
sampai di tempat tujuan Marco langsung memarkirkan mobilnya dan masuk ke dalam club malam yang terkenal di jakarta. ketika Marco masuk kedalam mulai terdengar suara musik yang memekakkan telinga juga lampu yang berkerlap kerlip. Marco mengedarkan pandangannya untuk mencari di mana tuan nya berada setelah beberapa saat mata Marco menangkap sosok orang yang di carinya Marco langsung berjalan mendekat ke arah tuan nya yang terbaring tak sadarkan diri di sopa tangannya masih memegang satu botol minuman.
Marco menggelengkan kepalanya melihat kelakuan tuan nya. waktu sudah lumayan malam Marco segera meminta tolong pelayan di sana untuk membantunya membawa Devan ke mobil. setelah mendudukan Devan di jok belakang Marco pun membawa Devan pulang ke rumah nya.
di dalam mobil Devan terus bergumam menyebut dan mengumpat jesica. setelah 1 jam mereka pun sampai di rumah. Marco meminta tolong satpam rumah Devan untuk membantu nya membawa Devan ke kamarnya.
pagi harinya Devan mengerjapkan matanya karena silau dengan sinar matahari yang langsung menyinari wajah tampan nya karena gorden tidak di tutup dengan rapat.
"esshhh kepala ku pusing sekali" desis nya. Devan turun dari ranjang nya dan dia pun langsung melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya juga mengguyur kepala nya dengan air dingin.
setelah selesai mandi tubunya terasa lebih segar dan lebih ringan sudah dua kali dia mabuk dan berujung teler Devan memang tidak bisa terlalu banyak minum minuman beralkohol karena begini efeknya.
tok
tok
tok
" tuan, apa anda sudah bangun? tanya mbok yati dari balik pintu.
"sudah mbok, ada apa?
" anda mau sarapan di kamar apa di bawah tuan?" tanya nya lagi. Devan yang lagi kurang enak badan pun lebih memilih untuk makan di dalam kamar. "saya makan di kamar saja bi, kepala saya masih pusing nanti tolong ambilkan saya obat pereda pusing juga ya mbok" ucapnya.
"baik tuan" mbok yati turun ke bawah untuk mengambilkan makanan untuk Devan. di meja makan sudah ada Marco yang lagi menikmati sarapan karena malam tadi dirinya tidak pulang menginap di kamar tamu rumah Devan.
__ADS_1
"tuan gak mau turun mbok? " tanya nya sambil minum kopi dengan roti bakar.
"tidak tuan, tuan Devan masih pusing katanya " selesai menata makanan di atas nampan mbok yati langsung membawa nya masuk kedalam kamar tuan Devan. di sana Devan duduk sambil memijit kening nya.
"ada yang bisa mbok bantu lagi tuan? " tanya nya.
"gak ada mbok, Terima kasih ya mbok apa Siska sudah pulang mbok? " Devan baru teringat kalau istri kecil nya itu tidak ada di rumah.
"belum tuan" setelah meletakkan makanan nya di meja dekat sopa mbok yati pun pamit keluar dari kamar dan turun lagi ke lantai bawah.
___
"mom, kapan mas Devan akan jemput Siska di sini? " tanya nya baru beberapa hari ikut dengan mertuanya Siska sudah merindukan Devan suaminya.
"sabar ya sayang nanti kalau kerjaan Devan sudah selesai pasti akan datang ke sini " ucapnya dengan tenang. momy celine ternyum dalam hati nya senang melihat menantunya merindukan sosok suaminya.
"2 minggu lagi sayang, kenapa mau ikut? sekalian kalian bulan madu di sana " ucap momy Celine yang langsung membuat wajah Siska memerah.
"gak mom kita bulan madu di sini saja " ucapnya dengan malu malu. " dengar sayang momy ingin pas momy berkunjung ke tempat kalian nanti kalian sudah memberikan momy cucu" kata momy Celine dengan penuh harap.
"smoga ya mom, bantu doa saja" ucapnya.
____
tok
__ADS_1
tok
tok
"tuan apa saya boleh masuk? " tanya nya dari balik pintu.
"ya masuk saja" Marco membuka pintu dan langsung masuk kedalam kamar Devan. dilihat nya kondisi tuan nya sudah lebih baik. "apa anda sudah lebih baik tuan? " tanya nya basa basi. Devan hanya mengangguk sambil meminun teh yang sudah mulai dingin.
"Marco, bagaimana perkembangan pencarian Siska apa sudah menemukan titik terang di mana keberadaan nya? " tanya nya sambil melihat Marco yang duduk di sopa dekat dirinya.
"belum ada tuan, kami sudah berpencar ke setiap pelosok untuk mencari keberadaan nyonya tapi masih belum ketemu juga, mike juga sudah mencari jejak lewat CCTV tapi hasilnya nihil" Dalam hatinya Marco merasa bersalah sudah membohongi majikan nya. tapi bagai mana lagi ini sudah perintah tuan dan nyonya besar demi kebaikan Devan juga. jelas semua tak akan meninggalkan jejak karena yang menculik Siska bukan orang luar melainkan adalah momy nya sendiri. semua sudah di atur sedemikian rupa oleh momy Celine yang begitu berperan besar dalam misi ini.
Devan menghembuskan kasar nafasnya. dia di bikin pusing oleh keadaan sekarang " Marco tolong jangan sampai momy tau masalah Siska hilang " Marco ingin tertawa dalam hatinya.ingin Marco berkata kalau istri nya ada bersama momy celine di mansion utama.
setelah Marco pamit keluar kamar Devan segera bersiap siap untuk menuju markas nya, dia sangat penasaran dengan situasi ini siapa yang sudah menculik istrinya kalau anak buah nya tidak bisa di andalkan biar dirinya yang turun tangan langsung.
Devan memakai kaos santai juga celana jeans dan memakai jaket kulit. Dia tidak mau naik mobil sekarang di keluarkan motor besar milinya setelah memakai helm. Devan dengan gagah langsung menaiki motor nya dan melaju dengan kecepatan tinggi membelah jalanan ibu kota di siang hari.
setelah sampai di markas kartel Sinaloa Devan langsung turun dari motor nya dan masuk kedalam.semua anak buah nya menundukan kepalanya. "di mana mike?" tanya nya setelah melihat ke dalam ruangan komputer tapi terlihat sepi.
"mike lagi keluar dengan baron, sebentar lagi akan kembali" ucap Axel sambil menunduk.
Devan mendudukan bokong nya di kursi empuk tempat biasa mike bekerja di sana. di cek nya semua isi dalam komputer setelah menemukan apa yang dia cari Devan langsung memeriksa nya. "apa apaan ini, jelas ini ada yang memotong bagian bagian tertentu dalam CCTV dan itu hanya di beberapa titik" Devan mengerutkan kening nya heran.Seperti menemukan kenjanggalan di sini.
tak lama kemudian Mike dan Baron pun datang dengan membawa makanan untuk mereka Mike juga Baron langsung membungkuk kan tubunya tanda hormat pada tuan nya "mike coba kesini " mike yang di panggil pun langsung mendekat.
__ADS_1
"coba kamu lihat ini, ini sangat jelas banyak kejanggalan lihat CCTV nya ada beberapa bagian yang di hapus secara sengaja, kalau begini cerita nya sudah jelas Siska di culik bukan kabur" ucapnya. Mike langsung salah tingkah mendengar ucapan atasan nya. karena dirinya nya lah pelaku yang menghapus beberapa rekaman CCTV di beberapa tempat atas suruhan momy Celine.