Istri Tengil Ceo Dingin

Istri Tengil Ceo Dingin
Bab 55


__ADS_3

"Boleh saya duduk di sini?" Siska mendongkak, melihat ke arah perempuan yang datang menghampiri nya.


"maaf tapi itu sudah ada yang isi, suami saya.!


"saya hanya sebentar di sini, saya ada perlu dengan kamu"


"anda siapa yah? saya tidak kenal.! ucap siska ketus. perempuan di hadapan nya tersenyum mengejek.


"perkenal kan, nama saya Jesica, saya mantan kekasih Devan yang sangat di cintainya sampai kapan pun.! ucapnya dengan percaya diri.


" terus? seberapa penting berita ini buat saya? tanya siska sambil menatap Jesica dengan tenang.


"sangat penting karena aku ingin merebut Devan dari mu, dan meminta mu untuk meninggalkan Devan" siska menatap wanita di hadapan nya sambil tersenyum.


"semudah itu? yakin kalau Devan masih mencintai tante? coba ngaca deh tan itu keriput udah mulai bermunculan, laki laki itu suka nya dengan yang masih muda dan fresh tante" Jesica membulatkan matanya, mendengar siska memanggilnya dengan sebutan tante.


" saya yakin seratus persen kalau Devan masih sangat mencintai saya, dan saya akan membuat Devan meninggal kan kamu, tunggu saja tanggal main nya" siska mengerutkan kening nya.


"oh, begitu baiklah aku tunggu tanggal mainnya, kira kira tanggal berapa ya tan? tanya nya.


" saya serius,! " ucapnya jengkel.


"saya pun serius, asli deh" jengkel dengan siska yang malah main main dengan nya Jesica segera bangkit dan pergi dari sana.


"ko malah pergi tan, kita mamam dulu sini" teriaknya. Siska melihat wanita tadi sudah pergi dan semakin menjauh dari restoran.


"kenapa teriak teriak sayang" Devan datang menghampiri istrinya dan duduk di hadapan siska.


"mas kamu buang air apa bang sampah ke monas pake becak sih, ke toilet aja lama banget" gerutunya.


"maaf sayang mas mules, jadi agak lama" siska masih merengut kesal. bukan hanya karena Devan yang perginya lama tapi juga karena kedatangan Jesica.


siska baru ingat kalau wanita yang tadi bicara dengan nya adalah wanita yang di lihatnya waktu menggandeng tangan Devan di jakarta.

__ADS_1


"kenapa bengong?" siska menatap suaminya.


"apa kamu bener bener mencintai aku mas?" tanya nya.


"kenapa menanyakan hal itu, jelas mas mencintaimu"


"tapi mas gak pernah bilang kalau mas mencitaiku, " ucapnya merajuk.


Devan menggaruk tengkuk nya yang tak terasa gatal, Devan bukan tipe pria yang romantis, dia juga manusia yang kurang peka. "maaf sayang, mas pikir hanya dengan tindakan kamu sudah bisa tau kalau mas sangat mencintai kamu"


"ah kamu gak romantis," ucapnya kesal. tak lama kemudian makanan pun tiba, setelah pelayan menaruh makanan di atas meja siska langsung memakan nya dengan lahap.


"habis ini mau langsung pulang apa mau ke rumah sakit lagi?" tanya nya.


"sepertinya langsung pulang aja mas, papa juga gak bisa di temui lagi karena jatah jenguk hanya 30 menit perharinya nya. " ya sudah nanti mas antar kamu pulang, " siska juga Devan kembali fokus dengan makanannya.


"sudah selesai? siska mengangguk.


"mau pulang sekarang?


Sampai di rumah nya Devan segera masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri karena waktu sudah menunjukan pukul setengah 3 sore Devan memutuskan untuk bekerja di rumah saja tidak pergi ke kantor lagi.


Siska masuk kedalam kamar melihat suaminya yang baru selesai mandi, Siska terpesona, dan mematung melihat suaminya. Devan yang di tatap seperti itupun berjalan mendekat untuk menggoda istrinya.


"kenapa bengong?


" kamu tampan sekali kalau habis mandi mas, jadi pengen" ucapnya sambil tersenyum mesum.


"pengen apa? Devan semakin berjalan mendekat dan merapatkan tubuhnya, siska yang di tatap seperti itupun menjadi salah tingkah, Berbeda dengan Devan niat hati ingin menggoda istrinya tapi malah terbawa suasana.


dengan gerakan cepat Devan menggendong siska dan merebahkan nya di atas kasur king size miliknya, tanpa menanyakan persetujuan istrinya Devan segera menyerang siska, sampai membuat Siska mengeluarkan suara suara merdu yang dapat membangkitkan gairah Devan yang semakin gencar menyentuh setiap bagian bagian sensitif istrinya. dan terjadilah serangan sore 😁 (sensor)


***

__ADS_1


harinya harinya Siska masih seperti biasa datang ke kerumah sakit untuk melihat perkembangan kesehatan papanya, Tak bosan bosan Siska datang dan menemani sang papa sambil terus bercerita, memanfaatkan waktu yang dokter berikan untuknya.


"papa, apa_" Siska tak meneruskan ucapan nya saat melihat jari pak bagas bergerak. mata siska berbinar bahagia saat melihat jari papa nya bergerak. dia segera bangkit dan berlari keluar ruang rawat sang papa untuk memanggil dokter.


"dok, dokter. dokter papa saya menggerakkan jarinya dok, papa saya sadar " teriaknya. dokter yang biasa memeriksa pak bagas pun dengan cepat berjalan ke arah ruangan tempat perawatan pak bagas.


Saat dokter tiba pak bagas sudah membuka matanya, melihat hal itu siska pun menjadi terharu matanya berkaca kaca dan cairan bening itu pun meluncur bebas. "papa sadar" ucapnya bergetar.


Dokter memeriksa keadaan pak bagas lalu tersenyum lega. "bagaimana dok?" tanya Siska tak sabar mendengar kabar baik dari dokter.


"keadaan tuan bagas sudah lebih baik, beliau sudah melewati masa kritis nya, dan sekarang kondisinya sudah stabil" Siska tersenyum senang dengan kabar yang di dengar nya. Dokter pun pamit keluar meninggalkan Siska dengan pak bagas di dalam ruangan itu.


Siska segera menghampiri pak bagas dan memeluk nya. "papa" Siska tak sanggup meneruskan ucapan nya tubuh nya bergetar menangis dalam dada sang papa yang masih belum terlalu merespon.


"Sis-ka" ucapnya terbata.


"iya pah, ini Siska anak papa " ucapnya sambil menghapus air matanya.


"maaf_"


"papa gak usah minta maaf sekarang papa istirahat yang cukup, Siska akan menjaga dan merawat papa " ucapnya serak. pak bagas mengangguk dia menatap anak nya dengan mata sayu.


**


Sore harinya pulang dari kantor seperti biasa Devan datang ke rumah sakit, dia mempercepat langkah nya masuk kedalam ruang rawat VVIP setelah Siska memberitahunya kalau pak bagas sudah sadar dan sudah di pindahkan ke ruang rawat biasa.


Devan membuka pintu yang tertutup di lihatnya Siska tengah membantu pak bagas memakan bubur. mendengar pintu terbuka Siska juga pak bagas pun melihat ke arah pintu di sana Devan berdiri sambil tersenyum ke arah Siska juga pak bagas.


Devan mempercepat langkah nya, dan menghampiri Siska dia kecup dengan lembut kening istrinya lalu mencium punggung tangan pak bagas. "papa sudah siuman" ucapnya.


Pak Bagas mengangguk pelan, dia tersenyum ke arah Devan. "Terima kasih sudah menjaga anak papa dengan baik" ucapnya pelan nyaris tak terdengar.


"Sudah tugas Dev pah, papa cepat sehat biar kita bisa berkumpul bersama" pak bagas pun tersenyum kembali.

__ADS_1


"Siska, jadilah istri yang baik untuk suamimu terlepas bagaimana awalnya kalian di persatukan,"


Siska menganggukan kepalanya, " papa tenang saja, Siska sudah jinak bersama Dev " tutur Devan sambil menatap siska yang melotot ke arah Devan saat mendengar ucapan suaminya.


__ADS_2