Istri Tengil Ceo Dingin

Istri Tengil Ceo Dingin
Bab 72


__ADS_3

" Kalian lihat itu titik hitam dalam layar, itu adalah calon anak kalian " Ucap paman Julio menjelaskan, Siska dengan Devan kembali saling tatap tak mengerti.


"Anak? Anak siapa?" Tanya Devan dengan wajah kebingungan. Paman Julio menepuk dahinya " Yang membuatnya kalian, ya berarti anak kalian Dev" Paman Julio kembali menggerakan alat di atas perut Siska.


"Sayang, kamu hamil" Ucap Devan saat dirinya sudah sadar. "Apa mas, hamil?" tanya nya, Siska pun reflek menutup mulutnya kenapa dirinya mendadak jadi lola pikirnya.


"Akhirnya sadar juga " Paman Julio menghela nafas, sambil menatap layar di hadapannya.


"Lihatnya, mereka masih sangat kecil, usianya baru 7 minggu" Ucapnya menjelaskan.


"Mereka?" Tanya Devan juga Siska barengan.


"Ya, mereka ada dua kantong dalam rahim kamu Siska, berarti kamu akan segera memiliki baby twins" Siska juga Devan kembali saling pandang, kemudian Devan memeluk istrinya dengan erat sambil Menghujani wajah siska dengan kecupan.


"Terima kasih sayang, Terima kasih kamu sudah memberikan anak untuk mas, juga cucu untuk momy dan juga dady, ini akan menjadi kado terbaik untuk mereka" Ucapnya.


Sementara siska masih diam mematung dia masih susah mencerna apa yang terjadi sekarang, setelah selesai di periksa kini Devan membantu siska untuk bangun dan turun dari atas ranjang periksa pasien.


Devan membantu siska duduk di kursinya di hadapan paman Julio, " Mas jadi kita akan segera punya anak " Ucapnya pelan.


"Ya sayang, kita akan segera punya anak, dua Sekaligus, apa kamu tidak senang mengandung anak ku?" Tanya nya.


"Enggak mas bukan begitu, aku hanya masih terkejut, dan gak bisa mengekspresikan harus seperti apa aku sekarang" Ucapnya.


"Selamat untuk kalian berdua, jaga kedua calon cucu ku dengan baik, dan kamu Dev jaga istri mu jangan sampai kamu lalai menjadi suami siaga"


"Siap paman, paman tenang saja Dev akan menjadi calon ayah siaga " Ucapnya dengan percaya diri.


Selesai konsultasi dengan paman nya Devan juga Siska pun bergegas untuk pulang setelah mengambil obat juga vitamin yang sudah di resep kan oleh paman Julio.


"Mas, apa kamu senang?" Tanya Siska tiba tiba.

__ADS_1


"Tentu mas senang sayang, ini yang di nanti nanti setiap orang yang sudah berumah tangga, kenapa apa kamu belum siap untuk punya anak?" Tanya nya.


"Sebenarnya iya mas, aku kan ingin mengejar cita cita ku terlebih dahulu " Ucapnya pelan.


"Sayang dengar mas, meski kamu sedang hamil mas tidak akan pernah membatasi aktivitas kamu, kamu masih bisa kuliah dan melakukan aktivitas lain nya, nanti kamu bisa cuti sebelum melahirkan" Ucapnya sambil mengusap dengan lembut tangan istrinya.


"Benar mas? Kamu gak akan ngekang aku walaupun aku lagi hamil" Mendengar ucapan suaminya mata Siska langsung berbinar bahagia.


"Tentu, tapi tetap harus dalam pantauan mas, dan kamu harus extra hati hati dalam menjaga calon baby twins kita, oke " Siska mengangguk pasti.


"Aku pasti akan menjaga mereka dengan baik dan hati hati mas, sayang kalian bantu mama supaya kuat ya nak, kalian mau kan mempunyai mama yang pintar juga hebat" Siska mengelus dengan lembut perutnya yang masih rata.


"Mas akan selalu dukung kamu, apapun yang kamu lakukan selagi itu adalah hal postif"


"Makasih ya mas, kamu sudah menjadi suami yang terbaik, smoga dengan adanya calon anak kita, itu akan menjadikan kita terikat sampai maut yang memisahkan"


"Iya sayang,"


Mobil yang di bawa Devan pun sampai di hotel tempat mereka menginap, siska turun lebih dulu dan masuk kedalam menunggu suaminya di depan lift. Setelah Devan juga ada bersama nya barulah mereka naik ke lantai di mana kamar mereka berada.


Siska merebahkan tubuh nya, kemudian Siska mengambil ponselnya untuk menghubungi papa juga sang kakak, Siska ingin berbagi kabar bahagia dengan orang orang terkasih nya.


"Hallo, papa gimana kabarnya? Siska menatap wajah pak bagas yang sekarang sudah jauh lebih berisi kembali.


" Papa sudah jauh lebih sehat, kamu sampai kapan di sana nak?" Tanya nya.


"Emm, kurang tau pah, oh iya Siska punya kabar bahagia untuk papa"


"Apa itu?" Tanya pak bagas penasaran.


"Papa sebentar lagi akan menjadi kakek, aku baru saja sampai barusan, tadi habis dari rumah sakit untuk periksa ternyata Siska sedang hamil baru 7 minggu pah" Terlihat jelas di mata Siska papa nya begitu bahagia terlihat dari sorot matanya yang berbinar.

__ADS_1


"Selamat ya sayang, sebentar lagi kamu akan menjadi seorang ibu, sampaikan ucapan selamat papa kepada Devan juga ya nak"


"Siap papa, papa juga harus semangat untuk sehat


Karena papa akan segera punya cucu, papa harus sehat terus agar bisa main dengan mereka"


"Hah, mereka ?" Tanya pak bagas.


"Iya mereka, Siska hamil baby twins" Kebahagiaan pak bagas semakin bertambah berkali kali lipat setelah mengetahui siska hamil, juga akan memiliki cucu dua sekaligus.


"Jaga mereka dengan baik ya nak, papa akan lebih giat lagi trapi supaya papa bisa bejalan normal kembali" Mendengar ucapan sang papa siska pun melebarkan senyumnya.


"Ya sudah papa istirahat yang cukup, makan yang teratur dan jangan lupa obatnya di minum di habiskan, siska selalu pantau papa dari sini, jadi jangan bandel " Pak bagas terkekeh pelan mendengar nasehat anak nya.


" Ya sudah papa tutup telpon nya ya nak," Siska mengangguk, layar ponselnya pun sudah berubah menjadi wallpaper dengan foto dirinya juga Devan yang sudah di buat kolase.


Tak lama kemudian terdengar suara pintu terbuka, nampak suaminya masuk sambil tersenyum lembut ke arah Siska yang tengah duduk di atas ranjang sambil menatap foto hasil USG pertama kalinya.


" Sayang, bagaimana apa semua persiapan nya sudah hampir selesai?" Tanya nya penasaran.


"Sempurna" Siska tersenyum mendengar ucapan suaminya.


"Sebaiknya kita bungkus foto ini dulu untuk di jadikan kado untuk momy juga Dady besok"


______


Ke esokan harinya Devan mengantar sang istri pergi ke salon untuk mempercantik istrinya di hari istimewa orang tua Devan. "Mas kenapa harus ke salon sih males tau " Ucapnya.


"Sudah nurut saja, nanti kamu harus tampil memukau di acara ulang tahun pernikahan momy dan dady"


"Tapi mas, aku mandi aja malas apalagi perawatan di salon" Ucapnya lagi.

__ADS_1


Sampai di depan salon kecantikan Devan membantu istrinya turun dari mobil dan menuntun nya untuk masuk kedalam salon.


"Kakak"


__ADS_2