Istri Tengil Ceo Dingin

Istri Tengil Ceo Dingin
Bab 11


__ADS_3

Flashback 1 tahun yang lalu


"A-apa operasi dok" perempuan itu terkejut, dengan apa yang dokter katakan.


"iya dek, sebab kalau tidak besar kemungkinan nyawa pasien tidak akan tertolong, kalau pun bisa tersadar kondisi pasien tidak akan kembali normal"


"jadi apa yang harus saya lakukan dok, saya tidak mengenal keluarga nya" ucapannya.


"coba anda bicarakan dengan keluarga anda, saya tidak bisa menjalan kan operasi itu kalau tanpa persetujuan keluarganya" dokter menatap serius perempuan yang ada di hadapan nya.


"baik saya permisi dulu, nanti malam saya kembali bersama papah saya kesini " dia pun pamit dan keluar dari rumah sakit.


sesampainya di rumah dia pun langsung memberi tahu kan masalah nya dengan sang papah berharap mendapat solusi, dia tidak mengenal perempuan parubaya itu tapi hatinya berkata untuk menolong nya.


setelah sang papa menyetujui nya, mereka pun berangkat ke rumah sakit untuk mengurus berkas berkas yang perlu tanda tangan keluarga pasien supaya Pasien segera mendapat pertolongan dan segera di operasi.


keesokan hari nya pasien pun sudah selesai menjalan kan operasi pendarahan di otaknya. setelah pulang sekolah dia pun langsung menuju rumah sakit untuk melihat perkembangan ibu yang dia tolong.


3 minggu berlalu tapi kondisi ibu itupun masih belum sadarkan diri, 3 minggu itu pula perempuan yang menunggunya terus bolak balik ke rumah sakit untuk memantau kondisi ibu itu.


"bu, kapan anda akan sadar sudah 3 minggu anda koma, keluarga anda pasti sangat kebingungan mencari anda kemana mana " ucapnya sambil menggelus lembut punggung tangan nya. tanpa di duga jari tengah nya bergerak gerak dia pun melihat ke arah wajah ibu itu dan terlihat matanya mulai mengerjap.


"ibu, ibu sudah sadar?" ucapnya terkejut sekaligus bahagia. dia pun berlari keluar ruangan untuk memanggil suster juga dokter, setelah dokter datang dia di suruh menunggu di luar ruangan.


tak lama kemudian dokter pun keluar ruangan, perempuan itu pun langsung berdiri dan menghampiri sang dokter. "bagaimana keadaan nya dokter? " tanya nya.


"keadaan nya sudah stabil, tinggal pemulihan saja nanti coba ajak bicara pelan pelan tanya di mana keluarga nya untuk segera di hubungi" perempuan itu hanya mengangguk tanda mengerti. setelah nya dokter itu pun langsung pamit untuk melihat pasien nya yang lain.


Dia masuk kedalam ruangan, ibu ibu tadi melihat ke arah pintu dan langsung bersuara meski sangat kecil " sa-ya haus" mendengar suara yang sangat halus memanggilnya perempuan itu pun mendekat.

__ADS_1


"ibu haus" Dia ambilkan minum menyodorkan nya dan membantu ibu itu minum dengan perlahan.


"saya ada di mana nak, kenapa saya ada di sini? " tanya nya bingung.


"ibu waktu itu mengalami kecelakaan tepat di dekat mobil ku, jadi aku bawa ibu kesini, tapi maaf aku hanya sempat menyelamatkan ibu, tidak dengan barang barang ibu, mobilnya keburu meledak " ucapnya menjelaskan.


"tidak apa nak, siapa namamu ? " tanyanya.


"nama ku Siska bu, ibu sendiri nama nya siapa ?" Siska mengelus punggung tangan ibu itu dengan lembut.


"Celine nama ibu celine," ucapnya lemah.


"ibu harus banyak istirahat biar cepat sehat, nanti kalau sudah sehat ibu boleh hubungi keluarga ibu untuk menjemput ibu di sini".


2 minggu berlalu keadaan bu Celine sudah lebih baik meskipun sebelah kakinya belum bisa bergerak tanpa bantuan tongkat. selama itu pula Siska selalu bolak balik ke rumah sakit sepulang sekolah untuk menemani bu Celine supaya tidak kesepian dan merawatnya dengan penuh perhatian. Siska yang sudah ditinggal sang ibu dari kecil membuat dirinya sangat merindukan sosok ibunya.


"gak apa nak, ibu sudah menghubungi keluarga ibu kemungkinan mereka besok akan datang ke sini" bu Celine mengusap lembut punggung Siska yang sedang merebahkan kepalanya di paha bu Celine, hampir 6 minggu bersama dengan bu Celine membuat Siska merasakan kasih sayang seorang ibu yang tulus menyayangi nya.


keesokan harinya pada sore hari Siska datang kembali ke rumah sakit dengan riang dan membawa beberapa kantong buah tangan untuk bu Celine. tapi betapa terkejut nya Siska saat melihat ruangan itu kosong.


"mbak Siska nyari ibu yang di ruangan ini yah? " tanya seorang perawat yang sudah mengenal Siska.


"ibu Celine kemana ya Sus"


"tadi bu Celine, sudah di jemput oleh keluarga nya mbak, mereka mengucapkan banyak Terima kasih untuk mbak Siska yang sudah menyelamatkan bu Celine" Siska langsung terduduk di sopa dalam ruangan VVIP itu, meskipun hanya kenal sebentar tapi Siska sudah menyanyi bu Celine dan menganggap bu Celine ibunya sendiri.


flashback of


"begitu ceritanya Dev, bukan tanpa alasan momy menjodohkan kalian ,6 bulan setelah kejadian itu momy langsung mecari tau siapa Siska dan siapa orang tuanya, setelah menemukan nya dimana rumah nya momy langsung bertemu pak bagas dan meminta nya untuk bersedia menikahkan Siska dengan mu Dev setelah lulus SMA , momy sudah mengetahui bagaimana Siska dari satu tahun yang lalu, jadi momy tidak akan ragu menjadikan Siska istrimu. " momy Celine berbicara dengan rinci apa yang sebelum nya dia sembunyikan hanya dia dan dady Mario yang tau rencana untuk anak mereka kedepan nya.

__ADS_1


" jadi momy sudah merencanakan ini dari satu tahun yang lalu, hebat " Devan tersenyum sinis.


"momy sama dady gak mau tau, pokonya momy gak mau kalau sampai pernikahan kamu yang ke lima ini gagal lagi, dengar itu Devan" momy Celine menatap tajam anaknya yang balik menatap tajam sang momy.


"ya kalau berjodoh " ucapnya enteng.


"jadi selama ini momy selalu mengawasi ku, kenapa tidak pernah muncul di hadapan Siska, padahal Siska sangat merindukan momy " Siska menyusupkan kepala nya kedalam pelukan momy celine. bermanja dengan momy celine yang sudah 1 tahun tak bertemu dengannya.


"sudah sudah, sekarang sudah malam kalian belum mandi, sana bersih bersih dulu terus istirahat yah" momy celine mengelus lembut rambut Siska. membuat Siska menjadi nyaman dan merasakan kasih sayang seorang ibu secara langsung.


"Dev ajak istrimu masuk ke kamar, biarkan dia istirahat jangan kamu ganggu" ucap momy Celine. Devan berdecak sebal dengan sang momy.


"ayo sayang kita istirahat sudah malam, nanti kita buat cucu yang sangat banyak untuk momy ku tercinta ini "


Devan menarik lengan Siska dan membawanya ke lantai 2 ketempat di mana kamar Devan berada.


sampai di dalam kamar Devan menghempaskan dengan kasar lengan Siska, " jangan ke geeran saya melakukan itu hanya untuk menjaga perasaan momy saja" ucapnya datar.


Siska di buat melongo oleh perbuatan Devan. siska kemudian menggelengkan kepalanya sambil berjalan ke arah kasur dan merebahkan tubuh nya yang lelah.


ceklek


Pintu kamar mandi terbuka dilihatnya Devan memakai handuk berwarna putih yang hanya di lilitkan di pinggang nya.


"hei, lihat air liur mu itu keluar " ejek Devan sambil melempar haduk kecil bekas mengeringkan rambut nya yang mendarat dengan mulus tepat di wajah Siska.


Siska merengut, kesal dengan sikap Devan yang semaunya dia pun menghentakan kakinya masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya yang lengket.


"ya ampun, aku lupa bawa baju ganti mana gak bawa handuk lagi gimana ini" gumam nya.

__ADS_1


__ADS_2