Istri Tengil Ceo Dingin

Istri Tengil Ceo Dingin
Bab 53


__ADS_3

"mas apa menurut mu aku ini seorang pembawa sial? apa aku terlalu berbahaya bila berdekatan denganmu? ucapnya tanpa melihat ke arah suaminya.


Devan mengerutkan kening nya, "apa maksud mu bicara begitu? siapa yang bilang kalau kamu pembawa sial?


" aku sudah tau alasan kakak selalu menjauhi ku, ternyata dia tidak mau terkena sial karena dekat dengan ku" ucapnya dengan raut wajahnya yang sedih.


"sayang, apa tadi kamu bertemu kak Dimas? Siska menganggukan kepalanya sebagai jawaban atas pertanyaan suaminya.


" akan ku beri pelajaran dia yang sudah berani membuat mu mengeluarkan air mata " Siska menyentuh tangan suaminya, "jangan mas dia kakak ku, aku yakin ini semua hanya salah paham, aku akan menunggu papa sadar dan menanyakan semua agar ada solusi yang terbaik, dengan menghajar kak Dimas tidak akan membuat semua masalah menjadi terselesaikan" ucapnya.


Devan menarik lembut siska kedalam dekapan nya. dia tak bisa mengeluarkan kata kata, Devan semakin kagum dengan istri kecilnya. meskipun kelakuan nya barbar dan memiliki sikap keras kepala tapi hatinya begitu lembut.


saat tengah berpelukan tiba tiba terdengar suara perut berbunyi, Siska langsung melepaskan pelukannya dan tersenyum malu. "kamu lapar? Siska mengangguk malu malu. Devan mengacak rambut Siska dengan gemas ada aja tingkah istri kecilnya ini, pantas saja tadi habis nangis langsung pingsan ternyata perutnya keroncongan.


" ya sudah ayok sekarang kita cari makan, mau makan apa?


"emmm, sepertinya makanan Jepang enak tuh" ucapnya.


Devan membatu Siska turun dari bangsal rumah sakit dan memapahnya keluar dari IGD, "mas aku bisa jalan sendiri, kenapa harus gini sih malu tau di lihatin orang " ucapnya kesal.


****


"maaf ada perlu apa anda datang kesini, dan mencari tuan Devan?" tanya Marco penuh selidik.


"saya ada keperluan dengan tuan Devan"


"sebaiknya anda buat dulu janji untuk bertemu, tuan kami juga sedang ada di bali sekarang" laki laki itu mengangguk mengerti, "kapan tuan Devan akan kembali?"


"saya tidak tau pastinya kapan akan kembali" ucapnya.


laki laki itupun pergi keluar dari dalam ruangan Marco. melihat orang itu sudah keluar Marco segera menghubungi tuannya.


"ya Marco ada apa? terdengar suara sahutan dari sebrang sana.


" ada orang yang mencari anda tuan, dia ingin bertemu dengan anda? ucapnya.


"siapa? apa dia client kita?


" saya baru melihat nya tuan, sepertinya dia bukan client kita,"

__ADS_1


"jangan Terima tamu asing, bilang sama penjaga jangan masukan dia lagi ke kantor " ucapnya dengan tegas.


"baik Tuan, "


"bagaimana kantor pusat, apa ada kendala yang cukup serius? tanyanya.


" tidak tuan semua aman terkendali"


"hemmm baiklah, saya akan kembali beberapa hari lagi"


"baik tuan" Marco pun mematikan sambungan telpon nya.


"ada apa mas?


" gak ada apa apa sayang, semua aman terkendali " siska mengangguk, tak lama kemudian makanan mereka pun tiba siska segera memakan makanan di hadapannya dengan lahap.


Devan sampai menggelengkan kepalanya melihat tingkah siska tadi menangis sampai terisak sekarang mood nya sudah kembali cerita, orang yang sangat susah di tebak pikirnya.


"mas ko malah lihatin aku makan, kamu gak mau makan juga? tanya nya.


" lihat kamu makan begitu lahapnya mas jadi kenyang " siska memajukan bibirnya.


" tidak justru mas seneng kamu banyak makan biar makin semok" ucapnya terkekeh.


"nanti kalau sampai badan aku segede buntelan apa kamu masih mau sama aku"


"oh tentu, kenapa tidak?


" kalau aku gendut nanti aku jelek mas" rengeknya manja.


"justru kalau kamu gemuk akan sangat menggemaskan sayang" siska tak lagi menghiraukan ucapan suaminya dia lanjutkan kembali makan nya sambil menatap suaminya yang juga tengah menatap nya sambil tersenyum.


"kamu gak mau mas? yakin? Devan mengangguk. siska pun mengambil semua makanan yang depan pesan untuk dia makan sendiri.


" apa bakal habis? tanya Devan terkejut.


"ini sih gak ada apa apanya " ucapnya, Devan menatap siska dengan pandangan tak percaya bagaimana bisa istri nya tetap bisa bertubuh kecil padahal porsi makan nya melebihi porsi kuli.


selesai menemani istrinya makan siang, Devan tak langsung mengajak siska untuk pulang, tapi Devan membawa siska untuk jalan jalan.

__ADS_1


"kita pulang nanti yah, kita jarang kan bisa jalan jalan gini," Siska mengangguk.


"mau jalan kemana kita?" tanya nya dengan antusias.


"em maunya kemana?"


"lihat sunset bagus kayanya,"


" baiklah tuan putri kita akan pergi melihat sunset"


dan sampai lah mereka di tempat yang di tuju, Siska juga Devan duduk di pasir menikmati waktu berdua nya.


waktu terus berlalu sekarang langit sudah mulai berubah warna, menjadi kuning keemasan pertanda malam akan segera datang. Siska juga Devan masih betah di sana duduk sambil melihat matahari tenggelam.


"bolehkah aku berharap kalau hubungan kita ini bisa terpisah hanya maut yang memisahkan mas?"


"tentu, kita akan membesarkan anak anak kita bersama dan menua bersama" Siska memeluk dengan erat pinggang suaminya.


"jangan pernah berubah ya mas, aku ingin kita tetap seperti ini" Devan mengusap lembut rambut siska "kita pulang sekarang? sudah malam!.


mereka bangkit dan segera berjalan menuju mobilnya, Devan membukakan pintu untuk istrinya setelah siska masuk Devan juga masuk dan duduk di kursi kemudi. dia mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang seharian ini mereka full jalan berdua meskipun tetap ada pengawal tapi mereka mengawal dari jarak yang lumayan jauh hanya untuk jaga jaga.


"mas aku pengen makan sate deh, sama lontong kayanya enak" Devan tersenyum dan mengangguk.


"apa sih yang enggak untuk istri kecil mas ini" Siska menyender di bahu Devan dengan nyaman Sampai akhirnya mobil pun berhenti depan tukang sate di pinggir jalan.


"kita makan di rumah saja yah, di sini tempat nya kotor"


"ya udah bungkus mas, aku dua porsi ya mas sate kambing" Devan sudah gak aneh dengan siska meskipun tubuhnya mungil tapi makan nya lumayan banyak.


Devan turun dari mobil, terlihat di sana sudah banyak orang yang mengantri untuk dapat makan sate, "pak bikin kan saya 3 porsi sate kambing ini uang nya" ucapnya sambil menaruh 3 lembar uang berwarna merah.


"wah ini kebanyakan den,"


"gak apa itu sisa nya buat bapa" Bapa tukang sate itupun tersenyum senang mendengar ucapan Devan.


"ditunggu sebentar ya den, bapa buatkan dulu " Devan mengangguk dan duduk di salah satu kursi yang kosong.


saat Devan tengah menunggu sate nya matang, Devan melihat sekilas ada orang yang sedang memandang ke arahnya, tapi saat Devan melihat ke arah orang itu dia segera menghindar dan pergi dari sana.

__ADS_1


"siapa orang itu?


__ADS_2