Istri Tengil Ceo Dingin

Istri Tengil Ceo Dingin
Bab 07


__ADS_3

"Enak tuan makanan nya? tanya Siska.


" Hemm, lumayan kamu tidak taruh racun kan di makanan saya? " Tanya nya sambil menatap siska penuh selidik.


"Mana ada saya racunin anda tuan, kalau menaruh pelet mungkin iya, iya kan yu" Siska mengedipkan sebelah matanya ke arah ayu. Ayu yang di bawa bawa dalam masalah majikan nya menjadi salah tingkah.


Uhuk


Uhuk


Uhuk


Devan terkejut dengan apa yang di ucapkan istrinya. Pikirannya pun langsung berpikir yang tidak tidak bagaimana kalau sampai apa yang di ucapkan siska benar adanya, siska menaruh pelet di makanan yang dia makan sekarang.


"Gak usah panik begitu tuan, aku hanya bercanda ya ampun ternyata suami ku sangat mudah termakan omongan orang " Siska memberikan air putih kepada tuan Devan tapi di tepis nya, "tidak usah aku bisa ambil sendiri" ucap nya menatap horor ke arah Siska.


"Bik, bi minar, sini bik" Devan memanggil kepala asisten rumah tangga di rumah nya.


"Ya tuan ada yang bisa saya bantu " Tanya nya.


"Buatkan saya nasi goreng, nanti bawa ke ruang kerja saya, sekalian dengan jus apel seperti biasa" Ucapnya setelah mengelap mulut nya Devan langsung berdiri hendak pergi tapi Siska menahan nya.

__ADS_1


"Eh, eh mau kemana ini kenapa gak di habisin, kenapa malah pesan yang lain, mau aku buatin nasi goreng nya" Tawar siska, dia berpikir mungkin tuan devan tidak suka dengan makanan nya. Tapi tadi dia lihat tuan devan makan dengan lahap.


" Jangan pernah memasak buat saya, saya gak suka makanan buatan mu rasanya gak enak " Ucapnya sambil berlalu pergi meninggalkan Siska di meja makan. sebenarnya Devan sangat menyukai masakan Siska tapi karena ketakutan akan ucapan Siska barusan membuat Devan jadi tidak mau memakan nya.


melihat suaminya sudah menjauh Siska langsung menyuruh ayu untuk mencoba makan nya.


"Yu, cobain lagi deh masakan nya apa bener gak enak, kenapa tuan devan gak suka yah" Ayu langsung mencoba semua masakan Siska satu persatu tanpa ada yang terlewat.


" Gak ada yang salah ini masakan nya enak pake banget nyonya, tapi saya juga gak tau kenapa tuan tidak suka, " Ucap nya " Atau mungkin tuan kepikiran apa yang nyonya ucapkan kali nya, tadi kan nyonya bilang kalau nyonya menaruh pelet di dalam makanan nya tuan devan" Ucap ayu menerka nerka.


"Ah iya, bener yu. Ya ampun ko aku sampe gak kepikiran yah, apa dia segitu takutnya aku pelet, padahal tanpa aku pelet pun nanti dia bakal bucin sama aku " Ucapnya dengan percaya diri.


Setalah selesai makan malam, siska menyuruh pelayan untuk merapikan meja makan dan membawa sebagian makanan yang tak tersentuh untuk mereka makan dari pada terbuang sia sia. Meskipun siska tidak terlahir dari keluarga yang kekurangan tapi hal itu tidak membuat nya menjadi orang yang sombong dan tinggi hati. sang papah selalu mendidiknya untuk menjadi orang yang rendah hati.


Siska mengetuk pintu ruang kerja tuan devan, setelah mendengar suara sahutan dari dalam Siska pun masuk dan menaruh kopi di samping tangan suaminya. di lihat nya suaminya tengah sibuk dengan kerjaan nya entah apa yang Devan kerjakan siska tidak mengetahui nya.


"Tuan, ini sebagai ucapan permintaan maaf ku karena tadi sudah membuat Anda tidak jadi makan di bawah, sungguh apa yang aku ucapkan tadi itu hanya bohong semata, anda itu terlalu kaku tuan, gak bisa di ajak bercanda" Siska terus mengoceh meskipun gak di tanggapi oleh devan.


"Anda kenapa diam saja tuan, lagi sakit perut kah, atau sakit gigi. Anda pegal pegal mau saya pijitin. Pijitan saya enak loh" Devan mengeram kesal karena konsentrasi nya terus terganggu.


"Sudah selesai bicara nya? Kalau sudah silahkan keluar. Kamu menggangu saya sedang bekerja!" Bentak nya.

__ADS_1


"Selow kali ah, ngomong gitu doang gak usah nge gas, nanti cepet tua" Ucap nya sambil meledek, setelah nya Siska langsung lari keluar dari ruangan sebelum di amuk oleh devan.


"bawa kopi nya, saya gak mau makan dan minum apapun yang kamu buat, nanti kamu kasih pelet lagi " ucapnya tanpa melihat ke arah Siska.


Siska mengambil kembali kopi yang tadi sudah dia taruh di meja kerja suaminya.


" iya iya ini di bawa lagi, padahal tadi aku hanya bercanda loh ko malah jadi gini sih" Gumam nya. "Serem banget sih dia kalau lagi marah hih, sebaiknya aku balik aja deh ke kamar dari pada di terkam hidup hidup hih" Siska langsung membawa nampan juga kopi tadi ke belakang dan membuang nya setelah dari dapur Siska naik lagi ke atas untuk kembali ke kamar. Di dalam kamar ayu bersiap membantu sang nyonya untuk melakukan rutinitas malam nya.


"Kenapa kamu masih di sini yu, sana keluar dan istirahat" Ucapnya mengusir ayu. Siska memang beda dari nyonya nyonya sebelum nya, meskipun dia kadang kalau bicara asal jeplak dan ceplas ceplos tapi dia tidak merepotkan seperti 4 nyonya yang dulu pikir ayu. meskipun ayu baru mengenal nya sehari ini tapi ayu dapat menilai seseorang dengan cepat.


Ayu menarik lembut tangan Siska dan mendudukan nya di kursi depan meja rias. "Sebelum tidur, make up nya harus di hapus dulu nyonya, meskipun tipis tapi tetap tidak baik untuk kesehatan kulit anda" Ucapnya menerangkan.


"Ya ampun yu, kalau hanya hapus make up aku juga bisa sendiri, sana ah kamu pergi" Bukannya menurut dengan apa yang di bilang majikan nya ayu malah mengusap lembut wajah Siska dan membersihkan make up nya.


Setelah selesai membantu rutinitas malam sang nyonya ayu memeriksa keseluruhan kamar siska setelah di rasa aman da memastikan nyonya nya berbaring di kasur dan memejam kan mata baru ayu bisa keluar dari kamar.


Siska belum benar benar tertidur sebenarnya. dia belum merasa kan ngantuk sama sekali dilihat nya waktu masih menunjukan pukul 10:29, Siska pun langsung menyingkap selimut nya dan menurun kan kakinya memakai sendal rumahan.


Melihat pelayan pribadi nya sudah keluar barusan, pikiran nakal Siska pun langsung beraksi, Siska dengan buru buru beranjak dari tempat tidur dan membuka tirai yang menutup pintu kaca.


KIRA KIRA MAU KEMANA SISKA YA? 😁😁

__ADS_1


__ADS_2