
"Apa bunuh diri? Anak itu. baru sehari menikah dengan nya dia sudah berani membuat onar dan membuat kepala ku pusing" Gumam nya kesal. Devan langsung berjalan melewati bejo yang ada di hadapan nya.
Setelah masuk kedalam kamar Siska Devan langsung menaiki tangga untuk menemui Siska di atas genteng "apa yang kau lakukan hah? Kamu mau mati dengan cepat. Sini biar saya bantu " Siska membalikan tubuh nya setelah mendengar suara bentakan seseorang dari belakang benar saja di belakang nya Devan sedang berjalan ke Arah dirinya seperti hendak mendorong Siska.
"Apa yang kamu maksud? Siapa yang mau bunuh diri? Siska mengerut kan kening menatap heran ke arah suaminya.
" Terus apa yang kamu lakukan di atas sini malam malam hah, bikin orang kerepotan mencari cari kamu di sekeliling rumah, ternyata orang nya malah enak enakan di atas genteng!" Devan sungguh sangat jengkel dengan kelakuan nakal Siska baru sehari menikah Siska sudah membuat kepalanya pusing dengan tingkah lakunya yang sangat absurd menurut devan.
"Aku hanya sedang mencari angin malam, di rumah ku setiap malam aku selalu menghitung bintang biar setelah nya aku bisa tidur nyenyak" Ucapnya tenang " Tadi kamu bilang apa, aku mau bunuh diri, hahaha kamu pikir otaku di dengkul gak mungkin lah aku menyerah sebelum berperang dengan mu. Kita lihat siapa yang akan kalah" Siska menatap nakal ke arah Devan yang terdiam di tempatnya.
"Mencari angin malam katamu, dengan merepotkan orang seperti ini, kamu tau apa yang sudah kamu lakukan kamu membuat waktu istirahat ku terlewat. Kamu juga membuat para pelayan juga pengawal kerepotan mencari sedangkan kamu malah enak enakan diam di sini menghitung bintang, sebenernya kamu punya otak apa tidak" Bentak nya. Siska mematung di tempat nya dia tidak menyangka kalau apa yang dia lakukan di sini membuat semua orang kerepotan karena ulah nya. Siska baru mau membuka mulut nya tapi langsung di sela oleh Devan.
"Sudah lah.Cepat kamu turun ke bawah besok kamu akan ikut dengan ku ke Jakarta" Ucapnya dingin. Devan sudah tidak tau harus berbicara apa lagi dengan istri kecilnya ini setiap Devan berbicara selalu saja ada jawaban nya dan bisa mengelak.
Siska pun akhirnya turun dan menurut dengan tuan Devan, dia merebahkan tubuhnya dan menutup nya dengan selimut sampai ke leher dengan memanyunkan bibir mungil terbelah nya.
Tuan Devan yang melihat itupun langsung memalingkan wajah nya ke arah lain "ya ampun, kalau kelakuan dia seperti ini aku mana bisa tahan" Ucap Devan dalam hati.
"Tidur lah, awas kalau kau nanti membuat masalah lagi, akan ku buang kamu nanti ke kandang macan di samping rumah ku" Ucap nya dingin.
Siska hanya menghentakan kakinya diatas kasur dan membalikan tubuhnya miring memunggungi devan yang masih berada di sana dia sangat kesal dengan suaminya, kenapa dia begitu dingin.
__ADS_1
____
Malam pun sudah berganti matahari sudah menampakan diri. Tapi Siska masih betah bergelung di dalam selimutnya. Sampai ada seseorang yang membangunkan nya.
"Nyonya bangun, ini sudah siang anda akan pulang ke Jakarta hari ini" Ucap pelayan membangunkan Siska dengan perlahan.
Siska pun membuka matanya secara perlahan dilihat nya ada orang asing di kamar nya " Kamu siapa?" Tanya nya heran.
"Saya lasmi nyonya, yang menggantikan ayu hari ini dan seterusnya" Ucapnya dengan sopan.
"Lalu ayu kemana, kenapa di ganti baru juga sehari dia dengan ku, akupun tidak memecatnya" Ucapnya.
"Bukan di pecat nyonya, tapi di pindah tugaskan sekarang ayu kerja nya di dapur, karena kemarin sudah lalai dalam mengawasi anda nyonya, jadi ayu di hukum cambuk 3 kali dan di pindah tugaskan" Siska terkejut mendengar apa yang Lasmi ucapkan barusan.
Siska langsung bangun dan masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, setelah siap Siska langsung turun kebawah untuk mencari keberadaan ayu setelah melihat nya Siska langsung berlari menghampiri ayu yang tengah mengelap kitchen set di dapur.
"Ayu" panggilnya pelan " aku minta maaf karena kesalahan yang aku perbuat kemarin kamu jadi di hukum dan dipindah tugaskan " Siska sungguh sangat menyesal dia tidak menyangka kalau apa yang dia lakukan kemarin malam sampai akan membuat maslah sebesar ini.
"anda tidak perlu minta maaf nyonya, anda tidak bersalah saya yang salah kemarin karena lalai dalam menjaga anda, saya tidak masalah di pindah tugaskan dan dihukum karena itu salah satu konsekuensi nya bekerja di rumah tuan Devandra" ucapnya sambil tersenyum.
"ayu, aku sangat menyesal Terima kasih sudah memaafkan ku" Siska langsung menarik ayu membawa nya kedalam pelukan nya.
__ADS_1
__
Siska sudah berada di dalam jet pribadi milik Devandra dia duduk dengan anteng tanpa banyak bicara.
di lihat nya Devandra tengah fokus dengan ponsel pintar milik nya entah apa yang dia lakukan. Siska yang mulai bosan pun akhirnya tertidur di samping Devandra.
setelah pesawat mereka terbang, Devandra menyimpan kembali ponsel nya di saku jas miliknya. Devan baru menyadari kalau wanita di samping nya sudah tertidur dengan pulas di lihatnya wajah Siska dan menyelipkan anak rambut yang menutupi wajah cantiknya.
"benar apa yang jesica ucapkan kalau Siska sangat cantik meski tanpa riasan sama sekali" ucapnya dalam hati sambil tersenyum memperhatikan Siska yang tertidur dengan pulas.
Devan langsung menggelengkan kepala nya, mengusir pikiran aneh yang ada di otak nya. "tidak tidak masa aku harus kalah sekarang" gumamnya. karena malam nya kurang tidur Devan pun tak bisa menahan rasa kantuk yang menyerang nya dia pun langsung tertidur menyusul Siska yang lebih dulu berkelana ke alam mimpi.
suara pramugari sudah terdengar memberitahukan kalau pesawat sebentar lagi akan segera mendarat tapi pasutri itu masih tertidur dengan pulas. Marco mendekat ke arah tuan nya di lihat nya pemandangan yang sangat manis terlihat di depan matanya. dengan iseng Marco mengeluarkan ponsel pintar nya dan memotret Siska juga Devan yang tengah tidur dengan manis, Siska tertidur dengan menyender di bahu devandra dan Devan menumpukan kepala nya di atas kepala Siska. sungguh pemandangan langka yang harus di abadikan pikir Marco.
"Tuan, tuan bangun sebentar lagi pesawat akan segera mendarat" Marco menyentuh pelan lengan atasan sekaligus sahabat nya itu. Devan mengerjap kan matanya mengumpulkan serpihan serpihan nyawa nya.
"hoammmm" Siska menguap dan merentangkan tangan nya dengan sangat nikmat sampai sikunya mengenai wajah tuan devan.
"hey, jangan kelewatan merentangkan tangan nya, ketiak mu bau" ucapnya sambil memalingkan wajah. tapi sedetik kemudian dia melihat ke arah bahu nya yang basah dan menyentuhnya.
"hah apa ini" Devan menyentuh bajunya yang basah dan menciumnya, dilihat nya Siska tengah tersenyum menunjukan deretan giginya yang putih juga rapi.
__ADS_1
"kau.! sungguh menjijikan"