
"itu air liur kamu keluar" ucapnya dengan usil. Devan reflek mengusap ujung bibir nya. tak ada apapun di sana, diapun langsung menggelitik pinggang Siska sampai Siska tertawa terpingkal pingkal karena kegelian.
"sudah mas, ampun aku bisa pingsan nanti, hentikan mas" ucapnya sambil terus tertawa. Devan menghentikan aksi nya dia pun merebahkan tubuh nya di samping Siska, Devan memeluk pinggang ramping istri dan mencium wangi lembut dari rambut Siska.
"maaf kan mas ya, mas waktu itu selalu bersikap cuek sama kamu" ucapnya.
"baru sadar kalau kamu suka cuekin aku, his" Siska memalingkan wajahnya.
"ya, mas akui mas memang bersalah maaf kan mas ya sayang. apa kamu tau kenapa mas bersikap seperti itu, mas itu sebenernya sudah ada rasa saat pertama kali kita bertemu dan bertabrakan waktu di arah mau ke toilet di Cafe TERINDAH. apalagi setelah kita tinggal satu rumah, tapi mas gengsi buat ngomong jujur sama kamu " Siska mengerutkan kening nya apa tabrakan di cafe Terindah pikirnya.
"oh jadi mas yang waktu itu nabrak aku sampai terjatuh , bukan nya di tolongin malah ngeloyor pergi lagi," ucapnya kesal. "tapi aku baru ngeh sekarang kalau waktu itu mas" Devan hanya tersenyum mendengar ucapan Siska.
"iya mas minta maaf, mas mau kita mulai dari awal oke, mas sudah mulai cinta sama kamu sayang, mas ingin kita bisa hidup bersama dan menua bersama." Siksa langsung berbalik melihat ke arah suaminya. di tatapan ya mata Devan yang tengah menatap nya dengan mesra.
"makasih ya mas, kamu sudah mau menerima aku" Siska melesakan tubuhnya memeluk pinggang suaminya.
"apa mas boleh minta jatah malam pertama kita sekarang?" tanya nya. Siska reflek langsung melepaskan pelukan nya dan menatap Devan yang tengah menatap nya dengan mata sayu.
"emm, itu, anu mas_ " Siska di buat gugup dan salah tingkah dengan perlakuan manis Devan terhadapnya. Devan sudah mendekatkan wajahnya tanpa aba aba Devan langsung menyatukan bibir mereka ******* nya dengan lembut. Siska yang kaget langsung membulat kan kedua matanya.
melihat Siska yang sudah kesusahan bernafas Devan segera melepaskan ciuman mereka. "mas, menginginkan mu sayang" ucapnya dengan serak.
__ADS_1
"tapi mas,aku takut" Siska memalingkan wajah nya tak mau melihat ke arah Devan. Dulu memang dia suka menggoda Devan menanyakan kapan akan malam pertama tapi itu hanya sebuah candaan untuk menggoda suaminya, sekarang setelah Devan benar benar meminta nya Siska menjadi takut sendiri.
"Aku belum ada persiapan mas, aku juga pengennya kita malam pertama di tempat yang romantis. bukan dadakan kaya gini" ucapnya, sebenernya itu hanya alasan Siska saja dia masih belum berani memberikan keperawanan nya pada Devan.
"ya baiklah, nanti kita atur bulan madu untuk kita, sekarang ayok tidur." ajaknya.
"kamu gak mau ganti baju dulu mas? itu kamu masih pake jas emang nyaman kaya gitu?" Devan langsung bangun dia baru sadar kalau dirinya belum berganti pakaian.
"ya sudah aku ganti baju dulu" Devan bangkit dari ranjang berjalan menuju lemari, setelah mendapat kan apa yang dia cari dengan tak tau malunya dia membuka semua pakaian nya di depan Siska.
"mas, kamu apa apaan sih kenapa gak ganti baju di kamar mandi?" Siska menutup matanya tapi masih mengintip dari celah celah yang sengaja tak dia tutup secara rapat.
"kenapa harus ke kamar mandi, ganti baju di sini gak apa kan hanya kamu yang lihat. buka aja sayang aku tau ngintip " ucapnya usil. Siska langsung tertunduk malu dia sudah ketahuan. Siska tak munafik memang bentuk tubuh suaminya sangat menggoda apalagi roti sobek yang ada di perut suaminya.
******
"bibi sudah selesai, bibi pulang dulu yah" ucap bibi Arumi sambil membereskan peralatan medisnya. dan memakai mantel.
"bibi ini sudah malam sebaiknya bibi menginap di sini saja,ada satu kamar kosong yang bisa bibi tempati untuk beristirahat besok pagi baru pulang " bibi Arumi menggeleng sambil tersenyum.
"gak perlu sari rumahku tidak terlalu jauh dari sini, lagian di luar sana Arka sudah menunggu kasian dia" ucapnya sambil membawa tas berisi alat medisnya.
__ADS_1
"ya sudah bibi pamit yah, cepet sehat ya nak obat nya jangan lupa di minum" Aisyah tersenyum ke arah bibi Arumi yang sudah bersiap untuk pulang.
"sudah selesai bi?" tanya Arka.
"sudah ayo kita pulang, bibi sudah lelah pengen cepat istirahat" ucapnya. sangat jelas terlihat gurat gurat kelelahan di wajah nya yang mulai muncul keriput. meski begitu kecantikan bibi Arumi masih sangat terlihat jelas di usianya yang sudah mau menginjak usia 50 tahun.
sesampainya di rumah, bibi Arumi melepaskan mantel yang membungkus tubuhnya di lihat nya waktu sudah menujukan pukul 2 malam. "istirahat lah nak, ini sudah malam " bibi Arumi melihat anak angkat nya masih duduk di meja komputer miliknya yang baru saja dia beli beberapa waktu lalu.
"sebentar lagi bibi, aku sedang mengerjakan sesuatu " ucapnya tanpa melihat ke arah bibi Arumi.
"ya sudah bibi tidur duluan, kamu jangan terlalu lelah, besok kamu di suruh Bayu kerja ke ladang bukan" Arka mengangguk "siap bibi" ucapnya.
bibi Arumi masuk kedalam kamar nya, dia rebahkan tubuhnya di atas kasur kapuk yang sudah lepek dan terlihat berlubang di bagian tengah juga di pinggirnya. Di ambil nya kembali foto 18 tahun yang lalu yang masih ia simpan untuk di jadikan nya kenangan, bibi Arumi menatap dengan penuh cinta foto bayi yang tengah tersenyum dengan begitu manis.
"ibu akan selalu menyayangi mu sayang, nanti jika suatu saat kita di pertemukan. tolong jangan benci ibu ya nak. maafkan ibu karena ibu belum berani mencari mu, ibu masih terlalu takut" air matanya mengalir membasahi pipi nya. lelah menangisi nasib nya yang buruk bibi Arumi pun memejamkan matanya berharap esok hari dirinya akan kembali segar dan menjalani kehidupan nya.
****
pagi hari di rumah momy Celine semua sudah bersiap untuk sarapan dan menjalankan aktivitasnya seperti biasa.
"Dev, momy minggu depan akan berangkat ke Amerika bersama dady seperti nya kami akan menetap di sana momy ingin menjalani kehidupan masa tua momy di tempat kelahiran oma kalian. kamu di sini jaga baik baik menantu momy , kalau sampai momy tau dan dapat kabar kamu menyakiti hati istri kamu nanti momy bawa istri kamu ke Amerika" ucapnya.
__ADS_1
"momy tenang saja, Dev tak akan pernah menyakiti hati Siska, sebisanya Dev akan selalu membuat Siska bahagia. " ucap nya sungguh sungguh.