Istri Tengil Ceo Dingin

Istri Tengil Ceo Dingin
Bab 77


__ADS_3

"sayang, kamu kenapa di sini, sudah mas bilang jangan keluar dari dalam kamar, nakal kamu yah" Siska yang tengah pokus dengan ponselnya pun terkejut mendengar suara suaminya yang sudah pulang.


"maaf mas, aku tadi pengen banget makan salad buah sambil lihat bunga dan ngasih makan ikan, di kamar bosen tau mas, gak ada kegiatan yang ada nanti anak anak kita jadi anak yang pemalas" ucapnya ngasal.


"emang gitu?" tanya nya, Devan duduk di samping istrinya sambil mengelus dengan lembut perut rata Siska.


"katanya sih begitu mas, kalau kita Suka malas malasan, nanti anak kita akan jadi anak pemalas, kalau kita suka nangis nanti anaknya jadi cengeng, dan kalau kita Suka makan pedas nanti anak kita jadi pemarah, " ucapnya lagi.


" ah itu hanya mitos sayang, jangan percaya begituan, sudah sore ayo masuk" Siska pun mengangguk dan masuk kedalam rumah bersama suaminya.


sampai di kamarnya Siska masih termenung sambil menatap layar ponselnya yang sudah berubah menjadi warna hitam, menandakan kalau ponselnya sudah mati.


"kenapa di tatap terus ponselnya sayang, bosen? pengen ganti baru?" tanya Devan sambil berjalan mendekat ke arah Siska yang duduk di sopa dekat pintu ke arah balkon.


"enggak, ini juga masih bagus mas ngapain ganti baru, pemborosan" ucapnya.


"terus kenapa?"


"aku hanya lagi kangen papa aja mas, pengen ketemu papa rasanya tapi papa belum bisa kesini, kita juga belum bisa ke sana " ucapnya bohong. padahal Siska masih kepikiran dengan apa yang dia lihat tadi di ponselnya.


"kan bisa di vidio call, gak harus ketemu langsung kan yang penting bisa saling tatap wajah walaupun hanya melalui layar"


"iya mas, nanti aku vc papa, aku mau mandi dulu " Devan hanya mengangguk dia pun pergi ke ruang kerjanya untuk mengecek file file yang sudah Marco kirimkan tadi melalui email nya.


***


sementara di sebuah cafe yang terlihat cukup ramai, terlihat sepasang kekasih tengah mengobrol sambil sesekali tertawa bersama.


"makasih ya sayang kamu sudah nyempetin waktu untuk temenin aku, ya walaupun hanya ngopi" ucapnya sambil terkekeh pelan.

__ADS_1


"memangnya selain ngopi kamu maunya apa, mau kita liburan keluar negri? tanya nya sambil menatap wanita cantik di hadapan nya.


" maunya sih, tapi kamu nya sibuk terus, kamu mau nyempetin waktu untuk kita ngopi bareng gini aja aku udah seneng banget" ucapnya sambil menyentuh lembut punggung tangan laki laki di hadapan nya.


"ya sudah nanti aku ada waktu, kita jalan jalan ke luar negri ke manapun kamu mau,"


"serius sayang? tanya nya dengan mata berbinar bahagia.


" ya serius, kapan aku suka bohong"


"sering kamu bohong " ucapnya dengan usil.


"kapan?" tanya nya sambil mencubit gemas hidung bangir wanita di hadapannya.


"kapan kapan" mereka pun tertawa bersama, tak terasa waktu sudah mereka habis kan selama 2 jam di cafe tersebut.


"aku pulang sekarang ya "


"aku kerja kan buat kita sayang, buat masa depan kita."


"ya sudah, tapi minggu depan bisa kan ketemu lagi "


"bisa sayang, kamu mau aku antar pulang atau pulang sendiri?" tanya nya.


"pulang sendiri aja, tadi aku bawa mobil kalau kamu antar mobil ku gimana " setelah mereka saling berpamitan mereka pun menaiki mobil nya dan pulang ke rumah nya masing masing.


____


"mas, aku pengen banget deh makan martabak tapi polosan jangan pake toping apapun" Devan yang tengah pokus menatap Layar laptop pun berbalik menatap ke arah sang istri yang juga tengah menatap nya sambil mengigit bibir bawah nya.

__ADS_1


"kamu serius pengen martabak polosan, gak ada rasanya dong kalau gak pake toping apapun"


"serius mas,! beliin yah mas pleaseee aku pengen banget rasanya kaya udah nempel di bibir mas" ucapnya merengek manja sambil bergelayut di lengan suaminya.


melihat tingkah sang istri yang mengemaskan menurut nya Devan yang sedang memeriksa file dari Marco pun langsung beranjak untuk membelikan istrinya martabak yang dia mau.


"ya sudah mas beliin, tapi kamu gak usah ikut mas sendiri aja kamu tunggu di rumah" Siska pun mengangguk sambil menatap sang suami yang tengah memakai sweater warna abu abu, membuat nya terlihat lebih muda dari usia nya.


setelah memakai sweater nya Devan mengambil kunci mobil dan tak lupa mencium kening istrinya.


"mbok saya mau keluar sebentar, tolong jaga Siska selama saya gak ada, jangan biarkan dia keluar dari dalam rumah ini sudah malam"


"baik tuan"


Devan melajukan mobilnya menuju ke suatu tempat di mana yang ada menjual martabak yang di olah secara higienis. setelah sampai di tempat yang di tuju Devan keluar dari mobil dan langsung masuk kedalam. Devan berjalan dengan santainya melewati beberapa orang yang sedang mengantri untuk membeli martabak juga.


"mba, tolong buatkan martabak polos tanpa toping apapun sekarang juga" ucapnya tanpa beban.


"bapa mohon di tunggu dulu sebentar, kami siapkan pesanan sesuai nomor antrian" Devan mencebikan bibirnya.


"mana manager kalian? tanya nya.


" ada yang bisa kami bantu tuan?" mendengar suara keributan di luar manager toko martabak itu pun keluar untuk melihat. betapa terkejut nya manager saat melihat siapa datang untuk memesan martabak di toko mereka.


" maafkan pelayan kami yang kurang sopan tuan, akan segera kami siapkan pesanan anda sekarang juga" ucapnya dengan perasaan cemas bagaimana tidak kalau sampai tuan Devan tak mendapatkan pelayanan yang baik dia bukan hanya kehilangan pelanggan tapi juga kehilangan insvestor tetap di toko mereka tanpa campuran tangan devan mungkin toko mereka tak akan semaju dan berkembang seperti sekarang.


setelah mendapatkan apa yang istrinya mau, Devan segera tancap gas untuk pulang kerumah membawa pesanan sang permaisuri. sampai di rumah Devan pergi ke dapur untuk mengambil piring kemudian langsung masuk kedalam kamarnya di lihat sang istri yang sudah tertidur dengan gaya andalannya menjadi sang penguasa kasur.


"ya tuhan, terus martabak nya? Devan geleng geleng kepala melihat kelakuan istrinya, sudah dia laksanakan keinginan nya eh pas pulang yang menginginkan martabak itu pun sudah tertidur dengan begitu pulas.

__ADS_1


" bumil ko tidur nya begini," setelah menyimpan martabak nya Devan segera membetulkan posisi tidur Siska yang tengah terlentang dengan kaki terbuka lebar sampai Devan tak kebagian tempat untuk tidur.


"untung dia mama kalian twins, dan papa sangat sangat mencintai mama kalian, jadi bagaimana pun kelakuan nya dan sifat konyolnya papa akan menerima nya dengan lapang dada" ucapnya sambil mengelus perut Siska yang masih terlihat rata.


__ADS_2