Istri Tengil Ceo Dingin

Istri Tengil Ceo Dingin
Bab 58


__ADS_3

kondisi Kania kembali memburuk hal itu mengharuskan mereka untuk tetap tinggal di negara S sementara waktu sampai kondisi Kania kembali stabil.


Sedangkan Bagas setiap hari mondar mandir menjenguk istrinya juga melihat kondisi wanita yang dia sembunyikan di dalam apartemen nya.


tok


tok


tok


Arumi membuka pintu dan tersenyum ramah pada laki-laki penyelamat nya. "silahkan masuk tuan?" ucapnya.


Bagas melangkah kan kakinya masuk kedalam apartemen miliknya yang di huni oleh Arumi. "tuan mau makan? saya baru saja masak barusan"


"boleh, " Bagas berjalan menghampiri Arumi yang tengah menyiapkan makan untuknya. Bagas makan dengan lahap hampir satu bulan kenal dengan Arumi membuat Bagas merasa nyaman dengan wanita di hadapan nya ini. apalagi sikap ramah dan lembut Arumi membuat dia semakin mengagumi sosok Arumi.


Bagas tau kalau perasaan nya ini salah, tapi dia tidak munafik wanita di hadapan nya ini sudah menarik hatinya.


"tuan, saya minta maaf, karena saya sudah merepotkan anda selama ini saya tidak tau harus membalas kebaikan anda dengan cara apa" ucapnya tak enak.


"tidak usah sungkan, saya tidak masalah"


"bagaimana keadaan istri anda tuan?"


"masih belum ada perubahan, sekarang kondisi nya juga kembali menurun dan mengharuskan kami untuk tinggal di sini lebih lama lagi"


"saya turut prihatin dengan keadaan istri anda tuan" ucapnya. selesai menemani Bagas makan Arumi berjalan ke arah balkon tempat di mana dia biasanya menghabiskan waktunya. menatap pemandangan kota S.

__ADS_1


Bagas menghampiri Arumi yang Tengah fokus menatap pemandangan kota "Arumi saya_" ucapnya menggantung. Arumi menatap Bagas dengan heran, karena tak meneruskan ucapannya.


"anda kenapa tuan? Bagas menatap wajah wanita di hadapannya sungguh Arumi sosok wanita yang cantik meski tubuhnya mungil tapi dia memiliki kulit putih, berambut ikal, bermata besar nan cantik, alis yang tebal tanpa goresan pensil, juga bulu mata nya yang lentik. Bagas terpesona dia seakan merasakan kembali jatuh cinta pada pandangan pertama.


"Arumi mungkin perasaan saya ini salah, saya sudah punya seorang istri juga seorang anak, tapi bolehkan saya jatuh hati terhadapmu Arumi, saya tidak bisa membohongi perasaan saya, saya sayang dengan istri saya meskipun kami dulu menikah karena paksaan kedua orang tua kami, tapi saya juga ingin bersamamu, saya ingin menjaga juga melindungi mu, salahkah saya Arumi, apa saya egois saat istri saya sakit saya malah berbuat gila seperti sekarang" ucapnya dengan pelan.


Arumi membulatkan matanya mendengar penuturan Bagas. "tuan,apa yang anda katakan? apa yang saya dengar ini tidak salah tuan? tanya nya.


" Arumi, saya ingin menikahimu apa kamu bersedia menikah dengan saya? Arumi terdiam. Arumi tak bisa menampik memang dia sudah jatuh hati dengan Bagas tapi dia juga tidak mau menjadi orang ketiga dalam rumah tangganya.


"kasih saya waktu tuan, saya tidak bisa mengambil keputusan dengan cepat." Bagas mengangguk mengerti. dia pun pamit untuk menemui istrinya di rumah sakit.


***


Bagas menatap wajah tirus nan pucat istrinya, menjalani rangkaian pengobatan selama 6 bulan di negara S belum membuahkan hasil, rambut istrinya sudah mulai rontok karena efek dari obat obatan yang dia konsumsi.


"papa, kapan datang?" tanya nya lemah.


"barusan mah, mama mau jalan jalan ketaman biar gak bosen? tanya nya. Kania mengangguk dia memang bosen terus terbaring di atas bangsal rumah sakit.


Bagas membawa istrinya keluar menggunakan kursi roda sekarang meraka tengah menikmati suasana sore hari di taman rumah sakit.


" pah, kalau seandainya mama nanti gak bisa bertahan papa menikahlah lagi, papa gak cukup hanya mempunyai Dimas saja" ucapnya lemah sambil menatap mata sang suaminya yang juga tengah menatap nya.


"apa maksud mama, kenapa bicara seperti itu mama pasti akan sembuh," Bagas menjadi semakin merasa bersalah karena tanpa sepengetahuan istri dia juga akan menikah lagi.


"pah, meskipun mama sehat lagi nanti mama sudah tidak mempunyai rahim pah, rahim mama sudah di angkat mama tidak akan pernah bisa memberikan adik untuk Dimas, padahal dia sangat menginginkan nya,"

__ADS_1


"sudah ya ma, sekarang bayangkan masa masa indah kita saja, tidak usah membicarakan hal belum tentu akan terjadi oke, jangan membuat pikiran mama terpengaruh hal hal negatif agar usaha kita untuk menyembuhkan nama tidak sia sia" ucapnya. "sudah mau maghrib kita masuk kedalam ya " kania mengangguk. Bagas pun mendorong kembali kursi roda istrinya masuk kedalam ruang perawatan kelas no 1 di rumah sakit itu.


***


hari terus berganti tak terasa mereka sudah tinggal di negara S selama 10 bulan, kondisi Kania sudah lebih baik dan sudah di perbolehkan untuk pulang ke indonesia. selama 4 bulan itu juga Bagas membohongi istrinya, dia sudah menikah dengan Arumi dan sekarang Arumi tengah mengandung buah cinta mereka entah apa reaksi yang akan di tunjukan istrinya saat mengetahui kebejatan suaminya yang sudah menikah lagi di belakang Nya.


"pah jadi kita pulang besok? tanya Kania yang sedang bermain dengan Dimas di halaman rumah nya. ya seminggu yang lalu kania sudah di perbolehkan pulang ke rumah dan menjalani rawat jalan.


" jadi sayang, semua nya sudah siap kita akan kembali besok ke Indonesia "


"yeayyy akhirnya kita pulang. mama sudah sembuh. Dimas akan segera punya adik kan ma, mama kan sudah sehat " ucapnya dengan ceria. Bagas juga Kania saling pandang lalu melempar senyum terpaksa nya.


"iya sayang, nanti Dimas akan punya adik dan Dimas akan menjadi kakak"


"yeayy, hore Dimas sudah tidak sabar mah ingin punya adik seperti vero, juga yolanda"


"iya sayang " hanya itu yang mampu Kania ucapkan tenggorokan nya terasa tercekat mendengar keinginan anaknya.


__


hari ini semua sudah bersiap untuk pulang, keluarga kecil Bagas semua sudah masuk kedalam pesawat termasuk Arumi yang duduk di kursi terpisah dari keluarga Bagas karena status nya yang masih di sembunyikan dalam kondisi nya yang sekarang tengah berbadan dua Arumi sangat ingin bersama dengan suaminya tapi dia tidak bisa egois ada anak juga istri sah nya yang juga butuh perhatian nya dia juga sadar siapa dirinya dan apa posisinya.


siapa perempuan yang ingin menjadi orang ketiga, begitu pun Arumi tapi takdir membuat dia harus menerima keadaan nya, dia butuh perlindungan dari orang yang tepat supaya tidak kembali di kejar kejar oleh laki laki yang terobsesi padanya.


Sampai di bandara semua turun, tanpa terkecuali keluarga Bagas. di luar sana sudah ada mobil yang menjemput nya, Bagas segera menyuruh anak juga istrinya masuk kedalam mobil sementara dia memberi pesan singkat terlebih dahulu pada Arumi agar keluar dan mencari mobil berwana putih dengan plat nomor xx untuk mengantarnya pulang, Bagas sudah mengatur semuanya termasuk tempat tinggal untuk istri mudanya.


"papa ayo, ngapain dulu malah main ponsel "

__ADS_1


"iya ma, sudah selesai ko tadi ada yang chat dari kantor tanya papa sudah sampai atau belum"


__ADS_2