
Setelah mengajak suaminya untuk makan bersama Siska kembali ke meja makan. di lihat nya Devan menuruni tangga sambil berbincang dengan Marco entah apa yang mereka bicara kan.
"baiklah tuan , nyonya saya permisi dulu" Devan hanya mengangguk. setelah berpamitan dengan tuan rumah Marco melenggang pergi untuk segera pulang ke rumahnya.
"tuan, kenapa asisten mu itu tidak di ajak makan terlebih dahulu?" tanya nya.
"berhenti panggil saya tuan, telinga saya gatal mendengarmu memanggilku dengan sebutan tuan" ucapnya dengan nada jengkel.
"terus aku harus memanggilmu apa, abang, mas, kanda, atau sayang? " Siska terus berpikir "ah aku panggil kanda saja bagaimana? tanyanya dengan nada manja.
" terserah dirimu saja" Siska mengambilkan makanan beserta lauk pauknya ke dalam piring milik Devan.
setelah mengambil makanan untuk Devan juga dirinya Siska pun duduk kembali di kursi nya.
"tapi sepertinya panggilan itu tidak cocok dengan mu, aku panggil mas aja deh ya mas" ucapnya lagi sambil memasukan sendok berisi makanan ke dalam mulutnya.
"hemmm"
setelah selesai makan malam Siska membereskan meja makan, meski sudah di larang oleh para pelayan karena itu tugas mereka tapi karena Siska orang nya gak bisa diam jadi tidak ada yang bisa melarang nya. terbiasa hidup tanpa sang mama meskipun hidup Siska sangat berkecupan tapi tak membuat dia menjadi anak yang manja dan selalu bergantung dengan pelayan. Siska sosok anak yang mandiri meski banyak pelayan yang dengan siap membantunya.
setelah selesai Siska menaiki tangga untuk menuju ke kamar nya lagi, sebelum masuk kedalam kamar Siska melihat Devan yang memasuki salah satu ruangan yang Siska sendiri tidak tau ruangan apa itu, karena penasaran Siska pun melangkah ke arah pintu dimana Devan masuk tadi.
"ruangan apa itu, aku jadi kope eh kepo " gumam nya. saat Siska hendak memutar gagang pintu. pintu pun terbuka dari dalam Siska langsung kaget melihat Devan sudah berdiri di hadapannya.
"apa yang kamu lakukan di sini? tanya nya.
" e hemm itu tadi aku lihat kecoa terbang ke arah sini jadi aku susul mau aku tangkap" ucapnya berbohong. Devan hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Siska.
setelah melihat Devan pergi dan memasuki kamarnya Siska pun langsung lari masuk juga ke kamarnya. "besok aku harus tau itu ruangan apa, biar aku gak penasaran" ucapnya.
____
Sementara di sebuah hotel bintang lima
__ADS_1
kedua instan yang sedang di butakan oleh hawa nafsu tengah bergulat dan berbagi keringat di atas ranjang king size dalam kamar yang mereka sewa. ******* mereka pun saling bersahutan setelah medapat pelepasan Daniel memeluk erat tubuh jesica yang basah dengan keringat.
"Ah baby kamu memang selalu hebat dalam masalah ranjang aku selalu puas kamu service" jesica masih mengatur nafas nya yang terengah engah. kemudian dia tersenyum ke arah Daniel.
"kamu juga hebat honey, selalu bisa memanjakanku dan membuat ku puas " ucapnya tanpa malu.
"tapi nanti setelah kamu menikah dengan Devan, kamu juga akan melayani nya baby aku gak ikhlas kamu melayani nafsu si Devan kamu hanya milik ku, dan seterusnya akan jadi milik ku. tidak boleh ada yang menyentuh dan mejamah tubuh indah mu selain aku baby" Daniel langsung menyambar lagi bibir tipis nan sexy milik jesica.
jesica mendorong pelan tubuh Daniel yang menempel pada tubuh nya, "sudah dulu honey aku lelah" ucapnya dengan pelan.
"dengar honey, aku sudah tidak mencintai Devan lagi aku mendekatinya hanya untuk mengambil kekayaan nya saja, setelah aku menikah dengan nya dan aku berhasil menguasai seluruh kekayaan keluarga Mario, aku akan tinggal kan dia honey, kamu tenang saja oke" ucapnya dengan senyum mengerikan. entah apa rencana yang tengah jesica susun untuk mendapatkan apa yang dia ingin kan.
"kamu memang jenius baby" ucapnya. entah siapa yang memulai duluan kini mereka pun sudah melanjutkan ronde kedua.
___
pagi hari nya para pelayan di rumah Devan sudah di sibukan dengan berbagai macam pekerjaan,mereka mengerjakan tugasnya dengan baik sesuai arahan kepala asisten rumah tangga.
sementara sang nyonya, siska masih betah bergelung di bawah selimut tebal nya.
"nyonya saya izin masuk yah, " karena tidak ada sahutan dari dalam lastri pun langsung masuk kedalam kamar.
"nyonya bangun, ini sudah siang nanti tuan marah waktunya sarapan nyonya tidak ada" lastri masih terus mencoba membangunkan majikan muda nya ini meskipun agak kesulitan.
"aduh, aku masih ngantuk las kamu bilang saja sama tuan kalau aku lagi sakit " ucapnya tanpa membuka selimut yang menutupi seluruh tubuhnya sampai ke kepala.
"tapi nyonya nanti tuan_"
"sudah sana kamu keluar las, nanti aku nyusul keluar kalau udah siang masih subuh juga, lihat itu cahaya bulan bukan cahaya matahari" ucapnya dengan kesal siska membuka selimut nya dengan kasar menatap lastri dengan tajam.
dengan berat hati lastri pun keluar dari kamar siska dan turun ke bawah untuk mengerjakan tugasnya yang lain.
"Lastri apa siska sudah bangun?" lastri di buat terkejut dengan Devan yang muncul tiba tiba.
__ADS_1
"nyonya belum mau bangun tuan, katanya lagi sakit" Devan mengerutkan dahi nya mendengar Siska sedang sakit. "kemarin baik-baik saja " batin nya.
Devan pun melangkahkan kakinya menaiki tangga untuk melihat benar apa tidak Siska sedang tidak enak badan.
tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu Devan langsung membuka pintu dan melihat Siska masih membungkus tubuh nya dengan selimut.
dengan perlahan Devan berjalan menghampiri tempat tidur Siska, menyingkap selimut nya dengan perlahan. "sudah ku bilang lastri, aku bangunnya nanti, bilang sama tuan aku lagi sakit gitu aja ko repot sih" ucap nya dengan nada ketus dan jengkel. Devan menyentuh dahi Siska dengan punggung tangan nya suhunya normal.
"lagi sakit yah? " tanya nya dengan senyum mengerikan. mendengar suara suaminya siska pun langsung membuka matanya dan melihat ke arah Devan.
"em, eh itu anu lagi gak enak badan mas, kayanya aku kecapean" ucapnya dengan manja.
"memang nya kamu habis ngapain sampai kecapean hemm, sudah diberikan asisten pribadi biar apa, biar kamu gak kecapean paham!" ucapnya dengan ketus.
Siska hanya nyengir kuda, tanpa merasa berdosa.
"ya udah aku bangun, tunggu di bawah sana ngapain masih di sini mau temani aku mandi? tanya nya dengan genit.
Devan yang di goda istrinya pun jadi salah tingkah dan menyerah untuk keluar dari kamar siska." dia laki laki normal kan yah, ko bisa gak tertarik dengan tubuhku yang sexy ini" Siska melihat wajah nya dan memutar mutar tubuh mungil tapi berisi nya di depan cermin besar.
setelah selesai mandi, dan memakai pakaian nya Siska turun ke bawah untuk ikut sarapan dengan suaminya.
"selamat pagi mas" sapa nya dengan ceria.
"hmmm" hanya itu sahutan yang terdengar dari mulut Devan.
"mas, aku boleh gak minta sesuatu? tanya nya dengan penuh harap.
" apa, jangan aneh-aneh minta nya!" mata Siska pun berbinar suaminya mau menanggapinya.
"hemm, boleh gak aku izin keluar sebentar untuk membeli mobil? " ucapnya dengan mengedip ngedip kan matanya.
"tidak boleh"
__ADS_1