Istri Tengil Ceo Dingin

Istri Tengil Ceo Dingin
Bab 28


__ADS_3

momy Celine tersenyum puas melihat rekaman CCTV yang Marco kirimkan padanya.


"kita lihat sekarang apa kamu akan peduli dengan istri mu atau tidak" gumamnya pelan.


momy Celine membereskan kertas desain yang belum sempat ia selesaikan semuanya. "sayang ayok kita pulang momy sudah selesai" ucapnya sambil berdiri dari duduknya dan mengambil tas jinjing yang dia simpan di meja kerjanya.


"ayok mom," Siska mengekor di belakang momy Celine sambil membawa beberapa paper bag berisi pakaian miliknya yang ia pilih dari butik momy Celine.


setelah sampai di bawah momy Celine juga Siska langsung masuk kedalam mobil dan segera pulang ke rumah. "apa kamu ada yang mau di beli dulu sayang? " tanya nya.


Siska menggeleng pelan. " gak ada mom, Siska gak ada yang perlu di beli" momy Celine mengantuk mengerti.


Sesampainya di rumah Siska langsung masuk kedalam kamar nya dan segera mandi karena tubuh nya terasa lengket. selesai mandi dan berpakaian santai Siska duduk di sopa dalam kamar nya "keadaan mas Devan gimana yah, ko gak ada kasih kabar " gumam nya.


tok


tok


tok


"non,non Siska di tunggu nyonya di bawah untuk makan siang" panggil seorang pelayan.

__ADS_1


"iya bi, Siska turun sebentar lagi" ucapnya dari dalam.


____


"bi, ayolah bibi mau sampai kapan sembunyi terus seperti ini apa bibi gak mau mencari anak bibi, apa bibi gak mau memperjuangkan kebahagiaan bibi" ucapnya seorang laki laki sambil menatap sang bibi dengan perasaan iba.


"sudah cukup Aksa, jangan bikin bibi mu ini pusing dengan kamu turut ikut campur urusan bibi" ucapnya dengan tegas.


"selalu saja bibi seperti itu, kenapa bibi selalu mau mengalah dengan si wanita jahat dan licik itu? Aksa menaikan nada bicara nya karena jengkel dengan sang bibi, 18 tahun lebih dia menahan rindu dengan anaknya yang sekarang entah ada di mana. Aksa jengkel sekaligus tak tega melihat bibi Arumi selalu menangis setiap malam sambil menatap foto anaknya. tapi dia pun tak bisa berbuat banyak pernah Aksa menawarkan diri untuk membantu bibi Arumi mencari keberadaan anaknya. tapi bibi Arumi malah marah dan tak mau berbicara dengannya.


"stop Aksa jangan buat ma_" ucapan bibi Arumi terputus saat terdengar suara pintu di ketuk dari luar. dia pun keluar membuka pintu terlihat di sana ada Aima yang sedang berdiri dengan panik terlihat keringat yang mengucur deras dari dahinya.


"ada apa Aima kenapa kamu seperti orang ketakutan.?" tanya nya dengan heran.


"sarah mau melahirkan? baiklah bibi segera ke sana kamu berangkat lah lebih dulu bibi mau siapkan alat alatnya dulu" ucapnya sambil masuk kedalam gubuk yang sudah tak layak huni itu.


bibi Arumi menyiapkan segala sesuatu yang biasa dia bawa ketika melakukan pemeriksaan orang sakit, atau mau melahirkan keterampilan sebagai seorang bidan dulu sangat bermanfaat di desa ini karena tidak adanya tenaga medis di sini.


setelah semuanya lengkap bibi Arumi mengajak Aksa untuk mengantarnya. "Aksa ayok antar bibi ke tempat sarah, jangan biarkan mereka menunggu lama" ucapnya. dengan tergesa tergesa.


"iya bi" meski masih di buat jengkel oleh bibi nya tapi Aksa tidak bisa menolak permintaan orang yang sudah menyelamatkan nya 16 tahun yang lalu. saat itu Aksa kecil berumur 7 tahun dia tidak memiliki orang tua karena orang tuanya habis di bantai oleh seseorang yang Aksa tidak ketahui siapa namanya tapi dia masih sangat ingat bagaimana wajah laki laki itu, Aksa melihat dengan jelas bagaimana ibu juga ayahnya meregang nyawa di bunuh secara sadis di depan matanya. Aksa kecil berlari dengan sekuat tenaga untuk menyelamatkan diri sampailah dia di desa ini. saat dia tengah menangis sambil memeluk lututnya ada seorang perempuan yang menghampirinya dan mengajaknya pulang. mulai saat itu lah Aksa tinggal dan di anggap anak oleh bibi Arumi. Aksa bertekad dalam hatinya kelak kalau dia sudah dewasa dia akan mencari tau siapa laki laki biadap yang sudah berani merenggut nyawa kedua orang tuanya dan akan membalaskan dendam nya. nyawa bayar nyawa.

__ADS_1


sesampainya di tempat sarah, bibi Arumi langsung turun dari sepeda yang di bawa Aksa dia berjalan dengan cepat ke dalam rumah sarah.


melihat kedatangan bibi Arumi sarah langsung menangis "bibi ini sakit sekali tolong sarah bi" ucapnya sambil terisak.


"sabar, namanya mau melahirkan ya begini harus menahan gelombang cinta karena dede sedang mencari jalan keluarnya, bibi periksa dulu yah" bibi Arumi memeriksa keadaan sarah yang sudah sangat gelisah.


"ini sudah bukaan delapan, tinggal dua bukaan lagi yang sabar yah tahan dulu jangan mengejan sebelum bibi perintahkan " ucapnya dengan lembut. dia pun mengeluarkan segala keperluannya untuk nanti.


1 setengah jam kemudian bayi cantik dan masih merah itupun sudah selesai di bersihkan dan di bedong. bibi Arumi memberikan bayi itu pada sarah untuk dia susui."kemana Adam sarah, bayinya harus di Adzani? " tanya nya.


"kak Adam lagi di ladang bibi, barusan mas Bima lagi menyusul nya" ucapnya Aima sambil membawa teh hangat untuk bibi Arumi juga kakaknya sarah.


selesai dengan semua urusan nya bibi Arumi pamit untuk pulang ke rumah nya. di daerah sini bibi Arumi satu satunya tenaga medis yang suka di mintai pertolongan oleh para warga bibi Arumi tidak memasang tarif untuk hal itu. ada yang mau kasih dia Terima tidak pun tidak apa terkadang uang upah yang di berikan untuknya tak pernah ia makan tapi bibi arumi belikan lagi obat obatan.


setelah mengantar bibi nya pulang Aksa langsung pamit untuk pergi bekerja di sebuah toko kecil di desa mereka. di sana Aksa bisa mendapatkan uang untuk membantu bibinya membeli bahan pokok sehari hari.


____


Marco terus menghubungi nomor Devan tapi dari siang sampai sekarang sudah mau malam pun tak ada sahutan dari Devan. dia pun langsung menyambar kunci mobil yang ada di atas meja dan melajukan mobilnya menuju rumah Devan yang tak begitu jauh dari rumah nya.


sesampainya di sana ternyata Devan belum ada di rumahnya. "kemana sih dia itu, jangan sampai dia melakukan hal bodoh lagi dengan mengakhiri hidupnya" ucapnya konyol. "ah iya bukan dia yang bodoh tapi aku yang bodoh, kenapa tidak ke ingat dari tadi untuk mengecek GPS ponselnya " Marco menggaruk tengkuknya yang tidak gatal geli dengan kelakuan nya sendiri yang kadang suka loading lama.

__ADS_1


setelah melihat di mana keberadaan tuannya, Marco langsung tancap gas dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi supaya secepatnya sampai ke sana.


__ADS_2