Istri Tengil Ceo Dingin

Istri Tengil Ceo Dingin
Bab 12


__ADS_3

Siska menyembul dari balik pintu hanya terlihat kepalanya saja yang masih basah dia celingak celinguk melihat keadaan sekitar apakah ada orang apa tidak. Siska tidak ingin meminta bantuan Devan untuk mengambil kan nya baju atau pun handuk.


setelah di rasa aman Siska langsung keluar dengan secepat kilat dari kamar mandi menuju lemari dan mencari handuk. "kyaaaaaa, tutup matamu jangan melihatku " Siska teriak dengan nyaring. Devan yang baru kembali dari luar itu pun di buat melongo karena melihat Siska yang tanpa busana di depannya dengan cepat Devan menutup pintu dan membalikan tubuhnya. "aku tidak melihat apa apa, cepat pakai bajumu" ucapnya serak.


"ya ampun apa itu tadi sangat tembem ada bulu bulu halusnya. bukit nya pun terlihat sangat padat " ucapnya dalam hati sambil susah payah menelan saliva nya. Devan pria yang normal jujur saja kalau dia lihat perempuan yang tanpa busana bisa langsung menaikan libido nya apalagi penampilan Siska yang setengah basah, kulit putih mulus nya begitu terlihat memggiurkan. Devan langsung menggelengkan kepala nya, dia tidak ingin berpikiran macam macam dia tidak boleh tergoda dengan istrinya cintanya hanya untuk jesica seorang.


"sudah selesai, kamu boleh berbalik sekarang " Siska sudah selesai mengenakan kaos oversize juga hotpans nya. Devan langsung membalikan tubuhnya melihat Siska dengan tatapan anehnya. "lain kali kalau mandi bawa baju ganti. masih mending saya yang masuk kalau ada pengawal yang masuk bagaimana" ucapnya dingin.


"bilang aja kamu tergoda dengan tubuhku kan, udah ngaku aja gak usah malu malu " Siska terus menggoda suaminya.


"gak usah banyak bicara saya tidak suka " ucapnya tegas.


____


hari berganti


pagi yang indah sudah menyapa pasutri yang masih asyik bergelung di bawah selimut." hoammmm, sudah pagi ternyata" Siska meregang kan otot otot tangan nya yang kaku, Siska melihat ke arah perutnya yang terasa berat ternyata ada sebuah tangan besar yang melilit tubuhnya kakinya pun bernasib sama di lilit oleh kaki besar milik Devan.


Siska memindahkan secara perlahan lengan suaminya agar tak membangunkan nya, tapi Devan malah memeluknya lebih erat dengan terpaksa Siska pun harus membangunkan suaminya karena tidak mungkin Siska harus terus tertidur sementara waktu sudah siang " tuan bangun, anda mimpi jadi ular kah dan mengira aku ini mangsa nya " Siska menepuk nepuk pelan pipi Devandra.


"hemmmm", Devan membuka matanya perlahan di lihat nya Siska tengah menatapnya sambil tersenyum, " good morning suamiku " ucapnya sambil mengecup pipi Devan.


Devan masih terdiam tak bergerak sedikitpun " apa anda masih ingin memeluk ku tuan, kalau begitu dengan senang hati" Devan langsung melepaskan pelukan nya.


"maaf ku kira guling, biasanya saya suka memeluk guling pas lagi tidur" wajah devan langsung memerah menahan malu. "apa apaan dia tuh, dengan beraninya dia mengecup pipi ku , dasar agresif" ucapnya dalam hati.


"ohh" Siska bangun dari tempat tidur nya dan melangkah ke arah kamar mandi setelah masuk kedalam kamar mandi baru Devan berhenti menunduk dan melihat Siska yang sudah menutup pintu "ya ampun jantung ku rasanya mau copot, kenapa berdebar debar seperti ini" gumam nya.

__ADS_1


ponsel Devan pun berdering di lihatnya nama jesica terpampang di layang ponsel " ya baby, ada apa ? tanyanya.


....


"ya aku juga kangen, kapan kamu balik ke Jakarta? "


....


"oke baby, sampai jumpa bulan depan, tetap jaga kesehatan oke " ucapnya sebelum mematikan sambungan telpon nya.


setelah melihat istrinya keluar dari kamar mandi sekarang giliran Devan yang masuk untuk membersihkan dirinya.


"Selamat pagi mom, dad " Siska langsung menghampiri kedua mertuanya yang sedang sarapan di meja makan.


"pagi sayang, bagaimana tidur mu apa nyenyak?" tanya momy Celine sambil mengambil selembar roti dan mengolesi nya dengan selai kacang.


"Devan ko belum turun sayang kemana dia apa masih tidur"


"enggak mom, tadi pas aku tinggal lagi mandi dulu" ucapnya. tak lama kemudian Devan pun turun ke bawah untuk sarapan bersama yang lain.


"selamat pagi momy, and dady " sapanya sambil mendudukan dirinya di kursi sebelah Siska. momy Celine melirik anak nya dengan heran " kamu sudah mau masuk kerja Dev, kalian kan baru menikah. nikmatilah dulu kebersamaan kalian beberapa hari kedepan "


"tidak bisa mom, banyak masalah yang harus Dev sendiri yang menyelesaikan" ucapnya sambil meneguk susu hangat miliknya.


"nanti biar dady yang bicara dengan Marco, dia pasti bisa menyelesaikan masalah kamu di kantor, gak usah kamu yang langsung turun tangan sendiri"kalau sudah Dady Mario yang angkat bicara tidak ada yang bisa menyela satu orang pun.


" ya terserah dady saja, atur lah " ucapnya pasrah.

__ADS_1


"kita nanti sore mau berangkat lagi mom kerumah baru, Dev tidak ingin setelah rumah tangga menumpang di rumah orang tua" Siska langsung menatap suaminya yang tengah fokus memakan sarapan nya.


"kita akan pindah kemana? " tanya Siska dengan polosnya.


"kerumah kita sayang, sudah kamu tenang saja" ucapnya tanpa menoleh ke arah Siska.


"kalau momy sama dady terserah kalian saja, mau tinggal di sini boleh, mau tinggal mandiri juga boleh sebenernya momy lebih setuju kalau kalian tinggal di sini tapi momy juga gak bisa memaksa kalian untuk tetap tinggal di sini" ucapnya dengan sedih.


Siska melihat lagi ke arah suaminya ingin melihat seperti apa tanggapan suaminya mendengar ucapan momy Celine. " bukan Devan tidak ingin tinggal di sini mom, momy tau sendiri kan kalau sudah rumah tangga itu sangat butuh privasi " Devan menyudahi sarapan nya dengan meneguk habis susu di gelas nya.


"ya ya momy mengerti, oke semua keputusan ada di tangan mu, tapi kapan kalian akan bulan madu, momy sungguh sangat ingin segera menggendong cucu " ucapnya dengan mata berbinar.


Siska yang melihat itu jadi salah tingkah juga merasa tidak enak, jujur Siska merasa bersalah kepada mertuanya karena dia harus berpura pura baik baik saja padahal rumah tangga mereka belum sejauh itu.


"masalah itu urusan Dev mom, tanpa bulan madu pun Dev bisa memberikan kalian cucu, momy yang sabar dong kita baru nikah 3 hari masa sudah di tuntut harus segera punya cucu " ucapnya.


"momyyyy, dadyyy aku datang" seorang pria tampan dengan tubuh tegapnya berjalan menghampiri mereka yang sedang sarapan di meja makan. dia langsung memeluk dan mencium kening momy Celine.


"masih ingat pulang kamu hemmm? " tanya momy Celine sambil memeluk pinggang putra bungsu nya.


"ya masih mom, maaf aku sangat sibuk jangan menyalahkan ku tapi salah kan dady juga kakak kenapa mereka mengutusku untuk mengurus kantor di luar daerah" ucapnya sambil menenggelamkan kepala nya di paha momy Celine.


"sudah sudah sekarang duduk lah dan sarapan," Farel yang mendengar ucapan momy nya pun langsung duduk di kursi samping momy Celine.


"Hai kakak ipar, ternyata aslinya lebih cantik. waktu itu momy hanya memperlihatkan sekilas foto wajah kakak ipar di dalam ponsel nya, kalau pilihan momy seperti ini Farel juga mau di jodohin mom" Devan langsung mendengus sebal dengan tingkah adiknya.


"urus saja perusahaan yang benar baru memikirkan menikah, usia mu masih terlalu muda untuk menikah " ucap devan sambil menatap adik semata wayang nya.

__ADS_1


"mom lihat tatapan kakak, dia sedang cemburu" bisik nya pada sang momy.


__ADS_2