Istri Tengil Ceo Dingin

Istri Tengil Ceo Dingin
Bab 37


__ADS_3

suara mobil terdengar memasuki pekarangan rumah Siska langsung keluar dari dalam kamar dan turun ke lantai bawah untuk menyambut suaminya yang baru pulang.


Siska berdiri di depan pintu masuk tak lama kemudian pintu pun terbuka Siska tersenyum dengan manis saat suaminya melihat ke arah nya sambil tersenyum.


"hey, istri siapa ini cantik sekali hemm" Devan langsung menghampiri Siska yang masih mematung di tempatnya.


"emm, mas sini biar aku yang bukain jas nya" Siska melepas jas yang melekat di tubuh suaminya juga melonggarkan dasi yang masih terpasang dengan rapi di kerah bajunya. Devan langsung melepas kancing lengan kemejanya dan melipat nya sampai ke siku.


"aww, sexynya suamiku " ucapnya. Devan yang mendengar ucapan spontan istrinya pun langsung salah tingkah. dan terus mengembangkan senyumnya.


"mas, kamu mau kita makan dulu apa kamu mau bersih bersih dulu?" tanya Nya. di lihat nya Devan masih bengong sambil menatap ke arahnya dengan senyum menawan yang terus Devan tampilkan di wajah tampan nya.


"mas" ucapnya sampai membuat Devan terkejut, " ya ada apa, kenapa?" tanyanya sambil celingak celinguk.


"ish kamu ini, gak pernah lihat perempuan cantik kah sampai segitunya liatin aku" ucapnya pura pura merajuk. Devan langsung menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal dirinya merasa sudah seperti abg yang baru merasakan yang namanya jatuh cinta.


"ehh, hehe mas gak tau kenapa seneng aja lihat kamu kaya gini, mas itu berasa jadi seperti anak muda lagi tau gak" ucapnya sambil terkekeh pelan. "ya sudah ayo kita makan malam dulu, nanti baru aku bersih bersih" ucapnya lagi.


mereka pun makan dengan tenang tanpa ada percakapan. Devan terus mencuci curi pandang pada istrinya yang tengah makan dengan lahap. selesai makan seperti biasa Siska membantu para pelayan membereskan meja makan. dia bagian membereskan sisa sisa makanan dan perlayan yang lain membantu membawa Piring kotor ke dapur dan mencucinya. setelah selesai Siska langsung naik ke lantai atas dan masuk kedalam kamarnya.


Siska menatap dirinya di cermin, "mas Devan bilang aku cantik tadi, gak salah kan, aku gak salah dengar kan?" gumam nya.


tok

__ADS_1


tok


tok


"sayang, apa mas boleh masuk?" tanya nya dari luar pintu.


"boleh mas, masuk saja.!" setelah mendapat sahutan dari dalam Devan langsung masuk kedalam kamar di lihat nya Siska lagi duduk di depan meja riasnya "ko pakai izin segala sih, biasanya kata mbok yati kamu tidurnya di sini bukan di kamar kamu sendiri. kenapa? tanya nya penasaran.


" emm itu anu, mas seneng aja nyium bekas badan kamu yang nempel di sini " ucapnya asal. "mas boleh tidur di sini kan?" Mendengar pertanyaan itu salah satu alis Siska terangkat.


"kenapa harus izin mas, aku ini istri mu bukan? " tanya nya. Di tanya seperti itu Dev menjadi salah tingkah apa yang terjadi padanya mengapa menjadi seperti abg yang baru kenal cinta pikirnya.


"sini mas kita bobo, tapi gak boleh gerayangan ya Siska lagi kedatangan tamu ini" ucapnya sambil mengibaskan kain di atas kasurnya. Devan bengong menatap Siska dengan heran.


"kamu kedatangan tamu, siapa?" tanya nya. Siska menepuk dahinya.


Devan masih melongo, melihat expresi imut suaminya Siska langsung mendekat dan menarik lengan suaminya untuk tidur di ranjang yang sama dengan nya.


"jadi aku hanya menemani mu bobo malam ini? boleh gak kalau pengen pegang ini?" tanyanya dengan wajah sok polosnya. Siska langsung menepis tangan yang dengan lancang meremas bukit kembar nya.


"enggak boleh, dengar mas enggak boleh!" ucapnya tegas. penuh penekanan Devan sampai tersenyum gemas dengan tingkah istrinya.


"ya sudah kalau tidak boleh, biasanya tamu itu datang berapa hari?" tanya nya lagi.

__ADS_1


"kurang lebih 6/7 hari sudah bersih lagi tamunya sudah pergi. kenapa udah gak sabar yah?" sifat tengil Siska kembali muncul untuk menggoda suaminya.


"sangat, " ucapnya sambil menatap langit langit kemudian tersenyum penuh arti. entah apa yang ada di otaknya "apa yang dia rencanakan" pikir Siska.


"emm, mas aku ada yang mau di bicarakan tadi siang aku sempat melihat ada orang yang berpakaian serba hitam berdiri di dekat gerbang. dia seperti sedang mengintai rumah kita mas, aku jadi ngeri deh bagaimana kalau dia salah satu komplotan begal yang sedang mengincar rumah kita, terus nanti kita sekeluarga di bantai harta kita di ambil. akhhhh aku gak mau mati dulu aku belum merasakan yang namanya malam pertama " ucapnya, yang tadinya hanya ingin memberi tahu suaminya tentang apa yang dia lihat tadi siang, tapi malah dirinya yang panik sendiri.


"kamu serius, dia laki laki apa perempuan?" tanya nya dengan serius.


"laki laki mas, pakaian nya serba hitam hanya nampak kedua bola matanya saja, ngeri bukan seperti yang aku Tonton di drakor mafia minggu kemarin " ucapnya sampai bergidik ngeri.


"sepertinya kita sudah tidak aman tinggal di sini" gumam nya pelan nyaris tak terdengar.


"maksud mas apa kita sudah gak aman tinggal di sini?" tanya nya.


"emm sudah lah, besok kamu kuliah kan? sekarang tidur lah gak usah memikirkan hal yang belum tentu itu apa oke" ucapnya. bukan Siska namanya kalau dia tidak punya rasa kepo yang tinggi. "aku harus cari tau sendiri kayanya oke lah" ucapnya dalam hati.


****


pagi harinya Siska terbangun lebih dulu di lihatnya Devan masih tertidur dengan pulas sambil memeluk dirinya dengan erat. Siska melihat suaminya sambil tersenyum "kenapa kamu ganteng banget sih om, eh ko om sih? tapi emang bener kamu sudah om om ko " ucapnya sambil cekikikan.


Siska mengabsen setiap inci dari wajah suaminya, mulai dari alis, mata, hidung sampai ke bibir Siska menyentuhnya dengan halus "haruskah aku rayakan, memotong teri misalnya sambil bikin tumpeng, karena sudah mendapatkan suami tampan seperti mu" Siska kembali terkikik geli dengan pikiran konyolnya.


tanpa Siska sadari ternyata Devan sudah terbangun saat tangannya dengan nakal menyentuh wajah nya. "sudah puas memandangku?" tanya nya dengan suara serak khas bangun tidur.

__ADS_1


"gak akan pernah puas, eh kamu sudah bangun mas, dari kapan? Siska terkejut dia pikir yang tanya tadi itu bicara hanya halusinasi nya saja.


" dari saat kamu menyentuh wajah ku! kenapa kamu terpesona melihat ketampanan suami mu ini hemmm"


__ADS_2