Istri Tengil Ceo Dingin

Istri Tengil Ceo Dingin
Bab 18


__ADS_3

"apa syarat nya mas? " tanya nya gak sabar.


"berikan saya anak dan cucu untuk momy juga dady" ucapnya sambil menatap siska yang langsung berubah mimik wajah nya.


"kamu serius mas, em ma-maksud aku kamu serius mau minta anak dariku? " tanya nya masih gak percaya suami dingin nya meminta anak darinya.


"ya kenapa tidak, kamu istri ku sah sah saja kalau aku meminta anak dari mu" ucap nya dengan santai.


"tapi, aku kan mau sekolah dulu mas, masa nanti sekolah sambil bunting kan gak lucu, mau ambil spesialis kandungan itu gak gampang loh mas " Siska masih kebingungan dia ingin kuliah tapi gak mungkin harus nurutin kemauan suaminya untuk memiliki anak karena nanti dirinya akan kerepotan membagi waktu.


"ya terserah dirimu saja, mau atau tidak" ucapnya santai.


Siska merenung memikirkan ucapan suaminya, bener suaminya minta anak darinya? setelah menghabiskan jus juga buah potong nya Siska membawa kembali nampan yang berisi gelas juga piring yang sudah kosong.


"sini nyonya biar saya bantu" tawar lastri yang langsung mengambil alih nampan di tangan majikan nya.


setelah menyimpan di tempat cuci wadah lastri kembali lagi ke meja makan tempat Siska duduk di sana sambil melihat dan menggeser geser layar ponselnya.


"nyonya mau mandi ini sudah sore, biar saya siapkan air panas nya" Siska hanya mengangguk dan pokus kembali dengan ponsel di tangan nya. rupanya Siska sedang mencari tau tentang malam pertama.


dia pun bergidik ngeri ketika membaca satu persatu fakta tentang malam pertama.


Siska menghela nafas nya, dia pun langsung naik ke lantai dua dan masuk kedalam kamarnya. di sana sudah ada lastri yang sudah siap memegang handuk untuk sang nyonya. siska pun mengambil handuk nya dan langsung masuk kedalam kamar mandi. dia ingin menenangkan pikiran nya.


Sementara di kamar nya Devan juga memikirkan apa yang baru saja dia ucapkan " apa apan aku ini kenapa dengan mudah nya meminta anak darinya" gumam nya pelan sambil menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.


malam harinya Devan duduk di meja makan menunggu Siska untuk makan malam bersama, tak lama kemudian Siska pun turun dengan piyama tidur motif kelinci nya.


Devan sampai tak berkedip melihat penampilan istrinya sangat imut pikirnya sesuai dengan usia Siska yang belum terlalu dewasa.

__ADS_1


"lama ya mas nunggu nya" Devan menggeleng kan kepalanya, matanya tak berhenti menatap ke arah Siska.


"mas kamu ko liatin aku terus sih, aku jadi salting loh" ucapnya padahal Siska sama sekali tidak salah tingkah di tatap terus seperti itu oleh suaminya.


"mengenai kuliah kamu, Marco akan mengurusnya besok dan kalau sudah selesai kamu bisa masuk kuliah, tapi saya gak akan izin kan kamu untuk berangkat sendiri akan ada satu supir dan satu pengawal perempuan yang akan menemani mu nantinya " ucapnya.


"serius mas? " tanya nya dengan sumringah " lalu dengan syarat nya bagaimana?" tanya nya lagi.


"saya akan menunggu sampai kamu siap untuk punya anak" ucapnya santai.


"ahh mas, kamu pengertian sekali aku jadi makin love you mas" ucapnya dengan ceria. Siska sangat senang akhirnya dia akan masuk kuliah dan bisa mengejar cita citanya.


selesai makan malam Siska maupun Devan masuk kedalam kamar nya masing masing untuk beristirahat. Devan masih senyum senyum sendiri membayangkan setiap tingkah yang Siska lakukan selalu membuat nya geleng geleng kepala apalagi dengan bahasanya yang kadang kadang bikin Devan salah tingkah dekat dengan Siska jadi membuat Devan seperti anak muda kembali bahkan sekarang Devan sudah tidak terlalu mengingat kekasihnya jesica.


____


Hari pertama Siska masuk kuliah dia sudah menyiapkan segala sesuatunya di bantu oleh lastri Siska terlihat sangat cantik meski pakaian nya tetap kaos yang di padukan dengan celana jeans ketat. rambut nya di kuncir kuda dan menyisakan sedikit rambut yang menjuntai cantik di sisi kanan dan kiri telinga nya.


"sudah siap masuk kuliah? " Devan menyisir penampilan Siska dari atas sampai ke bawah, tak ada yang aneh malah terlihat cantik.


"sudah dong, aku sudah sangat semangat mau cepet cepet sampai di kampus dan belajar" ucapnya dengan ceria. Devan manggut manggut sambil memakan sandwich nya.


"Marco bawa mereka masuk" titah nya.


tak lama kemudian Marco membawa seorang perempuan juga seorang laki laki dengan tubuh tegak penampilan mereka pun terlihat sangat formal.


Siska melirik suaminya dengan heran. devan yang mengerti pun langsung bicara dengan Siska " bukan kah sudah saya bilang kalau kamu boleh kuliah, tapi harus ada seorang pengawal perempuan juga sopir yang akan terus memantau kamu di sana " ucapnya dengan santai.


Siska langsung merengut jelas dirinya tidak akan bebas dan leluasa bergerak kalau seperti ini cerita nya.

__ADS_1


"bisakah kita hidup normal mas, tanpa adanya mereka yang ikut campur "


"tidak bisa, di luar itu sangat bahaya. kamu tidak akan tau bahaya apa saja yang akan mengancam keselamatan kamu nantinya " ucapnya dengan serius. menjadi seorang pembisnis sukses juga ketua mafia yang terkenal membuat Devan memiliki banyak musuh yang selalu mengincar nya juga keluarga nya.


"hemmm baiklah " Siska pun pasrah dari pada dia terus terkurung di dalam rumah nya yang sangat membosankan.


"kenal kan nyonya, ini namanya Indra dia akan menjadi sopir juga pengawal anda, dan yang ini namanya Deby dia akan menjadi pengawal dan asisten yang akan menemani anda kemana pun anda pergi " Marco memperkenalkan kedua pengawal pilihan nya kepada nyonya mereka.


"nama yang bagus " ucap Siska sambil menatap kedua pengawal nya.


"kenapa dengan wajah mereka, ko bisa gitu Devan mencari orang yang kaku model begitu apa mereka bisa tersenyum dan bercanda, atau mungkin mereka patung yang mirip seperti manusia " batinnya.


selesai sarapan Devan juga Siska pun sudah siap untuk berangkat ke arah tujuan masing masing Devan berangkat ke kantor, Siska berangkat ke kampus.


"suamiku, aku berangkat dulu yah mau mencari ilmu. kamu hati hati di jalan jangan lupa makan siang " ucapnya sambil melangkah ke arah mobilnya.


"hemm, kamu juga hati hati, jangan banyak bertingkah di kampus, ingat status kamu sekarang bagaimana" ucapnya dengan tatapan tajam.


"selow bos, istrimu yang cantik ini tidak akan banyak tingkah, percayalah" Siska dengan riang masuk kedalam mobilnya setelah Indra membuka kan pintu untuk nya.


"Indra,jaga dia dengan baik jangan sampai ada sesuatu yang buruk terjadi dengan nya.!" ucap nya sebelum masuk kedalam mobil dan berangkat ke kantor bersama dengan Marco. Indra hanya mengangguk kan kepala nya.


mobil yang membawa Siska pun melaju melewati gedung gedung tinggi jakarta. 1 jam perjalanan mereka pun sampai di depan kampus. Siska di buat melongo melihat ke arah kampus yang akan menjadi tempat nya untuk belajar.


"mba Deby apa mau ikut kedalam atau mau nunggu di sini sama mas Indra ? " tanya nya.


"saya ikut anda nyonya" Siska mengangguk kan kepalanya lalu keluar dari mobil setelah Indra membuka kan pintu mobil nya.


"wah, megah banget kampus nya " saat Siska tengah asyik melihat ke kanan juga kiri kampus nya tiba tiba ada yang menabrak nya.

__ADS_1


Brukkk


"awhhh"


__ADS_2