
seminggu sudah mereka di Amerika Devan dan Siska pun memutuskan untuk kembali ke Indonesia. karena sudah terlalu banyak masalah kerjaan yang harus Devan selesai kan, karena Marco tak sanggup meng-handle nya sendiri.
setelah mengalami perdebatan dengan sang momy yang tak mengizinkan mereka untuk pulang ke Indonesia, karena kondisi Siska yang masih sering mual mual. dengan kecerdasan Siska akhirnya Siska mampu membujuk momy celine sampai momy Celine pun rela melepas kan anak menantunya untuk kembali ke Indonesia, setelah menempuh perjalanan yang cukup melelahkan, Devan juga Siska pun sudah sampai di Indonesia.
"Apa kamu lelah sayang?" Tanya Devan sambil menatap sang istri.
"sangat lelah mas, kenapa aku sekarang sangat mudah lelah ya mas, apa karena aku sedang mengandung, bagaimana kalau nanti perut ku sudah besar pasti aku akan sangat sangat kelelahan membawa mereka" ucapnya sambil terkekeh.
Devan mengusap lembut perut Siska yang yang masih terlihat rata sambil tersenyum lembut, " kalian sehat sehat di dalam perut mama ya sayang, jangan bandel dan membuat mama lelah, kalian harus menjadi penyemangat untuk mama, buat mama menjadi wanita yang kuat"
"siaap papa" Siska menirukan suara anak kecil. mereka pun tertawa bersama merasa geli sendiri dengan tingkahnya.
Sampai di rumah nya Siska juga Devan di sambut antusias oleh para pelayan di rumah, apalagi setelah mereka mengetahui tentang kehamilan Siska, mereka menyambut antusias calon penerus keluarga Nickolas, mereka pun secara bergantian memberikan ucapan selamat pada tuan dan nyonya nya. setelah masuk Devan menyuruh istri nya untuk segera beristirahat.
"apa kamu gak mau istirahat dulu mas? kita sudah melakukan perjalanan yang lumayan menguras tenaga, pasti kamu juga kelelahan, istirahat saja dulu. untuk apa punya anak buah kalau kamu gak ada waktu buat istirahat sebentar saja"
"sayang, mas sudah terbiasa seperti ini kamu tidak usah khawatir oke, lagian mas hanya pergi sebentar dan di antar sopir gak nyetir sendiri, jadi kamu jangan terlalu kepikiran"
"ya sudah, tapi harus hati hati jaga kesehatan ya mas, kami membutuhkan mu" ucap nya sambil Bergelayut manja di lengan suaminya.
"setelah hamil kamu semakin manja sayang"
"memang nya kenapa kalau aku jadi lebih manja, salah? tanya nya sambil mendongkak menatap wajah suaminya.
" enggak salah, justru mas makin senang, ya sudah mas berangkat dulu, sekarang kamu istirahat jangan turun naik tangga, kalau ada yang di butuhkan telpon saja mbok yati atau Lastri"
"siap tuan kulkas " Devan mencubit gemas hidung mancung istrinya. setelah mengecupnya sekilas Devan keluar dari kamarnya dan turun ke lantai bawah untuk menemui sopirnya yang sudah menunggu di dekat mobilnya.
__ADS_1
"kita berangkat sekarang pak!" sopir itupun mengangguk dan membuka kan pintu untuk tuan nya, setelah tuan nya masuk, dia pun ikut masuk dan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
***
sampai di kantor Devan turun dari mobil setelah sopir membukakan pintu untuknya, "Terima kasih pak" pak sopir pun di buat melongo oleh tingkah majikan nya yang sangat jauh berubah setelah menikah dengan nyonya baru nya.
"apa aku gak salah dengar, tuan bilang makasih" ucapnya tak percaya, bagaimana mau percaya dulu setiap selesai mengantar atau menjemput tuan nya kapan Devan pernah bilang Terima kasih pada bawahan sepertinya, tapi sekarang apa? sungguh perubahan yang sangat drastis. "Terima kasih nyonya dan calon bayi nya, sudah bisa merubah sifat dingin tuan Devan" gumam nya.
"Selamat datang kembali di perusahaan tuan, dan selamat untuk kehamilan nyonya Siska." Marco juga sekretaris Devan menyambut nya di depan pintu ruangan.
"ya Terima kasih, bagaimana keadaan kantor saat saya tidak ada di sini? tanya nya setelah masuk kedalam ruangan yang seminggu ini dia tinggalkan.
"aman tuan, hanya satu masalah yang saya gak bisa selesaikan sendiri, dan ini hanya anda yang dapat menyelesaikan nya " ucapnya.
Devan menatap Marco dengan tatapan yang sulit di artikan "masalah apa?" tanya nya.
"akhhh ternyata hamil ini membosankan masa aku gak boleh keluar dari dalam kamar sama sekali" Siska berjalan mondar mandir di teras balkon kamarnya sambil melihat halaman belakang yang begitu indah karena banyak bunga-bunga yang lagi bermekaran di sana.
"suami kulkas ku lagi gak ada boleh lah yah aku keluar sebentar saja, masalah mbok yati dan Lastri biar jadi urusan nanti saja" gumamnya sambil tersenyum licik, dia pun membuka pintu kamarnya dan turun ke bawah.
"mbok, mbok yati, Lastri kalian di mana?" Siska berjalan ke arah dapur sambil terus memanggil mbok yati.
"nyonya, ya Tuhan ngapain anda turun ke bawah, ayok ayok mbok antar ke atas yah, nanti tuan marah sama mbok gak bisa jaga nyonya " ucapnya dengan panik.
"tadi Siska sudah telpon ke bawah tapi seperti nya telpon di kamar Siska rusak mbok, coba panggilkan tukang buat benerin telpon rumah" ucapnya sambil menahan expresi nya agar dia tak kelepasan tertawa, jelas saja telpon nya rusak, karena Siska sendiri yang merusak telpon nya.
"masa sih, tadi pagi masih baik baik saja telpon nya"
__ADS_1
"bener mbok, mbok Siska pengen banget makan salad buah buatan mbok dan makan nya di halaman belakang sambil lihat ikan dan bunga bunga, boleh ya mbok " ucapnya dengan expresi wajah yang menggemaskan.
"ta-tapi nanti tu_"
"ini dedek yang pengen mbok," ucapnya lagi.
mbok yati menghela nafasnya, dia pun dengan berat hati mengizin Siska untuk pergi ke halaman belakang " ya sudah, mbok buat kan dulu salad buah nya, nyonya tunggu di sini mbok panggilkan Lastri lebih dulu untuk menemani nyonya ke belakang, jangan pergi sendirian "
"hmm baiklah" sambil menunggu Siska pun duduk di kursi meja makan, setelah Lastri datang barulah Siska bisa keluar dari dalam rumah. perlahan lahan siska menuruni satu persatu anak tangga dengan di Tuntun oleh Lastri.
"las, aku gak sakit loh bisa jalan sendiri" ucapnya sambil memutar bola matanya malas. sungguh Siska sangat jengkel dengan kelakuan asisten nya yang terlalu berlebihan dalam menjaga nya.
"saya tidak mau terjadi sesuatu dengan anda dan baby baby anda nyonya, jadi biar saya bantu yah jangan membantah" ujar Lastri.
"hisss tau deh, kalau gini caranya, sebelum aku bisa nikmatin lihat bunga bunga sama ikan lagi buang hajat, suami ku sudah keburu pulang Lastri " ucapnya geram.
Setelah terus berdebat di sepanjang jalan mau ke arah halaman belakang akhirnya Siska dapat melihat banyak nya bunga yang bermekaran dan menikmati waktu yang sudah mulai menjelang sore hari ini . "ini salad buahnya nyonya, perlu saya suapin" Lastri sudah bersiap akan menyuapi Siska tapi Siska buru buru mengambil wadah yang di pegang oleh Lastri.
"las aku gak sakit, bisa makan sendiri, sana kamu tunggu yang jauh, aku mau sendiri di sini "
"tapi nyonya, anda gak boleh sendirian"
"kenapa sih, kalian ini menyebalkan sekali, aku ini lagi hamil bukan lagi sakit parah, bisa kan di awasi dari jarak jauh saja" melihat sang nyonya sudah mulai marah lastri pun menjauh dari sana tapi tetap memantau kegiatan nyonya nya. "kenapa mereka itu berubah menyebalkan, bikin mood aku hancur saja" gerutunya.
Satu jam sudah berlalu tapi Siska betah menikmati udara di luar, dia sudah melihat beberapa bunga, memberi ikan makan dan menghabiskan salad buah nya, meski pelayan sudah memanggilnya tapi Siska tak hiraukan dia masih betah ingin menikmati udara sore hari di halaman belakang sambil menunggu suaminya pulang.
Siska pun mengeluarkan ponselnya, dan melihat beberapa akun sosial medianya, ketika membuka salah satu aplikasi begitu terkejutnya Siska saat melihat sesuatu yang sudah dia duga sebelumnya tapi tetap saja membuatnya cukup kaget.
__ADS_1
"ini gak boleh di biarkan," gumam nya.