
"m-mas, apa yang kamu lakukan" Siska terperanjat kaget di peluk secara tiba tiba.
"memelukmu memang nya apa lagi" ucapnya dengan santai. "Siska Terima kasih, dan maaf" Devan menggantung ucapanya.
Siska mematikan kompornya dan memutar tubuhnya menghadap Devan. " Terima kasih untuk apa, dan maaf untuk apa mas? " tanya nya.
"Terima kasih karena kamu sudah jadi istri yang baik untukku, meskipun kadang suka bikin aku jengkel. dan maaf untuk _ " Devan tidak melanjutkan ucapan nya, belum saat nya Siska tau yang sebenarnya.
"maaf untuk apa mas? " tanya nya masih penasaran.
"aku lapar sudah siap kan makanan nya" Siska bengong mendengar ucapan Devan "apa aku, mas Devan udah gak bicara formal lagi dengan ku" batinnya menjerit bahagia.
Devan menyentil dahi Siska sampai Siska mengaduh kesakitan "mas apa apaan sih sakit tau" ucapnya sambil mengusap usap dahinya.
Devan hanya tersenyum kemudian berjalan ke arah meja makan" cepat ini sudah tengah malam, kapan aku makan nya" Siska dengan cepat membawa makanan yang sudah dia hangat kan dan di hidangkan di hadapan suaminya.
"selamat makan suamiku" setelah Siska meletakan makanan nya dia mengambil minum yang sempat ia simpan di meja dekat sopa.
"mas aku duluan ke kamar yah udah ngantuk" ucapnya sambil menguap lebar.
"tunggu, temani aku makan dulu.aku kesepian kalau makan sendirian" Siska pun mengangguk patuh dia duduk di kursi sebelah Devan dan memperhatikan suaminya yang makan dengan lahap.
setelah beberapa saat Siska pun tak mampu menahan kantuk yang menyerangnya dia pun tertidur, dengan menumpukan kedua tangan nya sebagai bantalan. Devan yang melihat itu pun langsung tersenyum geli melihat Siska yang sudah mulai mendengkur halus.
"maaf, karena aku belum bisa jujur dengan mu Siska soal hubungan ku dengan jesica, aku tidak ingin menyakiti mu " ucapnya pelan.
setelah selesai makan Devan dengan mudah membawa Siska dalam gendongan nya dan membawa nya masuk kedalam kamar Siska di letakan nya Siska di ranjang dan menyelimuti nya sampai ke leher.
"Selamat malam istriku" ucapnya pelan dia pun pergi ke luar dari kamar Siska dan masuk kedalam kamar nya untuk beristirahat.
_____
pagi harinya Siska di bangunkan oleh lastri karena waktu sudah menujukan pukul 8 pagi. " nyonya apa anda ada mata pelajaran pagi" ucapnya sambil menyentuh pelan lengan Siska.
"emmmhhh" gumam nya.
"nyonya, bangun ini sudah siang apa ada mata pelajaran pagi hari ini? tanya nya lagi. Siska mengerjapkan matanya perlahan.
__ADS_1
" jam berapa sekarang las? " tanya nya.
"jam 8 pagi nyonya, tadi sebelum tuan berangkat tuan sempat berpesan untuk membiarkan anda tertidur sampai siang, tapi saya takut anda ada kelas pagi hari ini"! jelas nya.
" hemm, ada jam 11 siang nanti, tuan berangkat jam berapa las ? tanya nya.
"jam 7 pagi nyonya" ucapnya. "apa anda mau langsung mandi ? " tanya nya. Siska menganggukan kepala nya.
setelah lastri masuk kedalam kamar mandi Siska membuka pintu kaca yang menuju balkon kamarnya.terdengar suara ponsel Siska berdering. "nyonya ponsel Anda berdering" lastri membawakan ponsel dan menyerahkan nya pada Siska.
"nomor baru, nomor siapa ini" gumam nya pelan.
panggilan pun terputus tak lama kemudian berdering kembali.
"hallo dengan siapa ini? " tanya nya.
"hallo sayang ini momy, momy sama dady lagi di jalan mau kerumah mu" momy Celine berkata dengan heboh sepeti biasanya.
"oh momy, maaf Siska gak tau kalau momy yang telpon soalnya nomornya baru" Siska sungguh gak enak hati nomor mertua nya saja dia lupa menyimpan.
"oke mom" Siska langsung masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya. selesai mandi Siska pun memakai pakaian yang sudah lastri siap kan untuk nya.
tok
tok
tok
"nyonya di bawah ada nyonya besar dan tuan besar" terdengar suara mbok yati memanggilnya.
"bentar lagi Siska turun mbok" selesai bersiap siska pun turun ke bawah di Sana sudah terlihat momy Celine juga dady Mario yang tengah duduk sambil menikmati teh hangat di meja makan.
Siska langsung menghampiri momy Celine dan memeluknya. "momy apa kabar? maaf Siska belum sempat main ke tempat momy Siska lagi banyak tugas kuliah" ucapnya dengan sopan.
"gak apa sayang momy mengerti " Siska bergelayut manja di lengan momy Celine "anak momy kenapa ini hemmm manja sekali" ucapnya gemas.
"kangen " Siska melepaskan pelukan nya dan beralih memeluk dady Mario dengan manja seperti memeluk papa nya sendiri.
__ADS_1
"bagaimana hubungan kalian? apa Devan bersikap kasar padamu sayang? " tanya dady Mario sambil mengusap lembut rambut Siska. siksa menggeleng pelan "tidak dad mas Devan gak pernah kasar dengan Siska" ucapnya Siska duduk di kursi ditengah tengah momy Celine juga dady Mario.
"tapi waktu itu Siska pernah melihat mas Devan bersama perempuan cantik, apa mas Devan punya saudara sepupu perempuan mom? " tanya nya penasaran. Siska ingin menanyakan pada Devan tapi belum menemukan waktu yang tepat.
momy Celine juga dady Mario saling pandang dengan dahi sama sama terangkat. begitu polosnya istri Devan ini melihat suaminya jalan dengan wanita sampai tidak curiga pikir momy celine " seperti apa ciri ciri wanita itu sayang? " tanya momy Celine.
"emmm, dia tinggi nya sebahu mas Devan, kulit nya putih wajah nya cantik rambutnya panjang lurus dan pakaian nya sexy" ucapnya dengan polos.
"ya ampun, anak itu dad ternyata dia tidak mendengarkan apa yang sudah kita peringatkan, sepertinya kita harus mulai bergerak dad sebelum perempuan itu melangkah lebih jauh lagi" dady Mario manggut manggut. Siska yang melihat mertua nya membicarakan hal yang dia tidak mengerti pun jadi heran.
"sebenarnya perempuan itu siapa mom, saudara mas Devan, ko gak pernah di kenalin sama Siska? " tanya nya penasaran.
"bukan siapa siapa sayang, oh ya kamu berangkat kuliah jam berapa biar momy sama dady antar yah" ucapnya mengalihkan perhatian Siska.
"Siska ada jam pelajaran pukul 11 siang nanti mom, sekarang udah jam 9 lebih kita berangkat sekarang aja ya mom" ucapnya dengan ceria Siska sangat senang mertua nya sayang padanya.
Setelah mengantar Siska sampai ke kampus nya dan memastikan menantu kesayangan mereka aman, barulah momy Celine juga dady Mario melajukan mobilnya kembali
"dady pokonya momy gak mau sampai Siska mengetahui hubungan Devan dengan jesica momy gak mau sampai Siska sakit hati dengan kelakuan anak kita, sebelum semuanya terlambat momy ingin semuanya terungkap tanpa harus Siska ketahui yang sebenarnya" ucap momy Celine dengan cemas.
"momy tenang saja bukan kah kita sudah mendapatkan semua bukti bukti nya, tinggal tunggu tanggal mainnya saja nanti dady yang atur" ucap dady Mario dengan tenang.
____
Di apartemen jesica sedang merajuk karena Devan harus pergi ke kantor. siang nanti Devan ada meeting penting dengan clien nya dari Jepang dan tidak bisa di wakilkan apalagi di tunda.
"honey pleaseeee jangan pergi, aku masih ingin ada kamu di sini" ucapnya dengan manja.
"gak bisa baby, aku ada meeting penting dan ini proyek besar, dady bisa marah kepadaku kalau sampai gagal mendapatkan proyek yang satu ini, aku pergi sebentar nanti sore aku kesini lagi untuk menemui mu" ucapnya dengan lembut.
dengan berat hati jesica pun melepas kepergian Devan dan mengantarnya sampai ke depan pintu apartemen. tak lama kemudian pintu apartemen di ketuk kembali dari luar.
jesica mengerutkan dahinya "apa ada yang tertinggal yah kenapa dia kembali? " gumam nya.
ceklek pintu terbuka.
"hallo baby, lama kita gak berjumpa"
__ADS_1