
Siska masih berusaha untuk melepaskan tali yang mengikat dengan kuat tangan nya. Siska sudah mendengar percakapan orang di luar tadi hal itu membuat Siska menjadi ketakutan.
"ya Tuhan, siapa yang akan membunuh ku" gumam nya sambil terus menggerakan tangannya sekuat tenaga supaya talinya terlepas." mas Devan tolong aku"
****
"hallo Marco, segera susul saya kesini Siska di culik, bawa mike, alex juga Baron, saya sangat membutuhkan bantuan kalian pake helikopter saja jangan terlalu lama" ucapnya dengan nada tegas.
selesai menghubungi Marco, Devan masuk kembali ke dalam rumah "bagaimana, Josh, Levi, juga Reno apa mereka sudah siuman?" tanya nya. Sugi mengangguk "sudah tuan, mereka sudah siuman kami juga menemukan ini dari punggung mereka, sepertinya ini anak panah berisi obat bius setelah mereka siuman pun mereka masih tampak lemas tak ada tenaga tuan.
" sialan, kurang ajar siapa orang yang berani bermain main dengan ku" Ucapnya geram. Devan kembali ke kamar Siska untuk mencari petunjuk hilangnya Siska tapi dia tak menemukan apapun di sana.
setelah menunggu kurang lebih 2 jam Marco, Alex, Baron juga Mike pun telah tiba di rumah papa Siska, mereka langsung bertemu dengan tuanya.
"apa ada jejak yang tertinggal di tkp tuan?" tanya mike sambil melihat lihat sekeliling.
"tidak ada, aku sudah mencarinya tak ada apapun sepertinya mereka sudah menyiapkan rencana ini dengan sangat matang sampai membuat kita kesulitan seperti sekarang." ucapnya sambil mimijit pelan kening nya yang terasa berdenyut.
"apa ini ada hubungan nya dengan Ghaffar Arsalan tuan?" tanya Marco. Devan langsung menatap tajam Marco dia baru sadar kalau apa yang di katakan Marco bisa saja benar. sekarang hanya Ghaffar Arsalan yang sedang mengincarnya dengan keluarga nya.
"Dugaan kamu sepertinya benar Marco, terus sekarang kemana dulu kita harus mencari? " tanyanya.
"apa nyonya membawa ponsel tuan?" tanya Alex.
"seperti nya bawa, ah ya kenapa saya gak kepikiran dari tadi mike cepat periksa titik lokasi istri ku sekarang " Mike segera membuka tablet nya dan segera mencari titik di mana lokasi Siska sekarang. untung nya GPS ponsel Siska menyala jadi mike tidak kesulitan melacak keberadaan nyonya nya.
"bagaimana?" tanya nya gak sabar.
__ADS_1
"sudah dapat tuan, menurut lokasi yang ada di dalam ponsel ini nyonya sekarang berada di tengah hutan tuan" ucapnya, setelah mendengar itu Devan segera pergi menuju mobilnya dan di susul oleh beberapa anak buah nya.
"sebagian tetap standby di rumah papa mertua, jangan ikut semua" para pengawal pun menganggu mengerti.
******
"emmhhh susah sekali ini lepasnya" tidak pantang menyerah Siska masih terus berusaha melepaskan tanganya yang terikat sampai tubuh nya basah dengan keringat.
saat Siska tengah pokus ingin melepaskan ikatan nya terdengar suara pintu terbuka, Siska pun pura pura pingsan kembali.
"lama banget pingsan nya gak sadar sadar, apa dia mati?" gumamnya, setelah memeriksa nya ternyata siska masih bernafas " Sepertinya aku terlalu banyak memberinya obat bius", laki laki itupun kembali keluar dari dalam rumah yang tampak kotor itu.
"kalian bertiga, jaga perempuan itu jangan sampai lolos, kalau sampai lolos kepala kalian sebagai gantinya" para penjaga itupun mengangguk.
terdengar suara mobil yang mulai menjauh dari sana.setelah di rasa aman, Siska kembali membuka matanya dan berusaha melepaskan lagi tali yang mengikatnya, setelah beberapa saat tali itu pun melonggar dan terlepas. pergelangan tangan Siska sudah terasa sangat perih sepertinya lecet karena terus bergesekan dengan tambang kecil yang mengikatnya.
siska melihat ke sekeliling tempat tapi tidak ada jalan keluar nya, jalan nya hanya satu pintu yang saat ini ada di hadapan nya.
"Bagaimana ini, kalau aku lawan mereka sanggup gak yah." Gumam nya, " Ah,itu urusan nanti Harus sanggup pokonya aku harus bisa keluar dari tempat bau busuk ini" Siska segera mencari alat untuk membantunya nanti setelah menemukan nya Siska segera berjalan mengendap ngendap menuju pintu keluar sambil membawa balok kayu seukuran dengan tangan nya.
Siska membuka pintu dengan perlahan dan berjalan mengendap ngendap, beruntung para penjaga itu duduk sambil membelakangi pintu dengan gerakan secepat kilat Siska langsung melayang kan balok kayu di tangan nya.
Bugh, Bugh, bugh,
tiga orang penjaga bertubuh tinggi besar itu sampai terhuyung setelah Siska memukul tepat di tengkuk mereka.melihat para penjaga itu sedang berusaha bangun Siska lari dengan cepat meninggalkan mereka. para penjaga itupun segera bangkit dan berlari mengejar Siska.
****
__ADS_1
"lebih cepat bawa mobil nya" Baron sampai menggeleng kan kepalanya mendengar gerutuan bos mereka sepanjang perjalanan.
"ini sudah kecepatan maksimal tuan" jawabnya.
"tidak usah menjawab kau, jalan kan mobilnya dengan kecepatan penuh, dan kau mike terus pantau Siska " ucapnya dengan tegas.
"sepertinya posisi nyonya sekarang sudah berubah tuan, " mike menunjukan tab nya pada Devan. Devan mengerutkan kening nya "daerah mana ini, mau di bawa kemana istriku?"
waktu masih menunjukan pukul 4 sore hari, Baron melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh agar segera sampai di tempat yang di tuju.
*******
Siska masih berlari dengan cepat tanpa melihat ke arah mana dia harus melangkah dia hanya berjalan di jalan yang agak lumayan besar ada bekas ban mobil di tanah berwarna merah itu.
"hey, berhenti jangan lari, atau saya tembak kamu" ancam laki laki di belakang nya, namun Siska tak menghiraukan teriakan laki laki di belakang nya dia tetap berlari, berharap akan menemukan bantuan.
Sampai akhirnya laki laki di belakang nya pun menembakan satu tembakan ke atas untuk memberi peringatan pada Siska, Siska masih maju tak mau mundur bukan dia tak bisa melawan mereka, bisa saja Siska melumpuhkan tiga laki laki di belakang nya tapi Siska menunggu waktu yang tepat untuk menyerang mereka.
Sampai di persimpangan Siska berhenti di sana sambil melihat laki laki yang terus berlari ke arahnya.
"hey, ayok cepat larinya kalian ini ah cemen sekali masa kalah sama perempuan" tantang nya. sambil tersenyum mengejek ke arah tiga penjaga yang masih berlari di depan nya.
setelah sampai di depan Siska mereka berhenti tepat 1 meter di hadapan Siska. "ayo teruskan maju kenapa berhenti hah" tantang nya lagi,.
"anda sudah tidak bisa kabur lagi nona, sekarang anda ikut bersama kami" salah satu pria bertubuh besar yang penuh dengan tato mendekat ke arah Siska.
"stop di Sana, jangan bergerak! aku tidak mau di sentuh ikan buntal botak sepertimu"
__ADS_1