Istri Tengil Ceo Dingin

Istri Tengil Ceo Dingin
Bab 74


__ADS_3

"aku di undang momy mu, oh ya siapa dia Dev?" tanya nya sambil menatap ke arah siska.


"Dia, Istri ku" ucapnya sambil merangkul mesra siska. wanita di hadapannya nampak terkejut dengan ucapan Devan.


"apa kamu bercanda dev? wanita sekelas diriku saja kamu ceraikan bagaimana bisa kamu menerima bocil sepertinya" ucapnya dengan bibir tersungging mengejek.


Siska menatap tajam ke arah vanesa yang menatap rendah dirinya " mas aku pengen cepet ketemu momy" ucapnya sambil bergelayut manja di lengan suaminya.


"baiklah, vanesa kami masuk dulu " ucapnya dingin.


vanesa menatap kepergian siska juga Devan yang berjalan semakin menjauh darinya.


Siska menatap takjub dengan dekorasi acara ulang tahun pernikahan mertuanya, mereka berjalan mendekati momy celine juga dady Mario yang tengah mengobrol dengan kerabat juga beberapa kolega bisnisnya.


"momy, " mendengar suara orang yang di tunggu nya momy celine segera berbalik dan menatap ke arah Devan juga Siska dengan mata berbinar.


"jahat kalian sama momy, berani berani nya kalian membohongi momy hah" momy celine melesak masuk kedalam pelukan anak sulung nya.


"maaf kan kami mom, ini semua rencana nya mas Devan, Siska hanya ikut rencananya" ucapnya sambil terkekeh. momy celine pun beralih memeluk erat menantunya.


"Dad, mom, maaf kami gak bawa kado apa apa untuk momy juga Dady," ucap Devan sambil merangkul Dady Mario.


"kami tidak membutuhkan kado dari kalian, yang kami butuhkan sekarang itu hanyalah kehadiran kalian di sini" Siska tersenyum ke arah momy celine juga dady Mario.


"akhirnya kalian datang juga" Farel menghampiri orang tua juga kakak nya yang tengah mengobrol. Farel memeluk kakak juga kakak iparnya secara bergantian setelah itu mereka pun duduk di kursi yang sudah di sediakan khusus untuk para tamu tamu istimewa.


"mom, kenapa momy ngundang vanesa kesini?" tanya nya.


"momy mengundang jeng Retno, bukan ngundang vanesa tapi mungkin jeng Retno mengajak vanesa untuk datang ke sini, momy juga undang jeng mawar, jeng Reni, sama jeng susi" ucapnya dengan. sementara Devan menepuk dahinya. bisa bisanya momy nya mengundang semua mantan mertuanya.


"momy kenapa harus mengundang mereka sih" ucapnya kesal.


"meskipun kalian gagal dalam berumah tangga, tapi momy masih berhubungan baik dengan keluarganya asal kamu tahu"


Devan menghela nafas mendengar ucapan sang momy. "pokonya Dev gak mau tau kalau sampai mereka buat rusuh momy yang tanggung" ucapnya masih dengan wajah yang tak bersahabat.


"udah kamu tenang saja, btw kalian akan berapa lama di sini? tanya nya.

__ADS_1


" paling lama seminggu mom, Siska juga harus kuliah kan"


momy celine mengangguk, "baiklah, kamu nanti malam nginap dirumah momy yah, kemarin kalian menginap di mana?"


"di hotel momy, gak jauh dari sini" ucap Devan.


"jeng celine, selamat beb smoga keluarga nya makin langgeng" bu Reni datang menghampiri momy celine yang tengah berbincang dengan anak dan menantu nya.


"wah Terima kasih jeng Reni sudah menyempatkan waktu untuk datang ke sini, padahal jauh jauh dari Indonesia loh" ucapnya.


"ah enggak jeng, kebetulan saya lagi liburan ke sini sambil ada keperluan juga sih"


"Alena kemana jeng Reni apa gak ikut?" tanya momy celine sambil celingukan mencari keberadaan mantan menantu nya.


"oh Alena tadi masih di mobil sama calon suaminya"


"Wah, apa Alena akan segera menikah lagi syukur lah jeng kalau begitu"


"makan nya saya kesini itu untuk bertemu dengan calon nya Alena juga jeng, eh kebetulan jeng melangsungkan acara ulang tahun pernikahan nya di sini, jadi sekalian kan" Momy celine mengangguk sambil tersenyum. tak lama kemudian terdengar suara seorang yang menyapa nya.


"momy, Happy Anniversary mom" ucapnya sambil memeluk mantan mertuanya.


"makasih mom, momy bisa saja" Alena menatap ke arah Devan yang sedang menyuapi Siska makan puding.


"kamu apa kabar Dev?" sapanya.


"baik" ucapnya singkat dan padat.


"ternyata masih sama seperti yang dulu ya" ucapnya terkekeh.


"begitulah sayang, tolong di maafkan ya nak, oh iya sini sayang, jeng kenalkan ini namanya Siska istri baru Devan" momy celine memperkenalkan menantunya. Siska yang sedang mengunyah pun langsung menelan pudingnya dan tersenyum ke arah Alena juga mamanya.


"salam kenal kak, tante, saya Siska " ucapnya sambil mengulurkan tangannya.


Alena menyambut dengan hangat uluran tangan Siska kemudian memeluknya " sepertinya kamu berhasil Sis" ucapnya sambil terkekeh.


"maksudnya apa kak?"

__ADS_1


"kamu sudah berhasil mencairkan es batu itu" ucapnya sambil menatap Devan yang malah fokus dengan ponselnya. Siska terkekeh. "sepertinya begitu kak"


Acara pun terus berlangsung dengan begitu meriah, para tamu undangan mulai berdatangan sampai momy celine juga dady Mario tak terlalu banyak bicara dengan menantu nya karena harus menemui satu persatu kerabat juga kolega bisnis dady Mario.


tepat jam setengah dua belas malam acara pun sudah hampir selesai para tamu undangan satu persatu sudah mulai undur diri dan meninggalkan gedung tempat acara pesta ulang tahun pernikahan momy celine dan dady Mario.


"sayang kamu terlihat begitu pucat, apa kamu lagi sakit?" tanya momy celine khawatir.


"enggak ko mom, mungkin Siska hanya terlalu kecapean" ucapnya. "malam ini Siska balik ke hotel dulu ya mom, besok baru Siska ke rumah momy"


"yah, kenapa tidak sekarang saja langsung ke rumah momy, momy sudah begitu kangen" ucapnya.


"mom, katanya momy ingin segera mempunyai cucu jangan ganggu dong" Devan menghampiri Siska setelah mengobrol dengan bebrapa kolega bisnis nya yang juga turut hadir karena di undang oleh dady Mario.


"ya sudah momy ngalah kalau masalah cucu,"


" nah gitu dong, kami pamit dulu ya mom, kasian Siska sudah kecapean "


"ya sudah, hati hati di jalan, jangan terlalu di gempur istri mu Dev, kasian dia sampai pucat begitu terlihat kelelahan" ucapnya. Siska yang mendengar ucapan momy celine pun menunduk malu dengan wajah yang sudah memerah.


****


hari ini Siska juga Devan sudah bersiap dengan pesta kejutan untuk momy celine juga dady Mario, mereka akan memberikan kado terindah dan sangat istimewa untuk orang tua nya.


"mas, gimana reaksi momy nanti yah "


"pastinya akan sangat senang, kamu pakai bajunya biar mas hubungi momy dulu biar momy segera kesini"


setelah menunggu beberapa saat terdengar sahutan dari sebrang telpon " mom, tolong istri Dev sakit bisakah momy dan dady datang kesini ?"


"apa Dev, Siska sakit. kemarin momy sudah bilang jangan di gempur istrimu Dev jadi sakit kan" ucapnya sambil Menggerutu.


"sekarang bukan waktunya momy marah marah, Dev butuh bantuan momy, Dev tunggu di hotel xx sekarang"


"baiklah, momy kesana sekarang" Devan segera menutup sambungan telpon nya, kemudian menghampiri Siska yang berdiri di depan cermin dengan memakai dres berwarna merah muda.


"kamu cantik banget sayang" Devan memeluk istrinya kemudian mengelus perut nya yang masih rata sambil tersenyum.

__ADS_1


"bagaimana apa momy akan datang?"


"tentu saja akan datang sekarang lagi di jalan"


__ADS_2