Istri Tengil Ceo Dingin

Istri Tengil Ceo Dingin
Bab 16


__ADS_3

"Baron kamu urus orang ini, kalau dia tidak mau membuka suara siapa nama orang yang sudah menyuruhnya, copot saja salah satu kuku tangan nya menggunakan tang" ucapnya dengan kejam.


pemuda itu pun terdiam dan duduk dengan tubuh gemetar


"masih mau bungkam hemmm," Devan mencengram kuat dagu pemuda yang wajahnya sudah tak karuan.


"am-pun" ucapnya terbata.


Devan melepaskan cengkraman nya dan pergi ke luar dari ruangan pengap dan bau itu. "matikan kembali lampunya tinggal kan dia sendiri" ucapnya dingin. Devan terus melangkah keluar tak menghiraukan teriakan pemuda di dalam ruangan mengerikan itu.


"Baron mana mike ?" tanya nya.


"mike ada di ruang komputer tuan" Devan pun langsung melangkah ke arah ruang komputer. mengetahui tuan nya yang datang mike pun langsung berdiri dan menundukan kepalanya.


"mike kamu cari tau siapa pemuda yang kita tawan itu, cari keluarga nya di mana dan bawa keluarga nya tapi jangan sakiti mereka itu hanya untuk ancaman supaya dia mau membuka suara siapa orang yang sudah menyuruhnya" ucapnya.


"baik tuan" setelah Devan keluar mike pun kembali mengerjakan apa yang seharusnya ia kerja kan. ia bertugas di bagian komputer untuk terus memantau ada yang berani bermain main dengan Devan. selain itu mike juga seorang hacker profesional tapi dia tak pernah menyalah gunakan kemampuan nya. dia hanya akan mengeluarkan kemampuan nya kalau tuan nya sudah mulai terdesak dan membutuhkan bantuannya.


"Marco antar saya pulang, nanti kalau pemuda itu sudah mau buka suara beri saya kabar" Marco mengangguk lalu mengekor mengikuti tuan Devan yang sudah berjalan lebih dulu. Marco membuka kan pintu mobil untuk Devan setelah tuan nya masuk dan duduk nyaman dia pun masuk dan duduk di kursi kemudi untuk mengantar tuannya pulang.


___


Di rumah nya Siska tengah menggerutu karena bosan seharian di rumah. saat tengah asyik menggerutu ponselnya berdering di lihatnya nama indah di layar ponsel nya.


"hallo beb, apa kabar? mentang mentang sudah nikah sekarang lupa sama sahabat sendiri "! protes nya. Siska memutar bola matanya malas, Siska masih agak kesal dengan kelakuan indah yang membohongi dirinya.

__ADS_1


" kamu kenapa, ko muka nya kusut gitu sih" goda nya.


"kepo banget sih, mau tau kenapa muka ku kusut? " Siska menatap Indah dengan serius di balik ponselnya. Indah pun mengangguk sambil memakan buah stroberinya.


"aku belum di kasih jatah" ucapnya dengan santai.


"whatt." Indah langsung tertawa terbahak bahak mendengar ucapan Siska.


"hentikan tawamu bestie, kamu udah buat aku kesal bukan nya minta maaf malah asyik tertawa" Indah pun menghentikan tawanya. "oke oke, jadi beneran yang nikah sama kamu itu pria tua yang seperti aku bilang, sampai membuat sahabatku yang cantik ini menjadi kesal karena tidak di kasih jatah kasur?" tanya nya penasaran.


"ya betul apa yang kamu bilang, tapi aku gak menyesal menikah sama dia meskipun dia pendek, hitam, buncit muka nya jelek tapi setidaknya dia kaya dan banyak uangnya" Siska tertawa dalam hatinya, "sekarang giliran ku mengerjai mu ndah, berani banget bermain main sama Siska "


"dasar cewek matre, padahal kamu juga anak orang kaya bisa bisa nya kamu mau porotin harta suami kamu juga" kata indah dengan tawanya yang renyah di balik ponselnya.


"suka hati ku lah, lagian dia baik sama aku gak pernah kasar perhatian pula, ah sungguh suami idaman" ucapnya untuk menutupi kebohongan nya.


"hemmm" ucapnya sambil memasukan kripik singkong kedalam mulut nya.


"gimana rasanya malam pertama dengan pria tua" Siska yang baru mau minum pun langsung menyemburkan minuman nya. "pertanyaan konyol macam apa ini, yang jelas aku gak bakal kasih tau kamu gimana rasanya nanti kamu kebelet pengen kawin lagi " ucapnya dengan nada mengejek.


"his kamu ini, aku penasaran tau? " ucapnya penasaran.


"gak usah kepo beb, yang jelas rasanya gak bisa di jelaskan " Siska langsung bengong membayang kan bagaimana nanti malam pertama dengan suami tampan nya. meskipun usia Devan sudah 37 tahun tapi kalau orang lihat mana ada yang percaya usianya sudah 37 tahun orang akan mengira usia suaminya di bawah 30 tahun karena memang wajah nya baby Face.


karena terlalu asyik mengobrol Siska tidak menyadari kalau ada sepasang mata yang terus melihat ke arah nya sambil tersenyum geli mendengar percakapan istri nya yang entah ngobrol dengan siapa.

__ADS_1


"ekhemmm" dehem nya. Siska terperanjat kaget mendengar deheman suaminya, Siska yang tengah duduk di sopa sambil melihat ke arah kaca pintu balkon kamar nya tidak menyadari kalau Devan sudah dari tadi mendengar percakapan mereka.


melihat suaminya yang makin mendekat Siska buru buru mematikan sambungan vidio call nya dengan indah.


"m-mas kapan kamu datang? " tanya nya dengan gugup.


"dari tadi,! jadi kamu menyukai pria hitam, pendek berperut buncit itu hemm?" tanya nya santai sambil terus mengikis jarak dengan Siska.


"ish lastri nih, kenapa gak bilang kalau si es ini udah balik, gimana kalau sampai si es balok ini dengar semua percakapan aku barusan, eh tapi dia udah tau semuanya gimana kalau dia salah paham" batin nya.


"lagi telponan sama siapa,? " tanya kepo. Siska mengerutkan dahinya "Ah tidak lupakan saja" ucapnya melihat Siska menatap nya dengan heran membuat devan jadi tak enak hati Devan bingung dengan dirinya sendiri kenapa bisa dirinya bersikap seperti itu pada Siska. padahal dengan istri istrinya yang dulu devan tak pernah mau menjawab saat istri mengajak nya bicara apalagi untuk memulai percakapan dirinya sangat anti.


"itu tadi temen, namanya indah, kenapa apa kamu cemburu suamiku? " tanya nya sambil terus menatap wajah suaminya. Devan menjadi salah tingkah di tatap seperti itu oleh Siska.


"ngapain saya cemburu. ah sudahlah saya keluar dulu gak baik lama lama di dalam kamar mu" ucapnya sambil membalikan tubuh hendak keluar dari kamar Siska, tapi dengan gesit Siska memegang tangan nya.


"kenapa gak baik suamiku, bukan kah kita sudah menikah gak apa kita tinggal di dalam kamar yang sama. apa kamu takut hilap. tapi kalau pun hilap, hilap nya berpahala iya kan.!" Siska terkekeh dalam hatinya puas melihat suaminya jadi salah tingkah karena terus di goda oleh nya. "mas kapan kita akan melakukan malam pertama? " tanya nya tanpa malu, Devan yang mendengar pertanyaan konyol seperti itu pun langsung pergi cepat keluar dari kamar Siska dengan wajah dan telinga yang sudah merah seperti kepiting rebus.


niat hati ingin menggoda istrinya karena sudah berani membicarakan yang tidak tidak tentang nya, tapi malah dirinya pula yang jadi sasaran godaan Siska.


"sial ada apa dengan diriku kenapa baru di goda seperti itu saja bisa membuat jantung ku langsung berdegup dengan kencang" ucapnya sambil memegang dada sebelah kiri nya yang masih terus berdegup.


Devan melangkah kan kakinya masuk kedalam kamarnya setelah menanggalkan semua pakaian nya dan menggunakan handuk dia pun masuk kedalam kamar mandi dan mengguyur kepalanya dengan air dingin.


sedangkan Siska tertawa terbahak bahak di dalam kamar nya, dia sangat puas mengerjai suaminya sampai membuat Devan menjadi salah tingkah.

__ADS_1


"ku pikir dia memang beneran kejam, tapi baru di goda begitu saja sudah salah tingkah sampai muka nya memerah" ucapnya sambil tertawa.


__ADS_2