingin balas dendam dengan Devan, aku ingin menghancurkan rumah tangganya" ucapnya, sangat terlihat jelas kobaran amarah di wajah putrinya saat menyebutkan nama Devan.


"aku butuh bantuan papi, kita akan kerja sama, aku sudah ada rencana untuk menghancurkan rumah tangga mereka "


*******


Mobil yang membawa Devan juga Siska pun berhenti di depan rumah besar milik Devan, untuk kedua kalinya Siska menginjakan kaki di rumah ini.


"Dimana mereka? tanya Devan pada Sugi.


" ada di rumah belakang tuan" Devan mengangguk. "sayang masuk lah dulu ke kamar langsung istirahat oke" Siska menggelengkan kepalanya. " enggak mas, aku mau ikut temuin mereka di belakang " ucapnya keras kepala.


Devan berjalan lebih dulu sementara Siska mengekor di belakang nya untuk menemui tiga orang laki laki tadi.


setelah sampai di rumah belakang terlihat laki laki tadi tengah duduk kursi tangan mereka sengaja di borgol oleh sugi , mengetahui kedatangan Devan mereka pun mendongkrak melihat wajah tuan Devan yang sudah berubah menjadi menyeramkan.


"siapa yang menyuruh kalian ?" tanya nya dengan nada dingin sambil menatap tajam ketiga pria di hadapan nya.


"tuan Arnold, dia yang menyuruh kami untuk menjaga gadis tengil itu" ucap salah satu laki laki yang kena tendangan Siska tadi sore.


bugh


Devan melayangkan bogem mentah nya kepada orang yang lancang menyebut istrinya gadis tengil. pria itu sampai terjungkal dari kursi nya.


"jangan bersikap kurang ajar terhadap istriku" ucapnya dingin penuh penekanan.

__ADS_1


"Siapa Arnold?" tanya nya lagi.


"tuan Arnold adalah orang kepercayaan nya tuan Ghaffar Arsalan tuan, dia adalah tangan kanan nya " ucapnya dengan gemetar.


"apa yang mereka perintahkan padamu, apa mereka menyuruh mu untuk menyakiti istriku?" Dua laki laki itu menggeleng.


"tidak tuan kami hanya di tugaskan untuk menjaga nona ini, karena malam ini tuan Ghaffar akan menemui nya, tapi nona ini berhasil kabur" ucapnya lagi.


Devan menghembuskan nafasnya kasar, kenapa tuan Ghaffar Arsalan sampai harus mengejar istrinya juga.


"lalu selain aku yang kalian culik, apa ada tawanan lain?" sekarang giliran Siska yang bertanya.


"ada nona, tapi dia di sembunyikan di tempat khusus" ucapnya.


"kau tau di mana tempat nya?mereka mengangguk. karena mereka pernah di tugaskan untuk berjaga di sana jadi mereka tau di mana tempat mereka menyandera seseorang.


" baiklah, karena kalian sudah memberikan informasi yang penting kalian tidak akan kami apa apakan, tapi kalian harus membantu kami untuk mengantar kami ke tempat Ghaffar menyandera orang itu " mereka mengangguk.


entah kenapa Siska sangat yakin kalau yang di Sandra itu adalah papa nya. karena Siska menemukan sesuatu di kamar papa nya. sebuah surat yang papa nya tulis sebelum pergi dari rumah.


"tuan, nyonya makan malam sudah siap" ucap salah satu pelayan.


"baiklah, kami akan segera makan " Siska berjalan menuju meja makan. setelah mengambil kan makanan untuk suaminya Siska mengambil makanan nya sendiri.


Siska menolak dengan halus saat pelayan ingin melayani nya juga Devan. Siska ingin dia sendiri yang melayani suaminya bukan orang lain.


selesai makan Siska juga Devan masuk ke kamar nya masing masing seperti dulu saat pertama kali mereka menikah. sadar istrinya tidak ikut masuk ke kamar nya Devan segera berbalik ternyata benar istrinya tidak masuk ke kamar nya dia masuk kedalam kamar yang satunya.


"hei, kenapa malah masuk kesini kamu tidak mau tidur dengan ku?" tanya nya.


"eh, em enggak bukan begitu mas, aku cuma lupa " ucapnya sambil menujukan deretan gigi rapinya.


"ya sudah ayo ke kamar kita" Siska menggangguk dan tersenyum sambil mengikuti suaminya.

__ADS_1


setelah membersihkan tubuhnya Siska juga Devan duduk di ranjang sambil menatap langit langit kamar mereka.


"mas" panggilnya.


******


"ampun jangan sakiti aku lagi, bunuh saja aku sekarang" ucapnya dengan lemah setelah terus di Siksa oleh orang orang suruhan di sana. " tolong lepaskan aku" ucapnya lagi.


krettekkkk


Akhhhhh jeritanya saat jari tangan nya kembali di injak, 4 jari tangannya sudah tidak ada karena kekejaman seorang Ghaffar Arsalan.


suara pintu terbuka menghentikan sejenak apa yang sedang anak buat Ghaffar Arsalan lakukan. mereka menundukan kepalanya setelah tau tuan merwka yang datang.


"bagaimana, masih ingin bungkam?" tanya nya sambil mencengkram dengan keras dagu orang yang sedang di siksanya.


"aku tidak tau, sudah ku katakan aku tidak tau di mana dia berada sekarang, bahkan aku tidak tau bagaimana keadaan sekarang masih hidup atau sudah mati" ucapnya dengan tubuh bergetar menahan sakit.


"kenapa kau tidak bunuh saja aku, kenapa malah menyiksa ku seperti ini" Ghaffar melepaskannya cengkraman nya dan menatap orang itu dengan tatapan tajam.


"tidak semudah itu aku membunuh mu, aku masih ingin bermain main dengan mu, aku ingin membunuh mu secara perlahan." Ghaffar menatap orang itu sambil tersenyum iblis.


"kanapa tidak kau cari sendiri dia Ghaffar, kenapa kau malah menyiksa ku seperti ini" ucapnya lagi.


"kenapa kau bilang? kau tak ingat hah gara gara dirimu orang yang sangat aku cintai tak dapat aku miliki, dia lebih memilih bajingan sepertimu yang sudah memiliki istri, dan dirimu juga lah yang membuat orang yang kucintai menghilang sampai sekarang entah dimana keberadaan nya" ucapnya dengan penuh emosi.


"jangan salahkan dia Ghaffar, bukan salah dia kalau dia tidak memilihmu, karena hati tidak bisa di paksakan, cinta buta mu sudah membuatmu buta akan semua hal Ghaffar"


bugh


Ghaffar menendang kaki orang itu dengan keras sampai membuat nya teriak kesakitan, anak buah nya dengan sengaja membuat sayatan sayatan kecil di kakinya dengan silet dan menyiram nya dengan air cuka itu hanya salah satu siksaan belum siksaan yang lain, tidak di beri makan selama beberapa hari hanya minum air sampai membuat tubuh nya kurus kering.


"tetap jaga dia, jangan sampai ada yang bisa membebaskan nya, dan ingat beri dia makan 3 hari sekali, kalau sampai ada orang yang bisa membawa pria brengsek ini keluar dari sini maka akan ku penggal kepala kalian sebagai gantinya." ucapnya dengan nada penuh ancaman.

__ADS_1


"baik tuan kami akan menjaga nya dengan baik"


__ADS_2