Istri Tengil Ceo Dingin

Istri Tengil Ceo Dingin
Bab 20


__ADS_3

"itukan, mas Devan sama siapa dia? " gumam nya sambil terus menatap ke arah Devan yang terus tersenyum dengan seorang wanita cantik di samping nya.


"ada apa Sis? " tanya Reyhan. Siska pun menggelengkan kepala nya sambil tersenyum ke arah Reyhan.


"gak apa ko Rey, hanya lagi kepikiran papa sama kak Dimas di bali beberapa minggu tidak ketemu papa aku jadi kangen" ucapnya. Siska memang tidak sepenuhnya berbohong dia memang sedang merindukan papa juga kakak nya. di lihat nya Devan sudah berjalan keluar dari cafe. Siska menghela nafas nya pikiran buruk mulai menghantui nya, "apa Devan selingkuh di belakang ku" batin nya.


Reyhan mengibas kan tangan nya di depan wajah Siska yang masih saja bengong dengan tatapan kosong. "Siska kamu kenapa sih, ? " tanya nya membuat Siska terperanjat kaget mendengar suara Reyhan. "aku dari tadi ngajak kamu ngobrol loh"


"emm maaf ya Rey, sepertinya aku lagi kurang enak badan ini aku izin pulang duluan yah kapan kapan kita ngobrol lagi oke" ucapnya sambil mengambil tas slempang nya dan keluar dari cafe setelah memanggil Deby yang duduk tak jauh darinya.


setelah Siska masuk kedalam mobil mereka pun langsung pulang. sepanjang perjalanan Siska masih memikirkan apa yang lihat tadi, itu beneran Devan suaminya tapi dengan siapa pikirnya. "aku harus menanyakan nya nanti" gumam nya pelan.


setelah menempuh perjalanan yang lumayan rame tapi lancar karena waktu masih agak siang belum masuk waktu pulang kantor. Siska masuk kedalam rumah nya dan langsung masuk ke dalam kamar nya untuk mandi dan mengganti pakaian nya yang basah oleh keringat.


selesai membersihkan tubuhnya Siska sudah terlihat lebih segar dia pun turun ke bawah untuk mengambil air putih dan membawa nya ke kamar. Siska mengambil laptop juga sebuah buku tebal miliknya nya untuk dia pelajari.


tak terasa siang pun sudah berubah menjadi malam di lihat nya jam sudah menunjukan pukul 7 malam. "lama juga yah aku belajar nya " Siska merentang kan tangannya yang terasa kaku. dia pun membereskan laptop juga buku nya dan segera turun ke bawah.


"mbok apa mas Devan sudah pulang? " tanya nya pada mbok yati yang sedang menata makan malam mereka.


"belum nyonya sepertinya sebentar lagi akan pulang" tak lama kemudian suara deru mobil terdengar. Siska pun berjalan menghampiri pintu dan membuka nya, di lihat nya Devan baru keluar dari dalam mobil dan berjalan ke arah nya.


"mas baru pulang?" tanya Siska basa basi.

__ADS_1


"hemmm" ucapnya sambil berlalu pergi tak menghiraukan Siska. Siska yang melihat itupun langsung mengerutkan dahi nya heran.


"kenapa lagi dengan si es balok itu" gumam nya. Siska pun masuk kedalam rumah dan langsung membantu mbok yati dan para pelayan menata makanan meski dia sudah di larang tapi Siska tak mempedulikan nya.


Tak lama kemudian Devan pun turun ke bawah sudah dengan pakaian santai nya. dia duduk di kursi kebanggaan nya.


"mas, tadi kamu makan siang di mana ? " tanya nya penasaran.


"di kantor" ucapnya dingin.


"ouwhh" Siska tak melanjutkan obrolan nya, jujur Siska sedikit kecewa karena Devan membohongi nya. Devan pun sudah bicara dengan nada dingin kembali padanya. padahal beberapa waktu yang lalu Devan sudah bersikap lebih baik.


selesai makan malam mereka pun masuk ke kamar nya masing masing tanpa ada obrolan lagi. Siska merebahkan tubuhnya di atas kasur king size miliknya dia menerawang ke atas langit langit kamar nya "kenapa mas Devan berubah lagi yah, apa karena wanita yang tadi bersama nya. sebenarnya siapa wanita itu, mereka terlihat dekat " gumamnya sampai kemudian tertidur dengan pulas.


"sudah semua nyonya" setelah selesai Siska juga lastri keluar dari dalam kamar dan turun ke bawah waktu sudah menunjukan jam 7 kurang 10 menit, bisanya Devan sudah duduk dengan manis di kursinya tapi pagi ini tidak terlihat.


"las, apa tuan belum bangun? bisanya jam segini tuan sudah di meja makan? " tanya nya penasaran.


"tuan sudah berangkat dari jam 6 pagi tadi nyonya, katanya lagi banyak kerjaan di kantor " Siska pun mengangguk mengerti dia tetap berfikir positif mungkin memang suaminya sedang sibuk setelah waktu itu cuti beberapa hari setelah pernikahan mereka.


"las, tolong di buat kan bekal aja yah aku harus segera berangkat nih nanti terlambat" ucapnya setelah meminum susu hangat nya. "baik nyonya" lastri dengan gesit mengambil tempat bekal dan memasukan dua Sandwich dan dua kotak susu full cream kesukaan siska.


selesai menunggu bekal nya Siska langsung berjalan ke luar dengan terburu buru karena memang hari ini ada kelas jam setengah 9 pagi.

__ADS_1


di halaman Indra dengan Deby pun sudah siap menunggu sang nyonya keluar, setelah Siska masuk mobil pun mulai melaju membelah jalanan ibukota.


____


sementara di tempat lain Devan tengah berjalan di loby apartemen milik nya yang sudah dia berikan pada jesica dengan langkah cepat dia menekan tombol lift menuju lantai 35 di mana apartemen nya berasa.


sesampainya di lantai atas tanpa mengetuk pintu Devan langsung masuk kedalam apartemen yang di huni oleh jesica dia sudah tau kata sandi untuk masuk ke dalam karena memang ini apartemen miliknya.


saat masuk kedalam Devan mendengar jesica yang sedang muntah di dalam kamar mandi di kamar nya.


"baby, kamu kenapa hemm apa yang sakit? " tanpa mengetuk pintu Devan langsung masuk kedalam kamar jesica dan mendapati jesica yang terkulai lemas di atas lantai kamar mandi.


"honey, aku sangat lemas tolong bantu aku untuk ke tempat tidur" ucapnya dengan lemah, Devan pun langsung mengangkat tubuh jesica dan membawa nya ke atas ranjang, menidurkan nya dengan perlahan.


"apa yang kamu rasakan baby, kamu sakit apa sudah periksa kedokter? tanya nya dengan beruntun.


" perutku sakit honey, aku juga mual dan pusing sepertinya aku terlalu kelelahan" jesica terlihat sangat pucat sampai membuat Devan menjadi panik.


tadi subuh saat Devan baru bangun tiba tiba ponselnya berdering di lihat nya nama jesica yang ada di layar ponsel nya, setelah mengangkat nya terdengar suara jesica yang lemah meminta tolong membuat Devan menjadi panik dan langsung tancap gas ke apartemen jesica.


"perlu aku panggilkan dokter baby, kamu sepertinya butuh di infus" ucapnya dengan khawatir.


"tidak usah honey, aku hanya butuh istirahat besok atau lusa juga pasti sudah baikan" ucapnya dengan lemah. Devan pun tak bisa memaksanya.

__ADS_1


"apa istrimu tau kalau kamu ke sini honey? "


__ADS_2